
Pendukung Donald Trump menginvestasikan sekitar $550 juta pada token kripto WLFI yang terkait dengan proyek World Liberty Financial (WLF). Token ini sempat melonjak dari harga beli antara $0,015 hingga $0,05 menjadi puncak harga $0,33 saat mulai diperdagangkan pada September lalu, sehingga nilai investasi para pembeli naik secara signifikan dalam waktu singkat.
Namun, kegembiraan itu tidak berlangsung lama. Pencipta token, termasuk Trump dan ketiga putranya, memegang kendali penuh atas kapan dan siapa yang boleh menjual token tersebut. Hal ini membuat sebagian besar token yang dijual dalam presale masih terkunci hingga hampir dua tahun kemudian, membuat banyak investor terjebak tanpa akses untuk mencairkan investasinya.
Kendali Terpusat dan Token yang Terkunci
Hanya 20% token WLFI yang dilepas untuk diperdagangkan sejauh ini. Pihak pengelola pernah berjanji akan mengadakan pemungutan suara untuk menentukan kapan sisa token dapat dibuka, tetapi hingga kini janji itu belum terealisasi. Akibatnya, banyak pemegang token mengeluhkan ketidakpastian dan menuntut agar mereka bisa menjual token miliknya.
Salah satu pemegang token menyebutkan, “Hampir 80% token presale WLFI masih terkunci setelah hampir dua tahun. Kami bertahan menghadapi volatilitas yang tinggi dan ketidakjelasan, tapi kapan kesabaran ini berubah menjadi pengabaian?” Keluhan ini menggambarkan frustrasi mendalam di kalangan investor yang berharap mendapat akses penuh atas asetnya.
Rencana Distribusi Token Baru Membebani Harga
Selain masalah token yang terkunci, pengelola WLF mendukung sebuah proposal untuk mendistribusikan token WLFI sebagai insentif guna menarik lebih banyak pengguna ke protokol mereka. Langkah ini dikhawatirkan akan menambah tekanan jual dan menekan harga token lebih jauh, sehingga menambah beban bagi para pemegang token yang sudah mengalami penurunan nilai.
Nilai WLFI sendiri telah merosot sekitar 54% dalam lima bulan terakhir. Banyak investor melaporkan bahwa mereka merasa seperti “tawanannya”, karena tidak dapat mengakses dana mereka untuk keluar dari investasi yang merugi.
Struktur Protokol dan Hak Pemegang Token
Berbeda dengan banyak proyek kripto lain yang memberikan hak kontrol atau tata kelola kepada pemegang token, WLF tidak mengizinkan hal tersebut. Proposal dan perubahan yang diajukan oleh investor harus disaring dan disetujui sepenuhnya oleh pendiri protokol, yang memiliki hak veto absolut.
Token WLFI juga tidak memberikan hak atas keuntungan perusahaan, dividen, airdrop, atau distribusi lain. Tidak ada jaminan moratorium token 80% lainnya akan dibuka untuk diperdagangkan. Kondisi ini menyulitkan para investor untuk mendapatkan imbal hasil dari kepemilikan tokennya selain spekulasi harga semata.
Dukungan dan Kontroversi di Balik Proyek
World Liberty Financial didirikan oleh tokoh-tokoh yang terhubung dengan Trump, termasuk mantan instruktur “get-rich-quick” Chase Herro, yang pernah menyatakan bahwa dengan narasi yang tepat, produk apa pun bisa dijual kepada publik. Hal ini menyiratkan pendekatan pemasaran yang agresif namun kontroversial.
Proyek ini juga mendapat dukungan dari beberapa figur publik seperti Justin Sun, pendiri Tron, yang membeli WLFI senilai $75 juta. Namun ketika Sun mencoba memindahkan tokennya yang sudah bisa diperdagangkan, token tersebut dibekukan oleh pengelola, memperlihatkan bahwa bahkan investor besar pun menghadapi pembatasan ketat.
Keuntungan Finansial bagi Para Pendiri
Salah satu produk paling sukses dari World Liberty Financial adalah stablecoin USD1 yang telah beredar lebih dari $5 miliar, menjadikannya stablecoin terbesar kelima di dunia. Meski detail pendapatannya tidak jelas, estimasi mengacu pada pendapatan dari produk serupa menunjukkan kemungkinan pendapatan ratusan juta dolar setiap tahunnya.
Menurut dokumen resmi protokol, seluruh laba dari USD1 dan pendapatan lain dialokasikan langsung ke keluarga Trump dan rekan-rekannya, setelah dikurangi biaya operasional sebesar $15 juta. Dengan demikian, meski token WLFI belum memberikan keuntungan kepada pemegangnya, para pendiri sudah mendapatkan keuntungan signifikan dari model bisnis ini.
Dampak Politik dan Kepercayaan di Industri Kripto
Keterlibatan Donald Trump dalam WLF menjadi sorotan dalam politik Amerika Serikat, terutama berkaitan dengan pembahasan undang-undang Clarity Act yang bertujuan mengatur industri kripto. Beberapa politisi oposisi menolak mendukung aturan tersebut karena keberadaan proyek-proyek seperti WLFI yang dianggap memberi ruang bagi Trump untuk terus meraup keuntungan melalui kripto.
Senator Cory Booker menyindir kemudahan Trump mendapatkan keuntungan lewat kripto sebagai sesuatu yang “absurd”. Kritik ini menambah kerumitan usaha regulasi kripto yang selama ini belum tuntas.
Acara Khusus dan Masa Depan Protokol
World Liberty Financial berencana mengadakan forum tertutup di Mar-a-Lago, Florida, untuk membahas proyeknya. Acara ini akan mempertemukan tokoh-tokoh terpilih dari bidang keuangan dan teknologi, dipandu oleh Donald Trump Jr. Namun belum jelas apakah forum ini akan memperhatikan aspirasi para pemegang token yang selama ini merasa dirugikan.
Investor WLFI kini menunggu langkah konkret dari pengelola untuk membuka akses dan mencairkan token mereka, sembari memantau perkembangan harga dan kebijakan protokol yang bisa memengaruhi nasib investasi miliaran dolar tersebut.





