Keputusan Federal Reserve memberikan akses langsung kepada Kraken ke infrastruktur pembayaran inti telah memicu reaksi keras dari sektor perbankan Amerika Serikat. Independent Community Bankers of America (ICBA) dan Bank Policy Institute (BPI) secara tegas menolak langkah ini karena dinilai berpotensi mengancam stabilitas sistem keuangan.
ICBA menyatakan kekhawatirannya bahwa memperbolehkan entitas nonbank, khususnya institusi kripto, memiliki akses ke akun master yang selama ini hanya digunakan oleh lembaga penyimpanan yang sangat diatur dan diasuransikan, dapat menimbulkan risiko baru bagi sistem perbankan. CEO ICBA, Rebeca Romero, menekankan pentingnya pembatasan akses akun ini hanya untuk institusi yang memenuhi standar tertinggi sektor jasa keuangan.
BPI menyoroti kurangnya transparansi dalam proses persetujuan yang dilakukan Federal Reserve. Mereka mengkritik bahwa keputusan tersebut diambil tanpa mempertimbangkan masukan publik dan tanpa kejelasan mengenai mitigasi risiko yang diterapkan untuk mengatasi potensi masalah yang signifikan. Kraken kini memiliki kemampuan memproses transaksi dolar AS langsung melalui Fed, melewati peran bank perantara.
Walaupun Kraken tidak memperoleh semua fasilitas yang diterima bank tradisional, seperti bunga atas cadangan, persetujuan ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi industri kripto. Perkembangan ini menunjukkan ketegangan yang terus berlangsung antara bank-bank tradisional dan pelaku kripto dalam peran kripto di sistem keuangan konvensional.
Ketegangan juga muncul dari perdebatan seputar regulasi stablecoin, terlebih pasca pengesahan GENIUS Act. Sektor perbankan proaktif melobi untuk mengatur ketat stablecoin karena khawatir risiko kehilangan simpanan nasabah. Laporan Departemen Keuangan AS sebelumnya memperkirakan potensi arus keluar deposito hingga 6,6 triliun dolar akibat stablecoin.
Setelah GENIUS Act disahkan, lima asosiasi perbankan, termasuk ICBA dan BPI, mengirim surat ke Kongres untuk menutup celah yang memungkinkan penerbit stablecoin membayar bunga melalui bursa. Mereka menekankan bahwa tanpa larangan eksplisit bagi bursa yang bertindak sebagai saluran distribusi stablecoin, aturan tersebut dapat dihindari sehingga berpotensi menaikkan biaya pinjaman dan mengurangi kredit untuk bisnis dan keluarga.
Perdebatan kini berlanjut dalam pembahasan CLARITY Act yang fokus pada kemampuan bursa kripto membayar imbal hasil mirip bunga atas stablecoin. Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump menunjukkan dukungan terbuka terhadap industri kripto. Trump menuding bank-bank besar sedang menghambat pelaksanaan GENIUS Act dan CLARITY Act demi kepentingan mereka sendiri.
Melalui akun Truth Social, Trump menyatakan bahwa rakyat Amerika harus mendapatkan penghasilan lebih dari uang mereka, serta mengingatkan bahwa keuntungan besar bank harus tidak mengganjal agenda kripto yang kuat. Presiden juga menegaskan bahwa kegagalan mengatur CLARITY Act dapat menyebabkan teknologi penting tersebut beralih ke China dan negara lain.
Sikap Trump ini merupakan intervensi paling tegas presiden dalam perdebatan legislatif soal penghargaan stablecoin. Ia mendorong Kongres untuk segera mengesahkan aturan pasar kripto sebelum pemilihan paruh waktu pada November, yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuasaan di Gedung Putih dan Senat.
Tidak lama sebelum pernyataan tersebut, Trump juga melakukan pertemuan tertutup dengan CEO Coinbase, Brian Armstrong, di Gedung Putih. Pertemuan ini menunjukkan adanya komunikasi intens antara pemerintah dan pelaku industri kripto tentang regulasi dan masa depan pasar digital di Amerika Serikat.
Berikut faktor-faktor utama yang mencuat dalam respons terhadap akses Kraken ke Federal Reserve:
1. Penolakan keras dari asosiasi perbankan atas risiko stabilitas sistem keuangan.
2. Kekhawatiran terkait transparansi proses persetujuan dan mitigasi risiko yang belum jelas.
3. Pertentangan regulasi stablecoin yang berkelanjutan sejak pengesahan GENIUS Act.
4. Tekanan dari presiden untuk mendukung industri kripto dan meloloskan undang-undang terkait.
5. Dampak potensial terhadap hubungan antara teknologi kripto dan sektor perbankan tradisional.
Persaingan antara bank konvensional dan sektor kripto menunjukkan dinamika kompleks dalam mengintegrasikan inovasi digital ke dalam aturan dan sistem finansial tradisional. Keputusan Federal Reserve terhadap Kraken menandai titik penting dalam evolusi hubungan ini.
