Standard Chartered Pangkas Target Harga Bitcoin 50%, Prediksi Turun ke $50.000 Tahun Ini

Author: Qoo Media

Bank investasi Standard Chartered baru-baru ini memangkas target harga Bitcoin hingga 50 persen. Penurunan ini mencerminkan pandangan suram terhadap pergerakan harga aset kripto dalam jangka pendek dan tahun penuh mendatang.

Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin turun hampir 30 persen dan terus mengalami volatilitas yang signifikan. Saat ini, harganya berada di kisaran $65.190, jauh di bawah puncak tertinggi Oktober yang mencapai $124.000. Indeks Crypto Fear & Greed pun menunjukan angka 5, menandakan kondisi “Extreme Fear” di pasar.

Pengaruh ETF terhadap Penurunan Harga Bitcoin

Standard Chartered menyebut dinamika dana exchange-traded fund (ETF) sebagai salah satu faktor utama yang menekan harga Bitcoin. Geoff Kendrick, kepala riset aset digital Standard Chartered, mengungkapkan bahwa banyak pemegang ETF yang membeli di harga tinggi cenderung melakukan pengurangan kepemilikan ketimbang membeli saat harga turun.

Kepemilikan Bitcoin dalam ETF menurun hampir 100.000 BTC sejak puncak Oktober 2025. Harga rata-rata pembelian di ETF sekitar $90.000, menyebabkan kerugian tidak terealisasi sekitar 25 persen bagi banyak investor. Kondisi ini menciptakan risiko tekanan jual lanjutan apabila percepatan penebusan terjadi.

Kondisi Pasar Kripto dan Korelasi dengan Pasar Ekuitas

Sejak awal tahun, pasar kripto melemah tajam dengan penurunan Bitcoin hampir 23 persen sementara kapitalisasi pasar total menyusut secara signifikan. Gejolak ini disertai likuidasi besar dan volatilitas tinggi yang memperparah sentimen negatif.

Selain itu, aset kripto semakin menunjukkan korelasi dengan pasar ekuitas yang juga melemah akibat menurunnya selera risiko. Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi global dan ketidakpastian kebijakan suku bunga mengalihkan investor ke aset aman seperti emas.

Pasar saat ini tidak mengharapkan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve sebelum pergantian ketua pada pertengahan Juni. Kebijakan ini membatasi dukungan jangka pendek bagi aset berisiko, termasuk kripto. Ditambah lagi, ketidakjelasan regulasi di Amerika Serikat dan tekanan likuiditas pada beberapa institusi turut menekan kepercayaan dan volume perdagangan.

Penurunan Harga Bitcoin Tidak Separah Siklus Sebelumnya

Meski Outlook jangka pendek cenderung bearish, Standard Chartered menganggap penurunan harga saat ini belum mencapai tingkat yang sangat parah. Pada puncak terburuk awal Februari, Bitcoin turun sekitar 50 persen dari tertinggi Oktober dengan sekitar setengah suplai yang masih dalam posisi untung.

Kondisi ini berbeda dengan krisis tahun 2022 yang melibatkan keruntuhan platform besar seperti Terra/Luna dan FTX, menandakan pasar aset kripto kini lebih matang dan memiliki pondasi struktural yang lebih kuat.

Revisi Target Harga Bitcoin dan Aset Kripto Lainnya

Standard Chartered memperkirakan Bitcoin akan merosot ke level sekitar $50.000 dalam beberapa bulan mendatang. Sementara Ether diprediksi menyentuh dasar kisaran $1.400.

Rincian revisi target harga untuk akhir tahun meliputi:

  1. Bitcoin: turun dari $150.000 menjadi $100.000
  2. Ether (ETH): turun dari $7.500 menjadi $4.000
  3. Solana (SOL): turun dari $250 menjadi $135

Namun, target jangka panjang tetap dipertahankan, dengan perkiraan harga Bitcoin mencapai $500.000 dan Ether sebesar $40.000 pada akhir 2030.

Perubahan fokus standar terhadap pasar kripto ini menunjukkan dinamika pasar yang sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal eksternal ekonomi makro dan perilaku investor institusi. Pemantauan kondisi ETF serta kebijakan suku bunga tetap menjadi elemen kunci dalam pergerakan harga Bitcoin dan aset digital lain di tahun ini.

Terbaru