Build A Rocket Boy (BARB), pengembang game MindsEye, kembali menjadi sorotan akibat klaim mengejutkan dari salah satu co-CEO mereka, Mark Gerhard. Dalam sebuah pertemuan internal yang bocor, Gerhard menyatakan bahwa pihaknya berhasil mengidentifikasi "para pelaku sabotase" yang diduga sengaja merusak reputasi MindsEye. Ia juga mengungkapkan rencana untuk memasukkan elemen-elemen terkait sabotase ini ke dalam sebuah misi mata-mata dalam game sebagai cara untuk "menguasai narasi" yang berkembang.
Klaim Sabotase dan Identifikasi Pelaku
Pada pertemuan yang terjadi akhir Januari lalu, Gerhard mengungkap bahwa ada "sebuah perusahaan besar asal Amerika" yang menghabiskan lebih dari €1 juta untuk melakukan kampanye pencemaran nama baik terhadap BARB dan MindsEye. Namun, ia membantah keterlibatan Rockstar, yang selama ini sempat menjadi salah satu tersangka rumor publik. Gerhard menyebut perusahaan tersebut adalah Ritual Network yang berbasis di Inggris, bukan Amerika. Allegasi ini termasuk pembayaran kepada sejumlah influencer, tiga jurnalis, dan bahkan karyawan BARB sendiri.
Ritual Network langsung memberikan klarifikasi resmi kepada Insider Gaming. Mereka menyebut tak mengetahui adanya tindakan hukum yang sah terhadap mereka dan menolak semua tuduhan yang dikaitkan dengan kampanye sabotase tersebut. Sementara itu, Build A Rocket Boy enggan berkomentar atas kebocoran komunikasi internal tersebut.
Strategi Dalam Game untuk Menanggapi Tuduhan
Uniquely, Gerhard memaparkan rencana kreatif yang melibatkan pengintegrasian tokoh-tokoh yang diduga berkonspirasi dalam sebuah misi mata-mata yang akan datang di MindsEye. Misi ini disebut hasil pengembangan ulang dari misi bergaya Hitman yang pernah dipersiapkan di bawah kesepakatan penerbitan dengan IO Interactive yang akhirnya batal. Langkah ini dianggap sebagai bentuk balasan terhadap pihak-pihak yang dianggap telah menyerang perusahaan dan game mereka.
Menurut Gerhard, tindakan ini bertujuan untuk mengubah narasi publik melalui "penggunaan nama dan fakta-fakta secara menyenangkan" dan memutar balik serangan tersebut menjadi peluang storytelling di dalam game.
Kontroversi dan Reaksi Karyawan
Klaim sabotase ini muncul di tengah situasi yang sudah tidak mudah bagi BARB. Setelah perilisan desastre MindsEye yang membuat lebih dari 250 staf kehilangan pekerjaan, para mantan karyawan menyuarakan kritik tajam terhadap manajemen. Mereka menyatakan bahwa kegagalan game lebih disebabkan oleh "perlakuan sistemik, mismanajemen, dan proses redundansi yang salah" daripada adanya sabotase dari luar.
Ben Newbon, mantan analis BARB, menegaskan bahwa tekanan kerja yang intens selama masa pengembangan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan fisik dan mental. Ia juga mengkritik pimpinan perusahaan yang lebih memilih menyalahkan saboteur daripada mengakui kesalahan internal.
Peningkatan Keamanan dan Meningkatkan Kepercayaan
Dalam pertemuan tersebut, Gerhard juga membahas soal pemasangan perangkat lunak keamanan baru di komputer para karyawan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Software ini memiliki kemampuan untuk memantau aktivitas pengguna secara ketat, termasuk pencatatan ketikan dan perilaku layar. Meskipun hal ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan, Gerhard menegaskan perangkat itu dipasang demi perlindungan dan keamanan karyawan dari ancaman eksternal yang selama ini mereka hadapi.
Fakta Menarik di Balik Gagalnya MindsEye
MindsEye sendiri telah menjadi salah satu kegagalan terbesar di dunia game pada tahun ini, dengan kritik menyebut gameplay dan konten yang sangat kurang menarik. Video teaser kedua yang dirilis, misalnya, hanya menampilkan adegan kendaraan-dengan-telepon dan dialog kasar tanpa menunjukkan gameplay yang mengundang antusiasme. Ini menambah keraguan bahwa gagal game ini benar-benar hanya tentang sabotase, bukan karena aspek produk yang tidak memuaskan.
BARB kini berada di persimpangan antara usaha membangun kembali reputasi dan menghadapi kritik internal yang tajam. Bagaimanapun, penggabungan konflik nyata ke dalam atribute game adalah langkah yang sangat tidak biasa dan mengundang perhatian luas di komunitas game.
Info Tambahan
Berikut rangkuman posisi BARB dan MindsEye saat ini:
- Klaim sabotase oleh perusahaan Ritual Network yang dibantah keras oleh pihak terkait.
- Rencana memasukkan aspek sabotase ke misi mata-mata dalam game.
- Kritik internal dari mantan karyawan soal kondisi kerja dan manajemen.
- Penerapan software pengawasan demi keamanan karyawan.
- Kondisi kegagalan komersial dan teknis MindsEye yang memicu kontroversi.
Dengan kejadian ini, Build A Rocket Boy menghadapi tantangan ganda: mempertahankan kredibilitas di mata publik sekaligus mengelola krisis internal yang berkelanjutan. Pergerakan berikutnya dalam penanganan isu sabotase dan perbaikan game akan sangat menentukan masa depan studio ini di industri.
