Andrew Webley: Rugi $100 Juta di Bitcoin dalam 3 Bulan, Namun Tetap Konsisten Beli untuk Strategi Jangka Panjang

Andrew Webley, pemimpin Smarter Web Company, mengaku mengalami kerugian hampir $100 juta akibat penurunan harga Bitcoin dalam tiga bulan terakhir. Meski demikian, Webley tetap berkomitmen untuk terus membeli Bitcoin sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaannya.

Smarter Web Company, yang dikenal sebagai bisnis Bitcoin terbesar di Inggris, telah menginvestasikan sekitar £220 juta untuk membeli Bitcoin. Namun, nilai kepemilikan Bitcoin mereka menurun akibat penurunan harga cryptocurrency yang berlangsung cukup lama.

Pada titik terendah, harga Bitcoin sempat menyentuh level $74.574, yang merupakan harga terendah sejak pemilihan presiden AS pada November tahun lalu. Penurunan ini dipicu oleh pengangkatan Kevin Warsh, seorang bankir yang mendukung kenaikan suku bunga, sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.

Perusahaan milik Webley ini telah membeli 2.674 Bitcoin dengan harga rata-rata $111.232 per keping. Harga tersebut adalah harga terakhir Bitcoin tiga bulan lalu sebelum mengalami penurunan 33 persen. Penurunan itu mengakibatkan kerugian sekitar $98 juta pada harga terendah di hari Senin.

Sebelumnya, Webley merupakan eksekutif di perusahaan investasi Hargreaves Lansdown. Smarter Web Company melakukan penawaran umum perdana (IPO) tahun lalu di Aquis Stock Exchange, sebuah bursa saham junior. Nilai pasar saham perusahaan sempat menyentuh lebih dari £1 miliar, sehingga kepemilikan saham Webley sebesar 9 persen bernilai lebih dari £90 juta.

Namun, harga saham perusahaan kemudian terjun bebas hingga turun 95 persen dari puncaknya. Perusahaan pun berencana pindah ke pasar utama London Stock Exchange agar dapat menarik investor besar dan memperoleh dana segar.

Webley menegaskan bahwa strategi membeli Bitcoin akan tetap berjalan tanpa perubahan. Ia menjelaskan bahwa ini bukan rencana jangka pendek, melainkan strategi multi-tahun yang melewati siklus naik dan turun pasar. “Kami membeli Bitcoin pada saat pasar naik maupun turun, tanpa memedulikan harga,” kata Webley.

Selain itu, sejak puncak pasar pada Juli, perusahaan telah menggandakan kepemilikan Bitcoin mereka. Jumlah Bitcoin yang dimiliki per saham meningkat 50 persen, yang menurut Webley menunjukkan penguatan signifikan dalam bisnis mereka.

Perusahaan dengan “Bitcoin treasury” seperti Smarter Web Company memungkinkan investor mendapat eksposur ke Bitcoin tanpa harus memiliki aset digital langsung. Di Amerika Serikat, model bisnis ini makin populer, dengan perusahaan terbesar yaitu Strategy yang mengakumulasi 713.000 Bitcoin. Namun, saham perusahaan tersebut juga mengalami penurunan 7 persen pada perdagangan sebelum pasar dibuka hari Senin.

Analisis dari The Telegraph menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan Bitcoin treasury di Inggris mengalami kerugian setelah bergabung dalam tren investasi ini tahun lalu. Meski begitu, optimisme terhadap potensi Bitcoin sebagai aset jangka panjang tetap menjadi alasan utama bagi pelaku pasar seperti Webley untuk terus membeli.

Dengan strategi yang konsisten dan keyakinan pada pertumbuhan jangka panjang, Smarter Web Company menegaskan bahwa mereka akan melanjutkan pembelian Bitcoin sebagai bagian dari visi investasi yang lebih besar, meskipun menghadapi tantangan volatilitas pasar cryptocurrency yang tinggi.

Terkait