Pasar kripto mengalami pelemahan tajam sejak awal Oktober, yang ternyata jauh lebih serius dibandingkan keruntuhan FTX sebelumnya. Frank Holmes, Ketua Eksekutif Hive Digital Technologies, menyatakan bahwa skala likuidasi pada Oktober melebihi krisis kripto yang pernah terjadi, termasuk runtuhnya FTX.
Holmes menegaskan, kerugian kali ini mencapai enam kali lipat dari kerugian FTX. Berbeda dengan kasus FTX di mana dana sebagian besar berhasil kembali ke sistem, kali ini likuidasi mengakibatkan modal hilang secara permanen tanpa ada pemulihan.
Faktor Penyebab dan Dampak Pasar
Menurut Holmes, fenomena ini mirip dengan crash pasar saham tahun 1987 yang diperparah oleh strategi lindung nilai (hedging) menggunakan futures. Penjualan berantai yang terjadi karena setiap penurunan harga diikuti oleh penjualan lebih besar menciptakan tekanan pasar yang memicu penurunan makin dalam.
Akibat peristiwa tersebut, tidak hanya pasar kripto yang terguncang, tetapi kerusakan ekonomi tersebar ke sektor lain secara global. Fenomena likuidasi besar-besaran ini menjadi penyebab utama sulitnya pasar menemukan titik terendah yang stabil sejak awal bulan tersebut.
Pengalaman Masa Lalu sebagai Pembelajaran
Holmes membandingkan likuidasi ini dengan dua peristiwa sebelumnya yang mempengaruhi pasar kripto secara signifikan, yaitu keluarnya penambang dari China dan skandal FTX. Penurunan pasar setelah kedua peristiwa itu memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan untuk mencapai stabilisasi.
Namun, likuidasi bulan Oktober menghapus modal yang jauh lebih besar, sehingga proses pemulihan menjadi lebih panjang dan kompleks. Banyak hedge fund yang kehabisan dana karena mereka menggunakan leverage tinggi dan strategi delta neutral yang gagal menghadapi tekanan pasar.
Tekanan Baru dari Pasar Global
Holmes awalnya memperkirakan pasar akan menemukan titik terendah pada pertengahan Januari. Namun, peningkatan imbal hasil obligasi Jepang dan pelepasan bernilai 500 miliar dolar dari yen carry trade memperburuk tekanan jual di pasar, memperpanjang masa gejolak hingga Januari.
Meski begitu, Holmes menunjukkan ada tanda-tanda stabilisasi mulai terbentuk pada akhir Januari hingga Februari. Adanya siklus musiman juga dianggap mendukung kemungkinan pasar bertahan pada posisi bawahnya dan memulai proses pemulihan.
Perhatian Pada Jangka Panjang
Holmes mengingatkan agar investor tidak terlalu percaya diri karena siklus pasar tidak selalu berjalan sesuai dengan jadwal yang pasti. Dia menekankan pentingnya memahami bahwa kejadian likuidasi di bulan Oktober merupakan momen penting karena menghilangkan modal dengan cara yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dibangun kembali.
Karena itulah, pemulihan pasar kripto pasca-kerugian besar ini mungkin tidak akan sama dengan pola sebelumnya, sehingga diperlukan pendekatan hati-hati untuk memprediksi dan merespon dinamika pasar kedepannya.
