Keuntungan Bitcoin Mining Tembus Titik Terendah 14 Bulan Setelah Badai Salju Ganggu Operasi Miner

Author: Qoo Media

Bitcoin mining semakin sulit menguntungkan di tengah penurunan harga aset dan gangguan eksternal yang signifikan. Sebuah badai musim dingin besar yang melanda sebagian wilayah Amerika Serikat pekan lalu memberikan dampak negatif pada produksi beberapa perusahaan penambangan teratas.

Menurut data dari CryptoQuant, rasio yang mengukur hubungan antara harga Bitcoin dan profitabilitas operasi penambangan mencapai titik terendah dalam 14 bulan terakhir. Indeks keberlanjutan keuntungan/kerugian penambang berada di angka 21, level terendah sejak November tahun lalu.

Penurunan harga Bitcoin yang tajam pekan ini, dikombinasikan dengan tingkat kesulitan penambangan yang tinggi, membuat penambang menghadapi kondisi “sangat tidak menguntungkan,” menurut laporan terbaru CryptoQuant. Menariknya, hash rate jaringan—yang mencerminkan total daya komputasi di jaringan—juga turun selama lima epoch berturut-turut dan tercatat di level terendah sejak September tahun sebelumnya.

Badai musim dingin yang meluas di wilayah timur Amerika Serikat membawa dampak besar pada aktivitas penambangan. Lapisan es dan salju yang tebal menyebabkan penurunan hash rate dan turut menekan pendapatan harian penambang sampai menyentuh titik terendah tahunan, yaitu sekitar 28 juta dolar.

Kondisi produksi yang melemah terjadi bersamaan dengan penurunan pasar saham tradisional dan aset kripto. Saham perusahaan penambangan publik seperti MARA Holdings, CleanSpark, dan Riot Holdings mengalami penurunan dua digit dalam lima hari perdagangan terakhir. Sementara itu, harga Bitcoin relatif lebih stabil, turun sekitar 6% dalam tujuh hari terakhir dengan harga saat ini sekitar 83.956 dolar, atau 33% di bawah rekor tertinggi Oktober lalu sebesar 126.080 dolar.

Data dari Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index menunjukkan bahwa saat ini biaya untuk menambang Bitcoin lebih tinggi dibandingkan membeli langsung di pasar terbuka. Hal ini menandakan tantangan finansial yang cukup besar bagi para penambang.

Dampak dari tekanan biaya dan pergeseran peluang bisnis, seperti meningkatnya permintaan komputasi untuk kecerdasan buatan, membuat beberapa perusahaan penambangan publik seperti Bitfarms dan Bit Digital memilih untuk menghentikan operasi mereka. Kedua perusahaan tersebut berupaya mencari model bisnis yang lebih menguntungkan bagi para pemegang saham.

Rangkaian peristiwa dan data ini mengindikasikan tekanan signifikan pada sektor penambangan Bitcoin, yang menghadapi ketidakpastian akibat faktor cuaca ekstrem dan dinamika pasar kripto yang fluktuatif. Meskipun begitu, aktivitas penambangan tetap menjadi aspek penting dalam ekosistem Bitcoin yang terus berkembang.

Terbaru