Eks Goldman Sachs Prediksi Bitcoin Bakal Melejit ke 140.000 Dolar Karena Ledakan Likuiditas Global dan Perubahan Regulasi Bank

Menurut Raoul Pal, mantan eksekutif Goldman Sachs dan investor makro, pergerakan harga Bitcoin dipengaruhi lebih oleh kondisi likuiditas daripada sentimen pasar. Dia mengamati bahwa sinyal-sinyal mulai menunjukkan pola yang secara historis mendahului lonjakan harga yang tajam.

Pal menilai Bitcoin saat ini diperdagangkan pada tingkat diskon yang dalam terkait kondisi likuiditas global. Pada siklus sebelumnya, kesenjangan antara perluasan likuiditas dan harga tidak tertutup secara bertahap, melainkan terjadi penutupan yang cepat dan kuat. Dia menyatakan, “Jika kesenjangan itu tertutup, Bitcoin tidak akan naik perlahan, melainkan melonjak ke rentang harga yang lebih tinggi.”

Faktor-faktor Kunci di Balik Proyeksi Lonjakan Bitcoin

Pal memusatkan perhatiannya pada potensi titik infleksi likuiditas yang diperkirakan terjadi pada kuartal pertama tahun depan. Ada beberapa faktor makro yang konvergen dalam periode tersebut:

  1. Perubahan Regulasi Bank
    Penyesuaian aturan Enhanced Supplementary Leverage Ratio (ESLR) diprediksi dapat memungkinkan bank menampung lebih banyak utang pemerintah tanpa membatasi neraca mereka. Ini memberi Departemen Keuangan AS fleksibilitas lebih besar dalam memonetisasi defisit dan meningkatkan likuiditas sistemik secara luas.

  2. Dinamika Treasury General Account (TGA)
    TGA yang mengalami pengurangan biasanya menyebabkan aliran likuiditas cepat masuk ke pasar. Pal memperkirakan fenomena ini akan berlangsung semakin cepat, memperkuat kondisi pasar modal.

  3. Pelemahan Dolar AS dan Ekspansi Likuiditas dari China
    Pelemahan dolar AS biasanya menjadi sinyal pelonggaran kondisi keuangan. Kombinasi ini dengan pelebaran neraca keuangan China menciptakan latar belakang yang lebih kondusif untuk aset berisiko seperti Bitcoin.

Pal menilai likuiditas sudah mulai meningkat dengan kecepatan yang tidak sepenuhnya tercermin dalam harga pasar saat ini. Dia memperkirakan jika harga Bitcoin bertepatan dengan kondisi likuiditas tersebut, nilai Bitcoin bisa mencapai sekitar $140.000, yang berarti kenaikan sekitar 106% dari tingkat harga terkini.

Data Siklus Bisnis dan Prospek Perbaikan Ekonomi

Pal juga mengaitkan indikator prospektif siklus bisnis, seperti indeks Institute for Supply Management (ISM), dengan kondisi keuangan saat ini. Dalam pendapatnya, kondisi keuangan mengarah ke ISM dengan jeda sekitar sembilan bulan, diikuti oleh likuiditas global. Indikator yang diamati Pal meliputi:

  • Stimulus fiskal
  • Insentif pajak untuk investasi aset tetap
  • Pengeluaran modal di pusat data dan infrastruktur energi
  • Kemungkinan peringanan suku bunga hipotek

Perbaikan indikator-indikator ini cenderung meningkatkan kepercayaan dan aktivitas pinjaman, yang biasanya berdampak positif terhadap aset dengan beta tinggi seperti Bitcoin.

Kendala yang Pernah Menghambat Kenaikan Bitcoin

Meskipun ada perbaikan fundamental, Pal mencatat Bitcoin tertinggal karena kejadian likuidasi pada 10 Oktober yang menyebabkan kerusakan struktural pada pasar kripto. Peristiwa tersebut tidak hanya soal kepanikan jual, tetapi juga gangguan teknis pada API bursa dan hilangnya penyedia likuiditas sementara. Hasilnya, harga jatuh di bawah nilai fundamentalnya.

Strategi jual opsi panggilan massal sekitar level $100.000 turut menekan potensi kenaikan. Namun Pal optimis tekanan ini mulai mereda, menyiapkan panggung untuk fase akselerasi akhir siklus kripto yang disebutnya sebagai “Zona Pisang.” Tahap ini ditandai dengan repricing nonlinier yang didorong oleh likuiditas, perbaikan pertumbuhan, dan arus modal baru.

Dia memperkirakan, sebelum Zona Pisang muncul, pasar biasanya akan menghilangkan volatilitas sebelumnya dan menembus resistance struktural terutama di sekitar harga psikologis $100.000. Setelah tekanan jual terkait opsi berkurang, peluang lonjakan harga semakin kuat.

Likuiditas Sebagai Indikator Leading Harga Bitcoin

Pal menegaskan bahwa likuiditas adalah penggerak harga utama. Ketika konsensus pasar mulai bullish, pergerakan naik sudah bisa saja terjadi. Jika tekanan pembiayaan global memaksa injeksi likuiditas tambahan, Bitcoin—yang dia gambarkan sebagai “spons likuiditas global”—mungkin merespons dengan cepat.

Penutupan kesenjangan antara likuiditas dan harga bisa berarti bahwa target $140.000 bukan sekedar impian spekulatif, melainkan harga yang sudah lama menjadi tujuan pasar Bitcoin. Kondisi ini memberikan indikasi penting bagi investor dan pelaku pasar mengenai potensi rally signifikan dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Back to top button