Bitcoin berhasil menembus harga di atas $73.000 setelah mengalami kenaikan sebesar 8% dalam satu hari. Lonjakan ini terjadi di tengah keresahan pasar akibat konflik di Timur Tengah yang memacu investor mencari aset lindung nilai (hedge).
Dana lebih dari $680 juta mengalir ke spot bitcoin exchange-traded funds (ETFs) dalam dua hari perdagangan terakhir. Strategi ini menunjukkan minat institusional yang kuat untuk memegang bitcoin sebagai pelindung terhadap risiko geopolitik dan inflasi masa depan. Nic Puckrin, pendiri Coin Bureau, menyatakan bahwa "aliran dana ke ETF ini menandakan bukan hanya short squeeze, tetapi perlakuan bitcoin sebagai alat lindung nilai krisis geopolitik dan inflasi."
Kenaikan Harga Bitcoin dan Ether
Dalam lima hari terakhir, bitcoin naik sekitar 11% meski sempat terkoreksi ke level $63.000 setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. Ether (ETH) juga mengikuti tren naik, mengalami kenaikan sebesar 11%, dan kini diperdagangkan mendekati angka $2.150. Kenaikan ini menandai bahwa dua aset kripto terbesar tersebut mulai pulih di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Integrasi Crypto dengan Sistem Finansial AS
Salah satu faktor penggerak utama adalah persetujuan Kraken Financial, anak perusahaan bank dari bursa kripto Kraken, untuk mendapatkan "master account" langsung dengan Federal Reserve. Ini membuat Kraken menjadi bank aset digital pertama yang bisa langsung mengakses sistem pembayaran Fedwire. Dengan akses ini, Kraken dapat menyelesaikan transaksi antarbank tanpa perantara, menandakan integrasi yang lebih dalam antara aset digital dan sistem keuangan tradisional AS.
Dampak Terhadap Saham Kripto
Berita ini juga mendorong kenaikan saham perusahaan terkait kripto, seperti Coinbase, MicroStrategy, dan Robinhood. Saham Coinbase melonjak 15%, sementara MicroStrategy dan Robinhood naik masing-masing 11% dan 8%. Akselerasi ini dipicu oleh ekspektasi bahwa regulasi dan sistem keuangan yang lebih inklusif dapat mendorong perkembangan industri kripto secara signifikan.
Pengaruh Regulasi dan Dukungan Pemerintah
Mantan Presiden Donald Trump secara terbuka mendesak bank-bank untuk bernegosiasi dengan industri kripto terkait Clarity Act. RUU ini bertujuan memberikan pengawasan federal terhadap berbagai aspek industri kripto, termasuk isu pembayaran bunga atas saldo stablecoin kepada pengguna. Trump menyatakan, "Bank-bank meraih keuntungan rekor, dan kita tidak akan membiarkan mereka melemahkan agenda kripto kuat yang bisa beralih ke China atau negara lain jika Clarity Act tidak segera ditangani."
Komentar tersebut membuka peluang bahwa pemerintah AS mungkin akan lebih mendukung kelangsungan inovasi kripto yang berpotensi berdampak positif bagi pasar, berbeda dari sikap menentang sebagian sektor perbankan. Sean Farrell, kepala aset digital di Fundstrat, menilai bahwa pernyataan tersebut menjadi katalis positif bagi industri kripto itu sendiri.
Tantangan di Tengah Tren Positif
Meski demikian, bitcoin masih mengalami penurunan sekitar 16% sejak awal tahun ini dan belum mampu merebut kembali puncak tertinggi sepanjang masa yang mencapai $126.000 pada Oktober lalu. Analis Wall Street pun menurunkan prediksi harga akhir tahun mereka, dengan sebagian besar mengantisipasi kemungkinan koreksi harga sebelum terjadi rebound pada paruh kedua tahun.
Fundstrat menyebutkan bahwa kenaikan saat ini mungkin lebih dimaksudkan untuk trading jangka pendek daripada investasi jangka panjang. Namun, pola pergerakan harga yang muncul tetap menunjukkan sinyal positif secara taktikal.
Daftar Faktor Utama yang Mempengaruhi Kenaikan Bitcoin:
- Aliran dana besar ke spot bitcoin ETF yang mencerminkan minat institusional.
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu perilaku beli sebagai lindung nilai.
- Persetujuan Federal Reserve terhadap Kraken Financial sebagai bank digital dengan akses langsung ke sistem pembayaran.
- Sentimen positif dari dukungan pemerintah, terutama terkait regulasi kripto.
- Kinerja saham perusahaan kripto yang meningkat mengindikasikan optimisme pasar.
Fluktuasi harga bitcoin dan aset digital lainnya mencerminkan kondisi pasar yang sensitif namun adaptif terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan finansial. Integrasi teknologi blockchain ke sistem finansial tradisional tampak semakin nyata, membuka peluang baru sekaligus menuntut regulasi yang jelas untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan investor.









