Bitcoin Terus Melemah: Pakar Ungkap Risiko Jual Sekarang atau Bertahan Saat Crash 30%

Pasar cryptocurrency kembali mengalami tekanan signifikan dengan penurunan nilai bitcoin hingga hampir 30% dalam pekan pertama Februari. Harga bitcoin turun dari sekitar $70.000 menjadi $60.062, menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai langkah terbaik yang harus diambil, apakah menjual aset sekarang atau menahan posisi.

Menurut analis Deutsche Bank, Marion Laboure, penurunan ini mencerminkan mundurnya minat dari investor tradisional dan semakin memburuknya sentimen pasar terhadap aset digital. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar untuk para pemegang bitcoin: apakah saat ini waktu yang tepat untuk menjual sebelum kerugian bertambah besar?

Pendapat Para Ahli tentang Menjual atau Menahan Bitcoin

Victor Gillibert, pendiri platform edukasi kripto Fibo Crypto, menilai bahwa menjual bitcoin saat penurunan harga tajam bisa menjadi keputusan terburuk bagi investor. Ia mengamati pola pasar yang berulang setiap kali bitcoin mengalami koreksi 30%. Ia mengatakan, “Setiap kali bitcoin turun sebesar itu, banyak yang bertanya apakah harus keluar. Namun, mereka yang menjual biasanya akhirnya membeli kembali dengan harga yang lebih tinggi beberapa bulan kemudian.”

Gillibert juga menekankan bahwa tidak ada perubahan fundamental yang signifikan dalam ekosistem bitcoin, seperti akumulasi ETF yang masih berlangsung dan efek pasokan dari event halving yang masih berperan. Menurutnya, ketertarikan institusi atas bitcoin tidak akan hilang hanya gara-gara satu minggu yang buruk.

Sementara itu, See Wenwei dari YAP Global, perusahaan hubungan masyarakat dan komunikasi di bidang kripto, menambahkan bahwa pertanyaan mengenai apakah harus menjual sering muncul setiap kali terjadi koreksi tajam pada bitcoin. Ia menilai penurunan terbaru adalah bagian dari pola koreksi pasca-bull run yang umum terjadi.

Menurut Wenwei, koreksi ini dipicu oleh sentimen risk-off, keluarnya dana dari ETF institusional, pengambilan keuntungan, dan tekanan pasar yang lebih luas. Namun, ia melihat kejadian ini bukan sebagai tanda hilangnya minat terhadap bitcoin, melainkan sebagai bagian dari proses pematangan aset digital tersebut.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Bitcoin

  1. Sentimen negatif dari investor tradisional yang mulai menarik dana.
  2. Arus keluar dana dari produk ETF kripto yang dikuasai institusi.
  3. Aktivitas pengambilan keuntungan setelah kenaikan harga yang signifikan.
  4. Tekanan makroekonomi dan pasar keuangan global yang tidak stabil.
  5. Proses supply shock yang masih berlangsung sejak event halving terakhir.

Situasi ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih sangat volatil dan dipengaruhi berbagai faktor eksternal. Investor sebaiknya memahami dampak jangka panjang dari perubahan harga ini, bukan hanya reaksi jangka pendek yang emosional.

Untuk investor yang mempertimbangkan langkah selanjutnya, para ahli menyarankan untuk tetap menggunakan strategi investasi yang matang dan tidak terburu-buru menjual saat harga jatuh. Mengingat sejarah pergerakan bitcoin yang kerap mengalami fluktuasi besar, keputusan menjual atau menahan harus didasarkan pada analisis fundamental dan tujuan keuangan masing-masing individu.

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Risiko kerugian tetap ada dalam berinvestasi, sehingga konsultasi dengan penasihat keuangan profesional sangat disarankan sebelum mengambil keputusan.

Exit mobile version