AS Treasury Tegaskan Tak Ada Bailout Bitcoin Meski Harga Turun Menuju $70,000 di 2026

Author: Qoo Media

US Treasury menegaskan bahwa tidak akan ada bailout pemerintah untuk Bitcoin meskipun harga kripto ini terus menurun dan mendekati angka $70,000. Sekretaris Keuangan AS, Scott Bessent, mengungkapkan hal ini secara tegas saat memberikan kesaksian di Komite Layanan Keuangan DPR.

Bessent menegaskan pemerintah federal tidak memiliki wewenang maupun niat untuk menyelamatkan pasar Bitcoin yang tengah mengalami tekanan signifikan. Pernyataan tersebut sekaligus menghapus harapan investor akan dukungan dana publik untuk menstabilkan harga aset kripto tersebut.

Penjelasan Scott Bessent soal kebijakan pemerintah
Dalam pertemuan yang berlangsung bulan Februari ini, Bessent menegaskan bahwa segala Bitcoin yang dimiliki oleh pemerintah berasal dari aset yang disita melalui proses hukum, bukan dari pembelian menggunakan dana pajak. Ia menjelaskan bahwa nilai Bitcoin yang pernah disita dengan nilai sekitar $500 juta kini telah meningkat drastis menjadi antara $15 miliar hingga $20 miliar dengan harga pasar saat ini.

Ia kembali menggarisbawahi aturan yang diatur dalam perintah eksekutif pemerintah tahun lalu yang melarang penjualan aset Bitcoin yang disita dan mengizinkan aset-aset tersebut dimasukkan ke dalam cadangan digital nasional setelah proses hukum selesai.

Bessent menolak pertanyaan "bailout" untuk Bitcoin
Ketika ditanya oleh anggota DPR Brad Sherman apakah Departemen Keuangan memiliki kewenangan untuk menyelamatkan Bitcoin, misalnya dengan memerintahkan bank membeli Bitcoin atau menggunakan dana publik untuk stabilisasi harga, Bessent dengan tegas menolak. Ia menyatakan secara jelas, “Saya tidak memiliki otoritas untuk melakukan itu, begitu pula sebagai ketua Financial Stability Oversight Council (FSOC).”

Penolakan ini menegaskan posisi pemerintah yang tidak akan menggunakan lembaga keuangan untuk menjaga harga pasar Bitcoin secara artifisial. Oleh karena itu, investor harus memahami bahwa segala risiko investasi dan kerugian yang muncul menjadi tanggung jawab penuh pelaku pasar.

Faktor-faktor penurunan harga Bitcoin di awal tahun
Pada saat pernyataan tersebut disampaikan, harga Bitcoin turun ke level terendah tahunan mendekati $70,000. Penurunan ini menghapus sebagian besar keuntungan yang telah diraih pada akhir tahun sebelumnya.

Berikut faktor-faktor yang memicu tren penurunan Bitcoin:

  1. Ketegangan geopolitik yang meningkat menciptakan ketidakpastian di pasar.
  2. Kebijakan perdagangan AS yang belum jelas ikut menambah ketidakpastian makroekonomi.
  3. Sentimen pasar yang cenderung menghindari risiko (risk-off) menyeret aset dengan volatilitas tinggi.
  4. Menurunnya saham teknologi dan kecerdasan buatan yang berdampak negatif pada pasar kripto.
  5. Aktivitas profit-taking oleh pemilik Bitcoin besar (whales) serta arus keluar dana dari produk Exchange Traded Fund (ETF) kripto.

Meski demikian, ada kecenderungan aliran dana masuk sebesar $560 juta pada ETF Bitcoin yang tercatat hari pertama bulan Februari. Namun, jumlah tersebut belum cukup kuat untuk membalikkan tekanan jual yang sedang berlangsung.

Regulasi dan masa depan aset digital di AS
Bessent juga menyinggung upaya pemerintahan dalam memperjelas regulasi stablecoin melalui undang-undang GENIUS Act yang ditandatangani tahun lalu. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat status dolar AS sebagai cadangan devisa dunia melalui inovasi digital.

Namun, pemerintah tetap memandang Bitcoin sebagai aset spekulatif dengan risiko tinggi. Investor diingatkan untuk mengambil keputusan berdasarkan penilaian sendiri, karena tidak ada jaminan perlindungan dari sisi pemerintah.

Dengan sikap tegas “no bailout” ini, AS mengukuhkan posisi bahwa Bitcoin bukan bagian dari infrastruktur keuangan yang dianggap kritikal untuk stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah hanya akan menambah cadangan Bitcoin dari jalan hukum tanpa campur tangan untuk menjaga kestabilan harga pasar.

Terbaru