
Setelah absen selama tiga tahun berturut-turut, iklan cryptocurrency kembali muncul di ajang Super Bowl 2026 yang digelar di Levi’s Stadium, Santa Clara. Kali ini, kemunculan iklan crypto jauh lebih hati-hati dan minimalis dibandingkan dengan sensasi “Crypto Bowl” pada 2022.
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang dimeriahkan iklan crypto berlebihan dan penuh selebriti, acara 2026 justru didominasi oleh iklan bertema kecerdasan buatan (AI) dari perusahaan besar seperti OpenAI, Anthropic, Meta, Google, dan Amazon. Mayoritas ruang iklan diserbu oleh produk dan jasa AI, dengan 15 dari total 66 iklan nasional mengusung tema ini. Karena itu, Super Bowl LX mendapatkan julukan “the AI Bowl.”
Kehadiran Crypto secara Terbatas dan Berhati-hati
Iklan crypto tahun ini tidak agresif menjual hype masa depan. Sebaliknya, iklan crypto hadir untuk mengingatkan publik bahwa industri ini masih tetap eksis. Di antara peserta, Coinbase tampil paling menonjol dengan iklan berjudul “Everybody Coinbase,” yang merupakan penampilan perdana mereka sejak 2022. Iklan berdurasi 60 detik ini mengambil pendekatan nostalgia, menunjukkan layar karaoke low-resolution dengan lirik lagu populer Backstreet Boys "Everybody (Backstreet’s Back)" dari 1997.
Visual iklan sengaja dibuat sederhana dengan font blok dan efek neon yang mengingatkan gaya tahun 2000-an awal. Baru di akhir iklan logo Coinbase muncul dengan tagline “Crypto. For everybody.” Iklan ini jauh berbeda dari iklan Coinbase di 2022 yang berisi kode QR yang multiguna dan akhirnya menyebabkan aplikasi mereka crash karena trafik tinggi. Kali ini, tidak ada ajakan bertindak atau urgensi, melainkan pengingat santai bahwa dunia crypto sudah lebih inklusif, tidak cuma untuk para insider.
Inovasi Iklan dari Perusahaan Crypto dan AI
Selain Coinbase, Crypto.com juga ikut berpartisipasi melalui platform AI.com yang dipimpin CEO Kris Marszalek. Iklan berdurasi 30 detik yang tayang di kuarter keempat mengajak penonton membuat “AI handles.” Respons pasar sangat kuat hingga situs web sempat down sejenak karena lonjakan trafik yang “gila,” menurut pengakuan Marszalek di media sosial X.
Namun demikan, batas antara iklan AI dan crypto semakin kabur karena kepemimpinan Marszalek dan kaitan erat perusahaan tersebut dengan crypto. Hal ini menguatkan narasi bahwa crypto kini kembali dengan cara yang lebih tersembunyi di bawah bendera teknologi AI.
Kontroversi dan Tantangan di Balik Iklan Crypto
Selain iklan resmi, ada juga insiden iklan palsu yang memicu kontroversi. Sebuah segmen prapertandingan menayangkan video AI yang menunjukkan sosok Presiden Donald Trump menawarkan donasi crypto dan janji “menggandakan uang.” Video ini menyebar cepat dan menuai kecaman karena dinilai menyesatkan dan sangat mirip dengan modus penipuan crypto. Peristiwa ini menambah kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan teknologi AI dalam konteks politik dan keuangan.
Sejarah dan Dampak "Kutukan Super Bowl" bagi Crypto
Kembalinya iklan crypto ke panggung Super Bowl tidak bisa dilepaskan dari memori suram di 2022. Saat itu, Coinbase, FTX, Crypto.com, dan eToro menghabiskan total sekitar $54 juta untuk iklan, dengan harga slot 30 detik mencapai $6,5-7 juta. Bitcoin masih berada di kisaran $42.000 dan kapitalisasi pasar crypto menembus $2 triliun. Iklan-iklan tersebut mendapatkan hampir 99 juta penonton dan mendongkrak pendaftaran pengguna baru dengan signifikan.
Namun, tidak lama setelah itu pasar crypto jatuh bebas. Bitcoin anjlok sekitar 65% dalam tahun tersebut, menyentuh titik terendah sekitar $16.000. FTX runtuh akibat skandal penipuan, kebangkrutan, dan penangkapan CEO Sam Bankman-Fried (SBF). Keruntuhan ini menghapus hampir $2 triliun nilai pasar dan mengguncang industri secara luas.
Akibatnya, iklan crypto tidak lagi muncul di Super Bowl antara 2023 hingga 2025. Banyak perusahaan mengurangi biaya, merumahkan karyawan, dan lebih fokus pada keberlangsungan bisnis daripada pemasaran yang berlebihan. Fenomena ini juga memperkuat mitos “kutukan Super Bowl,” yang menyebutkan bahwa sektor yang menghabiskan banyak uang untuk iklan di Super Bowl sering kali berada di puncak gelembung pasar.
Perubahan Strategi Iklan dan Status Crypto Saat Ini
Dibanding masa lalu, pengeluaran iklan di Super Bowl 2026 bahkan mencapai $8-10 juta per slot 30 detik, dengan beberapa tempat iklan terjual habis, termasuk iklan streaming di platform Peacock. Namun crypto memilih untuk tampil sederhana dan terbatas. Industri ini tampak lebih matang dan waspada, menghindari janji berlebihan yang pernah merusak reputasi sebelumnya.
Beberapa pasar prediksi seperti Kalshi, Polymarket, dan Coinbase sebelumnya sudah memperkirakan kembalinya iklan Coinbase dengan peluang besar 70,3%, menunjukkan bahwa kehadiran mereka tidak mengejutkan tapi sudah dinanti-nanti.
Secara keseluruhan, kehadiran crypto di Super Bowl kini bukan untuk mencuri perhatian atau memulai hype baru, melainkan sebagai pengingat eksistensi yang bijak dan terukur. Apakah ini tanda kematangan atau hanya kewaspadaan yang diperoleh dari pengalaman masa lalu masih menjadi pertanyaan terbuka dalam ekosistem cryptocurrency.





