Bitcoin mengalami penurunan lebih dari 50% dari puncaknya pada Oktober hingga awal Februari. Saat ini, harga Bitcoin masih sekitar 47% di bawah rekor tertinggi, meskipun telah memperlihatkan pemulihan ringan sejak mencapai titik terendah dalam 52 minggu terakhir.
Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak tahun 2022 dan tampak mengikuti pola siklus empat tahunan Bitcoin. Sebagian pemegang jangka panjang melakukan antisipasi penurunan harga, yang membuat pasar terus menurun. Pertanyaannya, apakah harga Bitcoin akan terus turun atau sudah saatnya membeli? Sejarah memberikan jawaban yang lebih jelas.
Penurunan Terbesar dalam Sejarah Bitcoin
Penurunan terbaru masuk peringkat ketujuh terbesar dalam sejarah Bitcoin. Enam penurunan sebelumnya lebih parah dari sekarang. Namun, sebagian besar penurunan berakhir dengan pemulihan cepat, bukan pasar bearish yang berkepanjangan. Hal ini memberi harapan bahwa Bitcoin mungkin segera bangkit lagi.
Kemiripan pola penurunan ini dengan siklus sebelumnya terlihat dalam beberapa aspek. Pertama, titik terendah penurunan sekarang tercapai setelah 123 hari dari puncak harga, lebih lama dibandingkan siklus sebelumnya yang rata-rata mencapai titik rendah dalam 4 bulan. Kedua, siklus empat tahunan Bitcoin selalu berakhir dengan harga puncak mendekati akhir periode empat tahun karena faktor halving, yaitu pengurangan hadiah penambangan Bitcoin yang berlangsung rutin.
Riwayat Siklus Penurunan Bitcoin
Riwayat tiga siklus Bitcoin terakhir menunjukkan pola penurunan signifikan dengan durasi dan besaran sebagai berikut:
- Siklus November 2013 – Januari 2015: penurunan 87,7% selama 411 hari
- Siklus Desember 2017 – Desember 2018: penurunan 84,3% selama 363 hari
- Siklus November 2021 – November 2022: penurunan 77,6% selama 376 hari
Jika pola ini berulang, Bitcoin berpotensi turun lagi hingga 70%-80% dari puncak Oktober. Penurunan tersebut mungkin berlanjut hingga kuartal terakhir tahun ini, mengingat siklus rata-rata peak-to-trough berlangsung minimal satu tahun.
Faktor Pendukung untuk Pemulihan
Meski demikian, ada alasan untuk optimis bahwa penurunan ini bisa lebih singkat dan tidak terlalu dalam. Saat ini, investor institusi dan Wall Street mulai aktif membeli Bitcoin, terutama setelah peluncuran ETF Bitcoin pada awal tahun ini. Hal ini memperluas basis pasar dan meningkatkan likuiditas yang mendukung harga.
Selain itu, pemerintah AS kini juga memiliki aset Bitcoin dalam cadangannya, meningkatkan legitimasi aset ini di mata institusi besar. Matt Hougan dari Bitwise menyatakan bahwa adanya arus dana masuk ke ETF dan perusahaan penyimpanan Bitcoin sudah membantu mencegah siklus penurunan lebih dalam yang diperkirakan mulai tahun lalu.
Dukungan Regulasi dan Kebijakan Moneter
Kondisi makroekonomi juga menghadirkan faktor positif. Federal Reserve diperkirakan akan melanjutkan pemotongan suku bunga, sementara sejumlah pejabat pemerintah menunjukkan sikap pro kripto. Regulator seperti SEC dan CFTC aktif merancang aturan untuk mengatur transaksi blockchain sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor.
Maka, meski belum bisa dipastikan apakah ini titik terendah Bitcoin, harga saat ini sudah berada di posisi yang relatif menarik untuk dibeli. Namun, waktu masih diperlukan untuk melihat apakah penurunan akan berlanjut atau pasar sudah memasuki fase pemulihan.
Pertimbangan Sebelum Membeli Bitcoin
Investor disarankan mempertimbangkan berbagai faktor dan tidak hanya mengandalkan Bitcoin, karena pilihan investasi lain juga menjanjikan potensi keuntungan signifikan. Misalnya, dalam daftar analisis saham terbaik dari tim Stock Advisor, terdapat 10 saham yang diprediksi menghasilkan keuntungan besar meski Bitcoin tidak termasuk di dalamnya.
Sebagai gambaran, investasi $1.000 di saham Netflix dan Nvidia pada saat rekomendasi pertama kali bahkan mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan ribu dolar dalam waktu bertahun-tahun. Ini menunjukkan pentingnya diversifikasi dan analisis menyeluruh saat memutuskan berinvestasi di aset berisiko seperti Bitcoin.
Seiring pergerakan siklus dan kebijakan yang mendukung, kondisi pasar Bitcoin bisa berubah cepat. Oleh karena itu, memahami pola historis dan perkembangan terbaru memberi wawasan strategis bagi investor untuk menentukan timing pembelian terbaik.
