Arthur Hayes Prediksi Gelombang Likuiditas $572 Miliar Bisa Ledakkan Harga Bitcoin Menuju Rally Besar!

Author: Qoo Media

Arthur Hayes, pendiri BitMEX, memproyeksikan potensi pergerakan besar pada harga Bitcoin. Ia mengaitkan hal ini dengan gelombang likuiditas sebesar $572 miliar yang diperkirakan mengalir dari Washington.

Pergerakan ini dipicu oleh perubahan kebijakan Treasury terkait Treasury General Account (TGA) dan program buyback utang yang lebih intensif. Secara sederhana, ini berarti lebih banyak uang tunai akan masuk kembali ke dalam sistem keuangan.

Keselarasan Kebijakan Treasury dan Dampaknya

TGA merupakan akun pemerintah yang berperan seperti rekening giro di Federal Reserve. Saat saldo TGA tinggi, uang tersebut tidak beredar di pasar. Namun, saat saldo ini menyusut, dana tersebut mengalir ke sistem perbankan dan meningkatkan likuiditas pasar secara keseluruhan.

Menurut Hayes, kebijakan Treasury ini merupakan bentuk stimulus tersembunyi. Meskipun Federal Reserve terus mengisyaratkan pengetatan moneter, Treasury secara diam-diam menyuntikkan kembali dana ke dalam ekonomi untuk menstabilkan pasar utang.

Likuiditas yang meningkat, walau tidak diumumkan sebagai pelonggaran moneter, tetap menghasilkan efek signifikan. Dalam pasar yang sangat dipengaruhi oleh arus dana, keberadaan likuiditas menjadi penentu utama pergerakan aset berisiko seperti Bitcoin.

Perkiraan Arus Likuiditas Senilai $572 Miliar

Saldo TGA saat ini berada sekitar $750 miliar, sementara target Treasury adalah sekitar $450 miliar. Ini berarti akan ada penarikan dana sekitar $301 miliar yang kembali ke pasar finansial. Selain itu, program buyback Treasury diperkirakan dapat menyuntikkan likuiditas tambahan sebesar $271 miliar per tahun.

Secara total, Hayes memperkirakan adanya aliran dana neto sekitar $572 miliar yang akan memasuki sistem sebelum akhir tahun ini. Jumlah ini cukup signifikan untuk mengimbangi kebijakan Fed yang bersifat pengetatan kuantitatif.

Dua Skenario Harga Bitcoin dan Prospek Rally

Hayes menyatakan bahwa fase sulit bagi cryptocurrency sudah berlalu. Bitcoin selama ini bergerak sejalan dengan kondisi likuiditas global. Dengan ekspansi dolar kembali terjadi, kondisi pasar menjadi lebih mendukung bagi harga Bitcoin untuk naik.

Selain itu, kondisi saat ini menunjukkan tingkat funding rate yang ekstrem, menandakan posisi short yang berlebihan di pasar Bitcoin. Jika likuiditas Treasury yang baru mulai mengalir saat posisi short masih dominan, hal ini bisa memicu short squeeze yang cepat.

Hayes menilai peluang Bitcoin untuk mendekati harga tertinggi sepanjang masa, bahkan menargetkan level $100.000. Keyakinan ini juga diamini oleh para pelaku pasar besar yang mulai mengakumulasi ekspose selama periode penurunan harga.

  1. Penarikan saldo TGA sebesar $301 miliar meningkatkan likuiditas pasar.
  2. Program buyback Treasury menyumbang tambahan sekitar $271 miliar likuiditas.
  3. Total likuiditas yang mengalir diperkirakan $572 miliar.
  4. Kondisi funding rate ekstrem mengindikasikan potensi short squeeze.
  5. Proyeksi harga Bitcoin menuju level tertinggi sepanjang masa, $100.000.

Arthur Hayes melihat bahwa perbedaan antara sinyal moneter resmi Fed dan tindakan Treasury membuka peluang pasar. Saat aliran likuiditas kembali deras, pasar aset berisiko cenderung bergerak positif.

Fenomena tersebut memberikan sinyal bahwa momentum rally besar dalam pasar kripto semakin mungkin terjadi dalam waktu dekat. Dengan dukungan likuiditas yang kuat, Bitcoin berpeluang mengalami lonjakan harga secara signifikan.

Terbaru