Motorola telah mengejutkan pasar ponsel dengan menghadirkan Razr Fold, foldable phone yang menawarkan sistem kamera luar biasa. Jika sebelumnya kamera foldable phone kerap dianggap kurang unggul, Razr Fold kini membuktikan sebaliknya dengan pencapaian tinggi di DxOMark.
Motorola Razr Fold berhasil menempati peringkat ke-8 dalam peringkat kamera smartphone DxOMark, prestasi tertinggi yang pernah dicapai oleh ponsel lipat. Sebagai perbandingan, model foldable lain yang selama ini dikenal kuat seperti Honor Magic V5 hanya menduduki posisi ke-29. Hal ini menunjukkan bahwa Motorola berhasil mengatasi tantangan teknis dalam merancang foldable dengan kamera premium.
Keunggulan Kamera Motorola Razr Fold
Sistem kamera pada Razr Fold menggunakan sensor utama Sony Lytia 828 berukuran 50MP dengan ukuran sensor 1/1,28 inci dan piksel besar 2,44µm. Sensor ini dipadukan dengan lensa aperture lebar f/1,6 yang memungkinkan hasil foto terang dan tajam di berbagai kondisi cahaya. Tidak hanya itu, terdapat dua modul kamera tambahan: telephoto 3x zoom dengan sensor Sony Lytia 600 50MP dan kamera ultra-wide dengan bidang pandang 122 derajat beresolusi 50MP.
Kombinasi ini memungkinkan Razr Fold menghasilkan gambar yang setara dengan beberapa ponsel kamera unggulan seperti Google Pixel 10 Pro XL dan iPhone 16 Pro Max. Bahkan, kualitas gambarnya hampir menyamai Xiaomi 17 Ultra, sebuah ponsel flagship dengan reputasi kamera top.
Tantangan pada Foldable Phone Teratasi
Sejak awal, desain foldable menuntut ponsel yang sangat tipis saat dilipat agar nyaman dibawa. Ini jadi kendala karena ruang terbatas menyulitkan pemasangan sensor kamera dengan ukuran optimal. Namun, Motorola berhasil memadukan komponen besar dan berkualitas tinggi dalam bodi Razr Fold tanpa mengorbankan ketipisan dan fungsionalitas lipatnya.
DxOMark memuji Razr Fold karena performa kamera yang “well-rounded,” artinya mampu memberikan hasil optimal untuk berbagai kebutuhan fotografi, dari potret natural hingga pemotretan low light. Keunggulan lain ada pada kamera telephoto yang bekerja efektif menghasilkan zoom tajam dan minim distorsi.
Namun, hasil tes juga menunjukkan ada beberapa kekurangan minor, seperti ketidakkonsistenan fokus saat merekam video dan tingkat noise yang muncul ketika pencahayaan sangat menantang. Kedua hal ini menahan skor Razr Fold agar tidak semakin tinggi lagi di DxOMark.
Motorola Razr Fold dan Posisi di Pasar
Dengan harga jual sekitar 2.000 dolar AS, Motorola Razr Fold memang ditujukan untuk konsumen premium yang menginginkan teknologi lipat terbaru sekaligus kualitas kamera mumpuni. Model ini resmi dijual mulai bulan April, sehingga bagi pecinta inovasi foldable phone dengan kualitas kamera tinggi, Motorola Razr Fold bisa menjadi opsi utama.
Ringkasan Fitur Kamera Razr Fold:
- Sensor utama 50MP Sony Lytia 828, 1/1,28 inci, aperture f/1,6
- Kamera telephoto 3x zoom 50MP Sony Lytia 600
- Kamera ultra-wide 50MP dengan bidang pandang 122°
- Performa fotografi low light dan potret yang memuaskan
- Kemampuan zoom dan detail tinggi dalam pemotretan jarak jauh
Motorola telah berhasil mendobrak anggapan lama bahwa foldable phone selalu kompromi di sektor kamera. Razr Fold kini membuktikan bahwa inovasi desain lipat tidak harus mengorbankan kualitas fotografi. Dengan prestasi di DxOMark, Razr Fold menandai era baru bagi ponsel lipat yang juga mengunggulkan kemampuan kamera canggih.
Bagi pengguna yang mengutamakan fitur kamera dan teknologi futuristik, Motorola Razr Fold layak dipertimbangkan sebagai smartphone foldable terbaik yang ada saat ini.






