Michael Burry mengungkapkan bahwa ia melewatkan kesempatan membeli Bitcoin pada awal 2013. Dalam sebuah unggahan di platform X, ia mengakui bahwa sempat mempertimbangkan membeli Bitcoin setelah bertemu dengan seorang teman dari Lightspeed, namun akhirnya tidak menindaklanjutinya.
Burry dikenal sebagai investor yang kerap membuat panggilan pasar penting selama 26 tahun terakhir. Ia pernah mengambil posisi short pada saham Amazon di puncak tahun 2000 dan beralih ke value small-cap pada akhir tahun yang sama. Selain itu, ia juga membeli saham Apple pada 1998 dan 2002 serta mulai masuk ke pasar saham Korea dan China menjelang pergerakan besar.
Pandangan Michael Burry tentang Bitcoin
Dalam kritiknya terhadap Bitcoin, Burry lebih menyoroti aspek fundamental daripada pergerakan harganya. Ia menilai Bitcoin masih kurang memiliki utilitas nyata dalam ekonomi riil. Ia berargumen bahwa Bitcoin lebih banyak didorong oleh spekulasi dan belum menunjukkan peran sebagai lindung nilai yang stabil terhadap depresiasi mata uang.
Burry juga menentang perbandingan umum antara Bitcoin dan emas yang sering disebut sebagai aset dengan pasokan terbatas. Menurutnya, Bitcoin tidak berperilaku seperti aset lindung nilai dari penurunan nilai mata uang. Sementara itu, emas dan perak mencatatkan kenaikan nilai signifikan saat terjadi ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terhadap dolar AS.
Risiko Adopsi Korporasi Bitcoin
Walaupun sekitar 200 perusahaan publik diketahui memegang Bitcoin, Burry memperingatkan bahwa hal tersebut tidak menjamin keberlanjutan investasi ini. Posisi Bitcoin dalam laporan keuangan harus dinilai secara pasar atau mark to market. Penurunan harga yang terus menerus bisa memicu penjualan paksa melalui mekanisme pengendalian risiko perusahaan.
Burry mengaitkan tekanan pasar crypto dengan dampak di aset tokenisasi lainnya. Penurunan Bitcoin menyebabkan penurunan tajam pada harga emas dan perak tokenisasi karena likuidasi oleh trader dan pihak korporasi yang mengambil untung. Produk futures logam tokenisasi yang tidak didukung logam fisik berpotensi mengalami "spiral kematian kolateral" yang mengarah pada kehancuran pasar.
Ketertarikan Pada Tokenisasi
Di sisi lain, Burry menunjukkan minat pada tren tokenisasi aset digital. Ia mengamati bahwa adopsi tokenisasi oleh institusi besar seperti JPMorgan Chase & Co. semakin meningkat, contohnya melalui penerapan JPM Coin untuk layanan klien. Minat ini mencerminkan pergeseran industri ke arah integrasi aset digital yang bisa mengubah persepsi tentang keandalan cryptocurrency sebagai instrumen investasi.
Namun, Burry tetap menekankan perlunya kewaspadaan bagi investor dalam menilai dampak adopsi korporasi dan dinamika pasar token digital. Bitcoin, menurutnya, belum bisa dianggap sebagai investasi yang stabil dan berfungsi sebagai lindung nilai jangka panjang di tengah gejolak ekonomi dan pasar global.
Daftar fakta penting terkait pandangan Michael Burry tentang Bitcoin:
- Pernah mempertimbangkan beli Bitcoin pada 2013, namun tidak jadi membeli.
- Mengkritik Bitcoin karena kurangnya utilitas nyata dan didorong oleh spekulasi.
- Menolak perbandingan Bitcoin dengan emas sebagai aset lindung nilai.
- Menyoroti risiko penjualan paksa dari perusahaan publik yang memiliki Bitcoin.
- Mengaitkan pelemahan Bitcoin dengan likuidasi di pasar futures logam tokenisasi.
- Tertarik pada tren tokenisasi aset digital yang diadopsi institusi besar.
Pandangan Michael Burry menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin semakin populer, risiko dan ketidakpastian fundamentalnya masih menjadi hal penting untuk diperhatikan. Investor diingatkan untuk memahami risiko pasar dan dinamika adopsi teknologi baru dalam mengelola portofolio aset digital mereka.
