Fujifilm Instax Mini Evo Cinema: Kamera Hybrid Instan dengan Video 15 Detik & Efek Retro Unik

Fujifilm Indonesia memperkenalkan produk terbaru, Instax Mini Evo Cinema, di mal Kota Kasablanka Jakarta. Produk ini merupakan bagian dari lini “Evo series” yang menghadirkan inovasi kamera instan hybrid.

Instax Mini Evo Cinema menawarkan kemampuan merekam video berdurasi hingga 15 detik di samping fungsi kamera instan biasa. Pengguna dapat mengambil klip video dan memilih satu frame dari video tersebut untuk dicetak langsung pada film Instax Mini.

Keunikan dari cetakan ini adalah adanya kode QR yang tercetak bersama foto. Kode QR tersebut dapat dipindai menggunakan smartphone untuk menonton ulang video aslinya. Konsep ini disebut Fujifilm sebagai cara baru untuk menghadirkan pengalaman video secara fisik.

Dengan fitur ini, pengguna bisa membagikan momen spesial dalam wujud fisik yang dapat dikenang dan diberikan kepada orang terdekat. Melalui aplikasi pendamping, klip video hingga 30 detik dapat diedit dan diberikan efek sinematik seperti intro dan outro.

Setelah dikonversi menjadi cetakan dengan kode QR, video dapat tersimpan dan diakses selama dua tahun sejak pengunggahan. Ini memadukan kepraktisan digital dan keunikan cetak instan.

Desain dan Efek Retro yang Menawan

Instax Mini Evo Cinema mengusung desain vertikal dengan inspirasi dari kamera Super 8 dan Fujica Single-8 klasik tahun 1960-an. Bentuk ini mendukung pengambilan video potret dengan nyaman dan memberikan kesan retro yang kuat.

Dilengkapi dengan “Eras Dial™”, pengguna dapat memilih 10 efek visual bertema dekade dari 1930-an hingga 2020-an. Setiap era memiliki 10 tingkat penyesuaian intensitas untuk menghasilkan variasi tampilan hingga 100 opsi.

Efek visual ini juga memakai efek suara khas era terkait, menciptakan suasana sinematik yang imersif bagi pengguna. Fitur ini menambah nilai nostalgia sekaligus kreativitas dalam pengambilan gambar.

Fitur Hybrid dan Kendali Analog yang Memikat

Kamera ini menggabungkan fungsi kamera instan, perekam video, serta printer foto smartphone dalam satu perangkat. Sensor CMOS 5MP dengan lensa setara 28mm f/2.0 memberikan gambar berkualitas tinggi beresolusi 1920×2560 piksel yang dioptimalkan untuk pencetakan instan.

Kontrol taktil seperti tuas pencetak ala kamera analog dan dial presisi hadir untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Tambahan aksesori seperti viewfinder magnifier dan grip ekstensi memberikan kenyamanan pengambilan gambar yang lebih baik.

Sistem ini memungkinkan pengguna menyimpan banyak foto, melihat hasil di layar LCD, lalu memilih foto favorit untuk dicetak kapan saja. Fleksibilitas ini membuat Instax Mini Evo Cinema cocok untuk berbagai gaya fotografi dan video.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia

Di pasar Indonesia, Instax Mini Evo Cinema resmi dipasarkan dengan harga Rp6,25 juta. Produk ini telah tersedia di Official Store Fujifilm Indonesia serta jaringan ritel resmi di seluruh tanah air.

Sementara itu, produk lain dari lini Evo series, yaitu Instax Mini Link+, dibanderol Rp2,29 juta dan masih dalam tahap pre-order. Jadwal ketersediaan lengkap Link+ akan diumumkan oleh Fujifilm Indonesia.

Kemunculan Instax Mini Evo Cinema semakin memperkaya pilihan kamera instan bagi pengguna yang menginginkan kombinasi teknologi digital, efek vintage, dan fungsi video dalam satu perangkat. Inovasi ini menandai era baru dalam pengalaman fotografi instan.

Terkait