Pasar kripto tengah menghadapi tekanan akibat kombinasi sejumlah faktor makroekonomi dan kebijakan perdagangan global. Namun menurut analis Fundstrat, Tom Lee, kondisi ini belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau runtuhnya pasar secara fundamental.
Lee menjelaskan bahwa penurunan tajam Bitcoin sekitar 50% yang terjadi baru-baru ini sebaiknya dipahami sebagai "badai sementara" yang dipicu oleh kejutan eksternal, bukan kerusakan struktural dalam ekosistem blockchain. Penurunan ini lebih banyak didorong oleh dampak aturan tarif dan keputusan Mahkamah Agung AS, bukan oleh masalah teknologi yang mendasar.
Dampak Keputusan Mahkamah Agung dan Tarif Perdagangan
Putusan Mahkamah Agung yang membatalkan sebagian besar tarif darurat Presiden Trump sempat memancing reli positif di pasar saham. Menurut Lee, sentimen ini memperlihatkan kelegaan investor karena ada pembatasan kekuasaan eksekutif dan pemisahan yang jelas antara saham terdampak tarif dengan yang tidak. Sektor teknologi, perangkat lunak, dan kripto sendiri tercatat relatif terlindungi dari tekanan tarif awal, memungkinkan peluang pertumbuhan lebih lanjut ketika ketidakpastian mulai berkurang.
Namun, respon cepat Trump yang menaikkan tarif alternatif menjadi 15% di bawah klausul lain justru memicu rotasi risiko dan menciptakan kecenderungan pelarian modal ke aset safe haven. Emas dan perak mencatat reli kuat dengan harga emas menyentuh level lebih dari $5.160 per ounce, sementara harga Bitcoin sempat turun di bawah $65.000.
Menepis Mitos ‘Crypto Winter’
Lee menyangkal narasi yang menyebut kondisi saat ini sebagai “musim dingin kripto”. Ia menggarisbawahi pertumbuhan signifikan aktivitas transaksi harian Ethereum dan percepatan tokenisasi untuk menegaskan bahwa pasar kripto masih berkembang pesat. Integrasi lebih dalam dengan institusi Wall Street juga menjadi indikator positif yang menunjukkan kekuatan fundamental sektor ini.
Menurutnya, performa cemerlang emas telah menggeser minat investasi dari aset spekulatif seperti kripto yang cenderung tidak mempunyai leverage signifikan. Mereka yang mencari keuntungan cepat beralih ke logam mulia sebagai tempat berlindung.
Sejarah dan Pola Pasar Bitcoin yang Berbeda
Tom Lee mengingatkan bahwa penurunan sebesar 50% sudah terjadi tujuh kali sepanjang sejarah Bitcoin dan kerap kali menjadi tanda awal pasar bear yang dalam. Namun kali ini, pola pergerakan harga lebih lambat dan gradual, bukan penurunan abrupt hingga 70% seperti sebelumnya.
Ia menyebut fenomena ini sebagai “bear market blues” dimana penurunan dilakukan secara bertahap tanpa euforia berlebihan di puncak pasar. Pola ini juga konsisten dengan siklus tahunan pasar yang mengindikasikan perlunya kewaspadaan tanpa harus terlalu optimistis.
Peran Kebijakan Moneter dan Inflasi
Faktor makro lain yang berpotensi memengaruhi tren kripto adalah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve. Penurunan inflasi sebagai dampak lewat tarif perdagangan dan pelunakan pasar tenaga kerja bisa membuka peluang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Kebijakan moneter yang lebih longgar cenderung memberikan tekanan positif terhadap aset berisiko, termasuk mata uang digital.
Prospek Kripto dalam Ketidakpastian Global
Lee optimistis bahwa kondisi makro yang terus berubah dan adopsi teknologi blockchain yang semakin masif menempatkan pasar kripto dalam posisi yang tangguh. Meskipun arus modal mungkin sementara mengalir ke aset seperti emas dan saham defensif, infrastruktur dasar dan aktivitas jaringan kripto bisa membantu menjaga level harga sebagai titik dasar.
Ia menegaskan bahwa penurunan kali ini bukanlah kehancuran, melainkan badai singkat yang bisa dilalui oleh pasar. Investor dengan kesabaran dan pemahaman siklus historis diperkirakan masih akan menemukan peluang menarik dalam ekosistem digital ini.
Pasar kripto akan diuji dalam beberapa bulan ke depan sebagai respons terhadap putusan pengadilan dan dinamika tarif yang belum stabil. Namun pandangan Lee menunjukkan bahwa aturan lama pasar bearish kripto mungkin perlu direvisi karena kondisi saat ini membuka ruang optimisme yang rasional.
