Marathon, game yang baru-baru ini memasuki tahap server slam, mendapat sambutan beragam dari para pemain. Meski gameplay-nya dipuji, satu hal yang menjadi sorotan utama adalah desain antarmuka pengguna (UI) yang dianggap membingungkan dan tidak nyaman dipandang.
Beberapa streamer ternama seperti Kelski dan Ninja melontarkan kritik tajam terhadap UI Marathon. Kelski menggambarkan game ini sebagai “fontslop game” dengan kombinasi font, ukuran, dan gaya yang kacau. Ninja menambahkan bahwa menu di dalam game sangat kompleks hingga membuatnya bingung: "Saya tidak tahu di mana saya berada dan apa yang saya lihat."
Masalah utama UI Marathon
UI Marathon nyatanya bukan sekadar masalah estetika. Penggunaan berbagai jenis font, ukuran, dan warna neon terang menyebabkan tampilan menjadi tidak konsisten dan melelahkan mata. Tata letak yang penuh dengan beragam menu dan sub-menu juga memperparah kebingungan pemain.
Misalnya, ketika pemain ingin menyesuaikan karakter, terdapat beberapa pilihan menu seperti Shell Select untuk memilih karakter, serta Loadout, Vault, dan Armory yang masing-masing memiliki fitur pengaturan dan item berbeda. Kompleksitas ini menghambat navigasi dan membuat pengalaman awal pemain tidak intuitif.
Dampak pada pengalaman pemain
UI yang rumit dan membuat pusing ini dapat mengurangi keseruan bermain. Pemula bahkan mengalami kesulitan memahami struktur menu dan mencari opsi yang diinginkan. Reaksi awal pemain yang lebih banyak berisi keluhan tentang antarmuka daripada menikmati fitur game menunjukkan ada masalah serius.
Namun demikian, beberapa pengamat menilai isu UI ini bersifat teknis dan lebih mudah diperbaiki dibandingkan pengembangan gameplay. Marathon sendiri berhasil menghadirkan mekanika permainan yang solid dan seru. Tantangan sebenarnya adalah memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan permainan.
Langkah perbaikan yang mungkin
Pengembang freelancer dapat mempertimbangkan beberapa strategi perbaikan UI agar lebih ramah pengguna:
- Menyederhanakan gaya font menjadi satu atau dua jenis saja.
- Mengurangi variasi ukuran dan ketebalan huruf dalam sebuah halaman.
- Meminimalkan jumlah submenu yang ditampilkan sekaligus.
- Mengatur warna dengan palet yang tidak terlalu mencolok.
- Menambahkan panduan navigasi yang jelas dan mudah ditemukan.
Pendekatan ini bisa membuat tampilan lebih bersih dan intuitif tanpa mengorbankan fungsi yang ada.
Antisipasi dan harapan ke depan
Mengingat Marathon merupakan reboot dari franchise yang sudah lama dinantikan, ekspektasi terhadap kualitasnya memang sangat tinggi. Keberhasilan mekanika permainan menjadi modal awal yang bagus. Fokus berikutnya adalah menyesuaikan UI agar tidak menjadi penghalang bagi pemain baru maupun veteran.
Masukan dari komunitas dan pengujian tahap awal akan sangat berperan dalam upgrading UI. Jika perbaikan diterapkan secara tepat, Marathon berpotensi mendapatkan kembali simpati para pemain yang sempat kecewa dengan desain awal.
Perbincangan tentang UI Marathon membuka pelajaran penting bagi pengembang game. Selain menghadirkan konten menarik, aspek kemudahan penggunaan juga harus diperhatikan agar pengalaman bermain optimal. Peluncuran Marathon di kemudian hari perlu memperhatikan feedback UI agar antarmuka tidak lagi menjadi “absolute eyesore,” melainkan alat yang mendukung keseruan tanpa memperumit.






