Visa Perkuat Infrastruktur Stablecoin, Siap Raup Biaya Settlement di Tengah Lonjakan Transaksi Crypto 2026

Visa Inc semakin memperkuat infrastruktur penyelesaian transaksi menggunakan stablecoin menyusul lonjakan volume transaksi yang signifikan di jaringan dolar digital. Ini merupakan langkah strategis perusahaan pembayaran global untuk memanfaatkan pertumbuhan pesat pembayaran berbasis blockchain dan merevolusi bagaimana uang bergerak lintas batas negara.

Jaringan USDT dari Tether sempat memproses volume harian mencapai 1,5 miliar selama puncak periode penyelesaian pada awal tahun 2025, memperlihatkan minat besar dari institusi keuangan terhadap penggunaan stablecoin sebagai jalur pembayaran. Meskipun volume ini menurun menjadi sekitar 30-40 juta per hari pada awal tahun 2026, Visa merespons dengan meluncurkan Praktik Penasehat Stablecoin khusus dan memperluas kapabilitas penyelesaian berbasis USDC. Hal ini untuk memastikan aktivitas stablecoin dapat berjalan di atas jaringan Visa, tanpa kehilangan pangsa pasar ke jaringan blockchain yang dapat melewati infrastruktur pembayaran konvensional.

Regulasi Mendukung Perkembangan Stablecoin

Pijakan Visa mendapatkan dukungan kuat dari regulasi terbaru di Amerika Serikat yang mengesahkan undang-undang khusus stablecoin pada bulan Juli 2025. Kerangka hukum ini memberikan kepastian yang dibutuhkan Visa untuk mengintegrasikan penyelesaian transaksi blockchain dalam skala besar. Market prediksi memberikan probabilitas 82,5% bahwa stablecoin dengan denominasi dolar AS akan mempertahankan pangsa pasar di atas 99% sepanjang tahun 2026. Data ini memperkuat fokus Visa pada stablecoin dengan peg dolar AS dan mengabaikan mata uang alternatif.

Kinerja Keuangan Visa Mendukung Inovasi

Visa membukukan margin keuntungan sebesar 50% dan pengembalian modal saham 52% sepanjang tahun fiskal 2025, dengan margin operasi yang melebihi 65%. Tingkat profitabilitas ini memberikan ruang bagi Visa untuk melakukan investasi agresif dalam teknologi pembayaran baru tanpa menekan pendapatan inti. Analis mematok harga target saham Visa di angka 398 dolar, yang berarti potensi kenaikan sebesar 21% dari harga saat ini di kisaran 332 dolar.

Perbandingan dengan Kompetitor

Dibandingkan kompetitor seperti PayPal yang harga sahamnya turun 40% dalam satu tahun terakhir meski berinvestasi di aset kripto, dan Mastercard yang harga sahamnya stagnan, Visa berhasil mengkapitalisasi lapisan infrastruktur pembayaran kripto. Perbedaan utama terlihat pada pendekatan fokus Visa yang lebih pada penyediaan infrastruktur stablecoin sebagai mekanisme penyelesaian. Jika stablecoin benar-benar menjadi metode dominan untuk penyelesaian lintas batas, posisi awal Visa berpotensi mendorong peningkatan margin laba secara signifikan seiring bertambahnya volume transaksi blockchain.

Fokus Stablecoin sebagai Jembatan Pembayaran Masa Depan

Visa memandang stablecoin sebagai jembatan penting antara dunia keuangan konvensional dan ekosistem blockchain. Dengan memperkuat kapabilitas penyelesaian stablecoin di jaringan mereka, Visa berupaya menggabungkan kecepatan dan efisiensi blockchain dengan keamanan serta keandalan infrastruktur legacy yang sudah terujicoba. Pendekatan ini juga memungkinkan mereka memanfaatkan peluang pendapatan dari biaya penyelesaian transaksi blockchain yang terus meningkat.

Tiga Faktor Kunci Kesuksesan Visa di Stablecoin Settlement

  1. Peluncuran Stablecoins Advisory Practice untuk membimbing penggunaan stablecoin dalam layanan Visa.
  2. Dukungan regulasi AS yang memberikan kepastian hukum bagi transaksi stablecoin.
  3. Kinerja keuangan yang kuat untuk mendukung investasi riset dan pengembangan teknologi baru.

Visa mampu memposisikan diri sebagai pemimpin infrastruktur pembayaran blockchain dengan basis stablecoin. Langkah ini memperlihatkan bagaimana perusahaan tradisional dapat beradaptasi dengan cepat terhadap tren desentralisasi keuangan dan memenuhi kebutuhan pasar yang berkembang pesat tanpa kehilangan fondasi bisnis utama. Pada akhirnya, strategi ini berpotensi mengubah wajah pembayaran global dan memperkuat dominasi Visa dalam era digital.

Exit mobile version