AMD dan Intel Bersaing Ketat di Pasar Gaming Handheld dengan Strategi GPU Berbeda hingga 2028

AMD tampaknya sedang mengambil pendekatan yang berbeda dalam pengembangan GPU mereka untuk beberapa tahun ke depan. Menurut bocoran terbaru dari sumber terpercaya dan leaker Golden Pig Upgrade, AMD akan mempertahankan arsitektur RDNA 3.5 hingga setidaknya 2028. Ini termasuk juga untuk segmen gaming handheld yang saat ini mulai banyak mengandalkan AMD Ryzen dengan GPU RDNA 3.5 terintegrasi.

Sebagian besar gaming handheld populer, seperti ROG Xbox Ally, Legion Go 2, dan MSI Claw A8, kini memakai kombinasi prosesor AMD Ryzen dan GPU RDNA 3.5. Kombinasi ini mampu memberikan performa yang cukup solid untuk pengalaman gaming portable. Namun, kabar yang beredar menyebutkan bahwa AMD tidak berencana mengganti arsitektur ini dalam waktu dekat, sehingga perangkat gaming handheld yang dirilis dalam beberapa tahun ke depan bisa saja masih menggunakan teknologi GPU yang sama.

Dua Jalur Pengembangan GPU AMD

AMD disebut akan membagi pengembangan APU mereka menjadi dua jalur. Jalur pertama akan tetap menggunakan RDNA 3.5 untuk perangkat dengan kebutuhan grafis terintegrasi standar. Ini termasuk laptop konsumen biasa yang hanya membutuhkan iGPU untuk tampilan dasar, serta laptop gaming yang menggunakan GPU diskrit terpisah.

Jalur kedua akan fokus pada produk “premium” yang akan menggunakan arsitektur RDNA 5 baru. Produk ini kemungkinan besar akan menyasar segmen device dengan kebutuhan grafis tinggi, tapi belum jelas apakah ini akan mencakup gaming handheld atau platform konsol berikutnya seperti Xbox.

Peluang Intel di Pasar Gaming Handheld

Sementara AMD tampak mempertahankan teknologi lama untuk sebagian besar produk, Intel semakin agresif mengembangkan performa GPU terintegrasinya. Chip terbaru Intel, Panther Lake, menunjukkan lonjakan signifikan dalam performa grafis. Intel juga mengumumkan kerja sama dengan NVIDIA untuk mengembangkan prosesor x86 dengan GPU RTX terintegrasi.

Dengan AMD yang tampak “berhenti” sejenak pada RDNA 3.5, Intel berpotensi merebut pangsa pasar gaming handheld yang sedang tumbuh ini. Apalagi pasar gaming handheld kini mengalami kenaikan harga signifikan, sehingga pembeli mulai mempertimbangkan alternatif lain seperti laptop gaming.

Dampak ke Pasar Gaming Handheld dan Laptop

  1. AMD mempertahankan RDNA 3.5 akan memberikan stabilitas performa yang konsisten pada gaming handheld saat ini.
  2. Intel yang terus meningkatkan GPU-nya berpeluang lebih unggul di segmen gaming handheld, terutama untuk produk kelas menengah ke atas.
  3. Harga gaming handheld yang semakin mahal bisa membuat laptop gaming menjadi pilihan yang lebih menarik bagi konsumen.
  4. Kolaborasi Intel-NVIDIA di masa depan akan menambah daya saing di pasar dengan GPU terintegrasi yang lebih bertenaga.
  5. Produk premium AMD dengan RDNA 5 kemungkinan akan lebih fokus pada laptop gaming high-end dan platform konsol.

Meskipun bocoran ini membuka gambaran masa depan, semua informasi masih harus dipandang sebagai spekulasi sampai rilis resmi roadmap AMD. Namun, tren ini menunjukkan bagaimana kompleks dan panjang siklus pengembangan GPU modern sehingga strategi peluncuran dan segmen pasar bisa berubah dinamis.

Dengan situasi ini, AMD tampak menyerahkan peluang untuk pasar gaming handheld kepada Intel, setidaknya dalam waktu dekat. Keputusan ini bisa menjadi titik balik dalam persaingan di segmen gaming handheld yang mulai menunjukkan potensi besar di pasar komputer portable.

Terus memantau pengumuman AMD dan Intel di waktu mendatang akan memberikan gambaran lebih jelas tentang posisi tiap perusahaan dalam persaingan ini. Perubahan teknologi dan strategi akan sangat menentukan siapa yang berkuasa di segmen gaming handheld lima tahun ke depan.

Terkait