Bitcoin mengalami kesulitan mempertahankan kenaikan harga di tengah tekanan pasar global akibat ketegangan yang terus berlangsung di Iran. Setelah melonjak sekitar 9% pada hari sebelumnya, harga Bitcoin turun hingga 3,7% ke level terendah $70,650, memperlihatkan volatilitas yang tajam selama beberapa hari terakhir.
Kondisi pasar yang tidak menentu ini terjadi setelah serangkaian serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran, yang memicu aksi jual besar-besaran di berbagai aset seperti saham dan emas. Investor tampak lebih berhati-hati, sementara sentimen pasar berubah-ubah secara intens.
Dinamika Harga dan Sentimen Pasar
Bitcoin telah kehilangan sekitar 40% nilainya sejak puncaknya yang melampaui $126,000 pada awal Oktober. Penurunan ini disebabkan oleh ketidakpastian geopolitik dan belum jelasnya kebijakan AS terkait regulasi kripto. Total nilai pasar semua cryptocurrency yang beredar telah menyusut lebih dari $1,8 triliun sejak waktu tersebut, menurut data dari CoinGecko.
Namun, ada indikasi pemulihan dalam minat investasi terhadap Bitcoin. Tahun ini, dana exchange-traded fund (ETF) yang melacak Bitcoin di AS mencatat aliran masuk dana sebesar lebih dari $1,1 miliar, termasuk $462 juta hanya dalam satu hari pada pekan lalu. Aliran dana ini menjadi indikator penting dari kepercayaan investor terhadap pasar kripto.
Perbandingan Bitcoin dengan Emas dan Aset Digital Lainnya
Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan emas, yang biasanya dianggap sebagai aset pelindung nilai. Sejak sebelum serangan militer di Iran, emas turun hampir 2% sementara Bitcoin naik lebih dari 10%. Pola ini berbalik dari tren beberapa bulan terakhir, saat harga emas mencetak rekor tertinggi dan Bitcoin terus melemah.
Selain Bitcoin, beberapa aset digital lain juga menunjukkan ketahanan relatif terhadap gejolak geopolitik. Total nilai pasar altcoin, kecuali Ether, naik sekitar 12% sejak awal Februari menurut analis kripto Sylvain Olive. Situasi ini mengindikasikan adanya peluang selektif bahkan dalam kondisi pasar yang masih rapuh.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Pasar
Michael Brown, analis di Pepperstone Ltd, menjelaskan bahwa pasar yang sebelumnya sudah mengalami aksi pengurangan risiko berlebihan (de-risking) dan pengurangan leverage (de-leveraging) berkontribusi terhadap pembalikan arah pasar yang tajam. Sentimen yang sempat sangat bearish membuat perubahan besar bisa terjadi tanpa perlu katalis konkret yang signifikan.
Sementara itu, Caroline Mauron, co-founder Orbit Markets, menilai bahwa sentimen pasar kripto mulai berbalik positif kembali. Hal ini bisa menjadi sinyal bahwa investor mulai mencari peluang baru meskipun kondisi geopolitik masih belum stabil.
Panduan Menyikapi Volatilitas Pasar Kripto Saat Ini
- Pantau terus perkembangan geopolitik yang dapat memicu volatilitas pasar secara tiba-tiba.
- Perhatikan data aliran masuk dan keluarnya dana di produk ETF yang melacak Bitcoin sebagai indikator kepercayaan investor.
- Lakukan seleksi ketat pada aset digital, mengutamakan sinyal pasar yang mulai muncul dalam kondisi pasar yang masih berisiko.
- Pertimbangkan diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko akibat volatilitas yang tinggi.
Volatilitas pasar Bitcoin yang berkaitan dengan ketegangan di Iran menunjukkan bahwa pasar masih sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global. Kenaikan dan penurunan harga yang tajam memperingatkan para investor untuk tetap berhati-hati dan responsif terhadap perubahan kondisi pasar. Informasi dan data terbaru menjadi kunci penting dalam mengambil keputusan investasi di tengah situasi yang tidak pasti.







