Pasar kripto kembali menunjukkan suasana hati yang melemah dengan Crypto Fear and Greed Index turun ke angka 16, menandakan keadaan “Ketakutan Ekstrem”. Indeks ini mencatat level terendah sejak Desember, mencerminkan sentimen investor yang semakin berhati-hati dalam beberapa pekan terakhir.
Bitcoin mengalami penurunan sekitar 7% dengan harga berada di sekitar $82,000, seiring para trader menyerap berita politik Amerika Serikat yang memengaruhi pasar. Pemilihan mantan anggota Federal Reserve, Kevin Warsh, oleh Presiden Donald Trump sebagai pengganti Jerome Powell menambah ketidakpastian pasar.
Penurunan nilai aset digital ini juga memicu aksi jual besar-besaran pada posisi leverage. Data dari CoinGlass memperlihatkan likuidasi senilai $1,80 miliar dalam 24 jam terakhir, didominasi oleh posisi long sebesar $1,68 miliar, sementara posisi short hanya sekitar $117,3 juta. Lebih dari 280.000 trader mengalami kerugian akibat tekanan pasar ini.
Linh Tran, analis senior di XS.com, menjelaskan bahwa Bitcoin kini menghadapi persaingan langsung dari aset defensif tradisional seperti emas. Ketidakpastian geopolitik dan risiko kebijakan mendorong investor lebih memilih aset yang selama ini dikenal sebagai pelindung risiko.
Emas mencatat kenaikan beruntun dan berhasil mencapai rekor tertinggi di sekitar $5.600 per ons. Sementara itu, Bitcoin masih diklasifikasikan sebagai aset berisiko tinggi dalam kerangka alokasi aset kebanyakan investor institusional. Hal ini membuat emas menjadi pilihan yang lebih stabil dalam kondisi pasar saat ini.
Menurut CoinSwitch Markets, pelepasan posisi leverage yang besar ini bisa membantu menstabilkan pasar dalam jangka pendek bila permintaan spot terus meningkat. Namun, penurunan harga Bitcoin di bawah $82.000 dapat membuka tekanan jual lebih lanjut menuju kisaran $79.000–$80.000.
Sebaliknya, kenaikan berkelanjutan akan membutuhkan harga menembus di atas $88.500 dengan dukungan dari permintaan spot dan arus masuk ETF. Pergerakan ini sangat bergantung pada sentimen pasar yang lebih luas di tengah situasi ekonomi dan politik global.
Thomas Perfumo, ekonom global di Kraken, menilai bahwa kinerja Bitcoin yang tertinggal dibanding logam mulia menguji kesabaran investor. Meskipun suku bunga menurun dan ketidakpastian geopolitik meningkat, faktor utama yang mempengaruhi pasar kripto saat ini adalah ketatnya likuiditas global.
Ia menambahkan bahwa suku bunga hanyalah salah satu unsur dalam kondisi likuiditas secara keseluruhan. Sebaliknya, emas cenderung diuntungkan oleh pelemahan dolar Amerika, sementara kripto masih berjuang untuk mendapatkan pengakuan sebagai aset lindung nilai yang stabil.
Dengan kondisi pasar yang bergejolak dan sentimen yang rapuh, perkembangan kripto dalam waktu dekat sangat bergantung pada dinamika geopolitik, kebijakan moneter AS, dan perilaku investor institusional. Monitoring ketat terhadap pergerakan harga dan sentimen pasar menjadi kunci bagi para pelaku pasar dalam mengambil keputusan strategi investasi.
