Bitcoin Anjlok ke Level Terendah 14 Bulan, Cerita Safe-Haven Terbalik dan Ujian Harga di $70,000

Bitcoin baru-baru ini anjlok ke level terendah dalam 14 bulan terakhir, turun hampir mencapai harga $72.000 sebelum mengalami sedikit pemulihan. Penurunan ini menandai koreksi tajam dari rekor tertinggi lebih dari $126.000 yang dicapai beberapa bulan lalu.

Pasar cryptocurrency kehilangan setengah triliun dolar sejak hari Kamis minggu lalu, dengan Bitcoin turun lebih dari 40% dari puncak Oktober. Data dari CoinGecko mengonfirmasi penurunan ini, yang membuat para analis dan investor mempertanyakan peran Bitcoin sebagai aset aman di tengah gejolak global.

Ketidakpastian Sebagai Aset Aman

Bitcoin sempat dipandang sebagai "emas digital" yang dapat menjadi tempat berlindung saat ketegangan geopolitik meningkat. Namun, narasi tersebut mulai diragukan karena harga Bitcoin tidak menunjukkan kenaikan signifikan meski kondisi global memburuk. Beberapa analis menduga siklus harga empat tahunan yang sudah lama berjalan berperan dalam penurunan ini, yang bisa menjadi prediksi yang terpenuhi secara kendiri.

Sementara itu, ketegangan antara institusi keuangan besar dengan sektor kripto semakin meningkat. Dukungan yang diberikan pada tahun sebelumnya oleh regulasi dan lembaga keuangan kini memudar, mengakibatkan sentimen negatif di pasar.

Konflik Regulasi dan Pengaruhnya

Regulasi kripto yang dinantikan melalui Clarity Act menemui kebuntuan. Pertemuan di Gedung Putih untuk mendorong undang-undang ini gagal menyelesaikan perbedaan, khususnya soal insentif stablecoin seperti pemberian bunga. Bank dan perusahaan kripto tidak mencapai kesepakatan, memperpanjang ketidakpastian regulasi.

Coinbase, salah satu bursa kripto terkemuka, menarik dukungannya terhadap undang-undang tersebut bulan lalu dengan alasan bahwa keinginan bank menghapus insentif itu tidak kompetitif. Perseteruan ini bahkan viral setelah CEO JPMorgan Jamie Dimon mengecam CEO Coinbase Brian Armstrong di forum ekonomi dunia, yang mencerminkan keretakan tajam antara Wall Street dan dunia kripto.

Volatilitas Bitcoin dan Perbandingan dengan Emas

Dibandingkan emas, harga Bitcoin saat ini menunjukkan volatilitas yang relatif lebih rendah menurut Bloomberg, meskipun keduanya sama-sama mengalami fluktuasi selama bulan terakhir. Menariknya, perusahaan kripto juga semakin banyak memilki emas sebagai aset cadangan. Stabilcoin Tether, misalnya, diketahui memiliki cadangan emas lebih banyak dibanding banyak bank sentral.

Namun, perbandingan Bitcoin dengan emas seringkali hanya soal terminologi semata, karena kedua aset tersebut menghadapi dinamika pasar yang berbeda. Michael Saylor, salah satu pendukung Bitcoin terbesar, menegaskan bahwa volatilitas adalah "hadiah Satoshi" untuk para pemegang setia kripto, yang menilai satu Bitcoin selalu bernilai satu Bitcoin, terlepas dari harga pasar.

Tantangan Ke Depan

Penurunan harga Bitcoin dan melemahnya posisi kripto sebagai aset aman menimbulkan tantangan serius bagi industri ini. Ketidakpastian regulasi dan perselisihan antara lembaga keuangan dan perusahaan kripto berpotensi memperpanjang masa koreksi pasar.

Penentuan titik psikologis harga di kisaran $70.000 menjadi fokus analis Citi, sementara sebagian komunitas investor kripto berharap level terendah tidak jatuh di bawah $69.420. Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan regulasi dan sentimen pasar global.

Dengan kondisi ini, Bitcoin menghadapi fase kritis dalam membuktikan fungsinya sebagai aset safe-haven di tengah gejolak ekonomi dan politik dunia. Investor dan pengamat pasar perlu memantau faktor eksternal dan dinamika internal kripto dengan cermat untuk mengambil keputusan strategis di masa depan.

Terkait