Harvard Management Company melakukan perubahan signifikan dalam portofolio kripto mereka pada kuartal keempat dengan mengurangi kepemilikan pada iShares Bitcoin Trust ETF sekitar 20 persen. Sebaliknya, mereka mulai menanamkan modal pada iShares Ethereum Trust ETF, sebuah langkah yang menunjukkan diversifikasi menuju aset digital lain di luar Bitcoin.
Data dari laporan SEC mengungkapkan bahwa pada akhir Desember, Harvard memegang 5.353.612 saham iShares Bitcoin Trust dengan nilai pasar sekitar $265,8 juta. Sementara itu, mereka mengakuisisi 3.873.044 saham baru pada iShares Ethereum Trust, yang bernilai sekitar $86,8 juta, sehingga total eksposur mereka di ETF kripto mencapai lebih dari $352 juta.
Sejak pengungkapan awal pada Agustus, Harvard awalnya memiliki posisi senilai $116 juta di iShares Bitcoin Trust. Pada November, jumlah saham ini naik menjadi sekitar $350 juta. Namun, di tengah kondisi pasar yang volatil sejak akhir tahun lalu, muncul kecenderungan pengurangan kepemilikan pada ETF Bitcoin spot selama dua bulan pertama tahun ini.
Para pengamat industri berbeda pendapat mengenai alasan di balik rebalancing ini. Menurut Sean Bill, CIO Bitcoin Standard Treasury Company, Harvard mungkin menganggap Ethereum undervalued dibanding Bitcoin dan menggunakan “trading relatif nilai” untuk mengoptimalkan portofolio digital asetnya. Ia juga menduga adanya batasan eksposur digital aset yang membuat Harvard menurunkan porsi Bitcoin guna memberi ruang pada posisi Ethereum jangka pendek.
Jennifer Ouarrag, Kepala Legal di penyedia institusional staking Twinstake, menilai bahwa langkah Harvard menunjukkan pandangan lebih terperinci terhadap peluang di pasar aset digital. Bitcoin masih berperan sebagai “proxy nilai simpanan institusional utama,” sedangkan Ethereum memberikan eksposur pada ekosistem kontrak pintar yang lebih luas. Pendekatan ini mencerminkan “re-kalibrasi ke aset dengan beragam pendorong pengembalian,” yang dianggap lebih sesuai dengan tren alokasi terbaru.
Selain itu, Nima Beni, pendiri Bitlease, menyoroti perbedaan mendasar antara dua aset tersebut yaitu Bitcoin sebagai uang yang tak terubah dan Ethereum sebagai infrastruktur yang dapat diprogram. Ia menambahkan bahwa orientasi Harvard kemungkinan dipengaruhi oleh kejelasan regulasi dan kemudahan akses ETF, sehingga fokus pada kepatuhan jangka pendek melalui produk yang mudah diterima di pasar institusional.
Menurut Iva Wisher, pendiri Midl, pengurangan eksposur Bitcoin bukan tanda hilangnya kepercayaan, tetapi merupakan langkah untuk keluar dari “eksposur kripto aset tunggal.” Dia menilai tindakan ini mencerminkan kematangan investasi dalam kelas aset digital yang mulai diperlakukan sebagai kategori tersendiri, bukan sekadar spekulasi tunggal.
Laporan dari Abdul Rafay Gadit, co-founder Zigchain, menekankan bahwa meskipun terjadi penyesuaian bobot dalam ETF, Harvard tetap merupakan investor jangka panjang. Sinyal yang lebih penting adalah apakah institusi secara bertahap memperluas kepercayaan mereka pada infrastruktur blockchain dan teknologi on-chain, bukan hanya memilih antara Bitcoin atau Ethereum.
Berikut rangkuman lengkap perubahan portofolio Harvard di kuartal terakhir:
1. Pengurangan saham iShares Bitcoin Trust dari 6,813,612 menjadi 5,353,612.
2. Penambahan saham iShares Ethereum Trust sebanyak 3,873,044 sebagai posisi baru.
3. Total eksposur kripto melampaui $352 juta.
4. Perubahan terjadi di tengah kendala regulasi dan volatilitas pasar.
Perubahan ini menggambarkan dinamika baru dalam pengelolaan aset digital oleh institusi besar dan memperlihatkan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap kripto dengan strategi pemilihan aset yang semakin matang dan terdiversifikasi.
