Setelah Kejatuhan Bitcoin, Investor yang Pinjam Miliar Dolar dengan Jaminan Crypto Hadapi Risiko Besar

Setelah kejatuhan harga bitcoin, investor yang sangat antusias dan meminjam miliaran dolar dengan jaminan kripto kini menghadapi tekanan besar. Bitcoin yang sempat menyentuh rekor harga lebih dari $126.000 kini turun mendekati $70.000, menimbulkan risiko signifikan bagi mereka yang meminjam dana dengan aset kripto sebagai agunan.

Pasar pinjaman beragunan kripto terus berkembang pesat. Galaxy Research melaporkan bahwa pinjaman dengan jaminan kripto mencapai rekor tertinggi sebesar $73,6 miliar pada kuartal terakhir. Dari jumlah tersebut, sekitar $41 miliar berada di platform DeFi, yang menawarkan layanan peer-to-peer tanpa perantara tradisional.

Pinjaman dengan Jaminan Kripto: Risiko dan Manfaat

Platform seperti Coinbase, Binance, Ledn, dan Strike menyediakan pinjaman kripto berbasis stablecoin dengan agunan aset kripto. LTV (loan-to-value) biasanya dibatasi antara 50% hingga 75% untuk mengurangi risiko kerugian. Misalnya, meminjam dengan jaminan bitcoin senilai $400.000 biasanya hanya memungkinkan pinjaman sebesar $200.000—separuh dari nilai agunan.

Menurut Enness Global, bisnis peminjaman semacam ini memungkinkan investor meminjam tanpa harus menjual bitcoin, yang memberi fleksibilitas dan potensi keuntungan jangka panjang. Namun, jika harga bitcoin turun tajam, peminjam terancam likuidasi yang berpotensi merugikan.

Investor Mengandalkan ‘Hodl’ untuk Menghadapi Volatilitas

Banyak investor yang terus percaya dengan strategi ‘hodl’ atau menahan aset kripto meski harga merosot. Salah satu investor berusia 51 tahun mengakui seluruh dana pensiunnya diinvestasikan di bitcoin dan meminjam menggunakan threshold tertentu. Ia yakin bahwa penurunan harga bersifat sementara dan akan diikuti kenaikan besar lagi.

Namun, para ahli mengingatkan bahwa ini bukan sekadar koreksi pasar biasa. Matt Hougan dari Bitwise Asset Management memperkirakan kondisi ini serupa dengan “crypto winter” atau musim dingin kripto tahun 2022, yang kemungkinan berlangsung lebih dari satu tahun penuh. Hal ini disebabkan oleh hasil pelepasan leverage berlebihan dan pengambilan keuntungan oleh investor veteran.

Sejarah dan Pelajaran dari Pasar Leveraged

Fenomena investor yang meminjam dana dengan jaminan aset spekulatif bukanlah hal baru. Sebelum crash pasar saham 1929, sekitar 600.000 akun margin berkontribusi memperparah krisis tersebut. Kondisi serupa kini terjadi pada pinjaman berbasis kripto yang berisiko memperbesar efek penurunan harga bitcoin dan aset digital lainnya.

Peran Kebijakan dan Regulasi dalam Pasar Kripto

Langkah awal dari pemerintah AS pernah memperkenalkan upaya agar kripto masuk dalam portofolio pensiun 401(k) sebagai aset alternatif. Meski demikian, kebijakan ini tidak cukup memacu stabilitas pasar karena kripto tetap sangat volatil dan tidak diatur secara ketat. Investor disarankan untuk berhati-hati menempatkan dana pensiun dalam aset jenis ini.

Tips Utama untuk Investor yang Meminjam dengan Jaminan Kripto

  1. Pahami risiko volatilitas harga yang dapat berujung pada likuidasi agunan.
  2. Batasi rasio pinjaman terhadap nilai agunan (LTV) untuk menghindari over-leverage.
  3. Gunakan platform pinjaman yang transparan dan memiliki mekanisme manajemen risiko yang jelas.
  4. Hindari mengambil pinjaman dengan jumlah besar tanpa memperhitungkan potensi turun harga.
  5. Pantau secara ketat perkembangan pasar dan berita regulasi terkait aset digital.
  6. Pertimbangkan diversifikasi portofolio agar tidak terkonsentrasi sepenuhnya pada kripto.

Investor yang telah meminjam dengan jaminan bitcoin kini harus bersiap menghadapi ketidakpastian yang dapat berlangsung cukup lama. Volatilitas pasar kripto yang ekstrim membutuhkan strategi matang dan kesabaran tinggi agar tidak terperangkap dalam kerugian besar.

Tekanan pasar saat ini mengingatkan kembali bahwa berinvestasi di kripto bukan untuk semua orang, apalagi jika turut melibatkan pinjaman berbasis margin. Sementara potensi keuntungan tetap menjanjikan, risiko jatuhnya harga dan likuidasi harus diperhitungkan secara serius oleh para pelaku pasar dan investor pemula.

Terkait