Ethereum kembali menunjukkan tekanan jual yang kuat dan semakin mendekati level $2.000. Pada saat ini, harga ETH tercatat berada di sekitar $2.100 setelah mengalami penurunan signifikan sebesar 29% dalam satu pekan terakhir.
Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, tercatat telah menjual sejumlah besar ETH ketika harga berada di kisaran $2.300. Data dari Lookonchain mencatat bahwa Buterin melepas 2.961,5 ETH senilai $6,6 juta dengan harga rata-rata $2.228 selama tiga hari terakhir.
Penurunan Dana ETF dan Pergerakan Whale
Dana exchange-traded funds (ETF) berbasis spot Ethereum di Amerika Serikat mengalami arus keluar yang cukup deras sejak awal tahun ini. Pada 4 Februari, terjadi net outflow sebesar $79,4 juta, dipimpin oleh produk investasi ETHA dari BlackRock yang mencatat penjualan senilai $58,9 juta, menurut data yang dihimpun oleh Farside.
Meski demikian, terdapat pula aktivitas akumulasi oleh investor besar dan whale, walaupun tekanan bearish masih mendominasi pasar. Bursa kripto terpusat juga mengalami net outflow ETH sebesar 143.640 token yang setara dengan $335 juta, menandakan adanya perpindahan dana keluar dari platform tersebut.
DeFi dan Total Value Locked (TVL) Turun di Bawah $100 Miliar
Penurunan harga Ethereum juga berimbas pada sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Data DefiLlama mengungkapkan TVL DeFi yang sempat di atas $100 miliar kini turun 3,4% dalam 24 jam terakhir menjadi $99,8 miliar. Angka ini merupakan level yang terakhir terlihat pada Mei 2025.
Beberapa protokol DeFi terbesar seperti Aave dan Lido mencatat penurunan TVL masing-masing sebesar 4,5% dan 7%. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang cukup signifikan di pasar DeFi seiring dengan koreksi harga aset kripto.
Keuntungan dari Posisi Short bagi Trader Besar
Tren penurunan harga juga dimanfaatkan oleh para trader yang mengambil posisi short. Data Lookonchain menunjukkan seorang whale yang beroperasi di Hyperliquid dengan kode “super short 0x20c2” berhasil meraup keuntungan sebesar $102,7 juta dari taruhan melawan Ethereum.
Trader besar lainnya juga memperoleh keuntungan sebesar $55,5 juta dari posisi short terhadap Bitcoin, Ethereum, dan Solana. Hal ini mengindikasikan bahwa volatilitas pasar saat ini memberikan peluang besar bagi para spekulan bearish untuk meraup profit.
Volume Perdagangan Ethereum Meningkat
Meski harga turun, aktivitas perdagangan Ethereum justru meningkat. Volume perdagangan harian ETH naik 11% menjadi $51 miliar. Lonjakan aktivitas ini menunjukkan bahwa minat dan likuiditas pasar terhadap ETH masih kuat walau menghadapi tekanan jual yang tinggi di pasar spot.
Secara keseluruhan, tekanan jual dari berbagai sisi seperti penjualan Vitalik Buterin dan outflow besar dari ETF serta bursa kripto menjadi faktor utama yang mendorong penurunan harga Ethereum. Sementara itu, sektor DeFi juga mengalami tekanan signifikan dengan TVL yang anjlok di bawah $100 miliar, menandakan tekanan menyeluruh di ekosistem aset digital ini.







