Coinbase Jelaskan Koreksi Kripto Hanya Perhitungan Matematika, Bukan Bencana Besar untuk Investor!

Author: Qoo Media

Pergerakan harga aset kripto memang tidak selalu naik tanpa henti. John D’Agostino, kepala strategi institusional Coinbase, menjelaskan bahwa koreksi harga kripto adalah hasil dari perhitungan matematika, bukan sebuah bencana besar. Menurutnya, pertumbuhan eksponensial bitcoin yang terus berlanjut secara tak terbatas secara logis tidak mungkin terjadi karena aset tersebut tidak dapat melewati ukuran ekonomi dunia secara keseluruhan.

Bitcoin sendiri telah mengalami penurunan harga lebih dari 25% sepanjang tahun ini. Nilai bitcoin saat ini jauh di bawah titik puncaknya yang pernah mencapai sekitar $125,000 pada bulan Oktober tahun lalu. D’Agostino menegaskan bahwa periode koreksi atau yang disebut sebagai "mean reversion" ini merupakan siklus alami yang biasa terjadi pada aset langka seperti bitcoin. Oleh karena itu, penurunan harga sesaat sebaiknya dilihat sebagai bagian dari dinamika pasar.

Koreksi Harga sebagai Bagian dari Siklus

D’Agostino juga mengakui bahwa meskipun teori mean reversion memberikan gambaran bahwa harga akan kembali stabil dalam jangka panjang, kondisi jangka pendek tetap terasa berat bagi investor yang masuk pada puncak harga. Namun, dia menganjurkan agar investor tidak hanya fokus pada pergerakan harga di layar, melainkan melihat perkembangan infrastruktur di belakang aset kripto tersebut. Infrastruktur yang makin kuat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan dan potensi pertumbuhan ekosistem kripto.

Sejumlah perusahaan besar dalam dunia keuangan tradisional seperti Mastercard dan Visa mulai menggunakan stablecoin USDC untuk mempercepat proses penyelesaian pembayaran. Ini menunjukkan adanya pergeseran institusional yang menandai penerimaan teknologi blockchain ke dalam sistem keuangan konvensional. D’Agostino mengibaratkan sistem keuangan sekarang seperti menunggu pengiriman barang yang tertunda saat badai salju. Di masa depan, masyarakat tentu menginginkan transaksi yang cepat, aman, dan final.

Pergeseran Institusional dan Tantangan yang Dihadapi

Infrastruktur yang semakin matang memunculkan kepercayaan, tapi volatilitas bitcoin masih menjadi risiko signifikan bagi investor individu. D’Agostino menyamakan ekosistem kripto dengan industri teknologi pada masa lalu, yang memerlukan katalis untuk keluar dari periode pergerakan harga yang datar atau sideways.

Salah satu katalis paling potensial menurutnya adalah hadirnya regulasi yang jelas. Dia membandingkan kemungkinan dampak dari RUU Clarity dengan Undang-Undang Modernisasi Kontrak Berjangka Komoditas yang pernah merevolusi pasar komoditas global beberapa dekade lalu. RUU tersebut akan membangun struktur pasar formal yang mengatur perilaku bank dan peserta ekosistem kripto, sehingga mengakhiri ketidakpastian dan negosiasi panjang di sektor ini.

Potensi Adopsi dan Masa Depan Regulasi

D’Agostino optimistis kesepakatan mengenai regulasi kripto akan tercapai, meskipun aturan yang disepakati tidak sempurna. Menurutnya, meskipun demikian, kehadiran aturan tersebut akan memicu perubahan besar dalam adopsi aset digital. Selain itu, hal itu akan memberikan pengawasan lebih baik kepada badan regulasi seperti SEC dan CFTC.

Dia berharap teknologi ini bisa dinikmati oleh konsumen dengan manfaat yang maksimal. Dari perspektifnya, ranah kripto masih terus berkembang dan penyesuaian harga yang terjadi sekarang hanyalah bagian dari proses menuju ekosistem keuangan yang lebih canggih dan inklusif. Pemantauan terhadap faktor regulasi dan kemajuan infrastruktur menjadi kunci bagi investor yang ingin memahami pergerakan pasar aset digital.

Terbaru