Sinyal Bottom Bitcoin Terlihat Setelah 3 Tahun, Tekanan Jual Mereda dan Peluang Recovery Menguat

Bitcoin menunjukkan sinyal pembentukan dasar (bottom) pertama dalam hampir tiga tahun setelah tekanan jual mulai mereda. Meskipun harga mengalami pemulihan terbatas dalam beberapa sesi terakhir, momentum kenaikan masih terkendala oleh wilayah resistance yang kuat di sekitar $71.672. Saat ini, harga Bitcoin bergerak dalam rentang terbatas, mencerminkan volatilitas pasar yang menunggu arah tren yang lebih pasti.

Sinyal Bottom dari Persentase Pasokan yang Menguntungkan

Data on-chain mengindikasikan adanya perubahan signifikan. Persentase pasokan Bitcoin yang berada dalam posisi untung turun ke sekitar 50%. Artinya, setengah dari total circulating BTC saat ini berada dalam posisi rugi jika dijual pada harga pasar sekarang. Rekam jejak historis menunjukkan level 50% ini kerap menandai titik terendah pasar, bukan fase penjualan berkepanjangan. Ketika sebagian besar pasokan berada di zona rugi, tekanan untuk menjual cenderung melemah karena pemegang berdalih menahan aset daripada merealisasikan kerugian.

Fenomena ini biasanya mendorong investor untuk mempertahankan kepemilikan sepanjang periode volatilitas sehingga harga memiliki kesempatan untuk konsolidasi dan kemudian melanjutkan tren pemulihan. Selain itu, harga Bitcoin yang lebih rendah juga menarik pembeli baru yang fokus pada nilai (value buyers) karena risiko penurunan dipandang terbatas dibanding potensi kenaikan. Aliran modal segar ini turut memperkuat titik balik pasar menuju fase bullish.

Indikator Makro Mendukung Narasi Pembentukan Bottom

Dari sisi indikator makro, Pi Cycle Top Indicator yang membandingkan moving average 111 hari dengan dua kali moving average 350 hari sedang menunjukkan kondisi yang sejuk. Biasanya, indikator ini akan mengindikasikan puncak pasar saat moving average pendek menembus ke atas moving average yang lebih panjang. Namun kali ini, pergerakan yang terjadi justru sebaliknya, yakni moving average pendek bergerak menjauh di bawah moving average panjang. Pola ini biasanya menjadi sinyal awal rebound yang berkelanjutan setelah fase pasar yang terlalu panas.

Tidak seperti siklus pasar sebelumnya, sejak Maret lalu Bitcoin mempertahankan tren naik makro tanpa mengalami overheating yang signifikan. Pergerakan harga yang bertahap dan stabil menciptakan pola bottom yang lebih jelas, berbeda dengan bottom yang terjadi setelah fase capitulation atau penjualan besar-besaran secara mendadak. Pola bottom semacam ini menandai titik pijak yang lebih sehat untuk memulai fase pemulihan jangka menengah hingga panjang.

Level-Level Kunci Harga dan Risiko di Depan

Saat ini, Bitcoin bertahan di atas level retracement Fibonacci 23,6% dekat harga $63.007 dan bergerak di kisaran $68.905. Walaupun harga masih terkunci di bawah resistance utama di $71.672, penembusan di atas level ini bisa membuka peluang kenaikan menuju sekitar $78.676. Konfirmasi kenaikan yang lebih kuat baru akan terwujud jika Bitcoin mampu menetapkan level $85.680 sebagai dukungan harga secara berkelanjutan.

Namun demikian, risiko penurunan masih ada. Rasio suplai pemegang jangka pendek terhadap jangka panjang (STH/LTH) melonjak melewati batas atas rata-ratanya. Peningkatan kepemilikan jangka pendek biasanya berasosiasi dengan volatilitas yang lebih tinggi dan potensi tekanan jual kembali. Situasi ini berpotensi menghambat kenaikan Bitcoin melewati resistance kunci, bahkan bisa mendorong harga kembali turun ke sekitar $63.000 jika tekanan jual kembali meningkat. Hal ini akan menggagalkan skenario bullish jangka pendek.

Peluang dan Perkembangan yang Perlu Diwaspadai

Jika indikator on-chain dan aliran modal baru terus menunjukkan kekuatan, Bitcoin berpeluang untuk menembus resistance saat ini dan memulai tren kenaikan yang lebih besar. Namun, kondisi pasar yang masih rentan volatilitas mengharuskan para pelaku pasar mencermati level-level kunci dan dinamika suplai kepemilikan untuk menghindari risiko koreksi tajam. Secara keseluruhan, data terbaru mengisyaratkan bahwa fase konsolidasi dan bottoming tengah berlangsung, yang dapat menjadi titik awal bagi Bitcoin sejak hampir tiga tahun terakhir untuk memulai siklus bullish baru yang berkelanjutan.

Berita Terkait

Back to top button