Google telah meluncurkan Canvas, sebuah alat perencanaan proyek berbasis AI yang kini tersedia untuk semua pengguna di Amerika Serikat. Canvas dapat diakses langsung dari layar AI Mode yang berada di bagian atas halaman hasil pencarian Google Search. Alat ini dirancang untuk membantu pengguna dalam berbagai aktivitas perencanaan, seperti mengatur perjalanan atau melacak beasiswa akademik secara mudah dan terintegrasi dengan data real-time dari Google Search.
Canvas tersedia pada perangkat desktop maupun mobile, termasuk smartphone dan tablet. Namun, karena tampilan Canvas muncul sebagai layar kedua di samping jendela chat utama, pengalaman pengguna di ponsel sedikit berbeda karena pengguna harus berpindah layar untuk melihat Canvas secara penuh. Meski demikian, fitur ini tetap memudahkan berbagai kebutuhan perencanaan harian dengan dukungan teknologi AI yang canggih.
Fungsi Utama Canvas: Perencanaan Perjalanan dan Akademik
Salah satu kegunaan utama Canvas adalah dalam perencanaan perjalanan. Pengguna dapat melihat dan mengatur jadwal penerbangan, akomodasi hotel, serta informasi lain yang berkaitan secara real-time. Google menyatakan, "Canvas memudahkan pembuatan rencana perjalanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna — menggabungkan data real-time Search untuk penerbangan dan hotel, detail dari Google Maps seperti foto dan ulasan, serta informasi relevan dari berbagai situs web," ujar seorang juru bicara Google kepada media CNET.
Selain itu, Canvas juga berguna sebagai alat untuk melacak beasiswa akademik, termasuk jumlah uang dan tenggat waktu pengajuan. Fitur ini membantu pelajar dan mahasiswa untuk memantau berbagai peluang beasiswa dengan lebih efektif, tanpa harus berpindah-pindah antar situs.
Integrasi dalam AI Mode Google Search
Canvas dapat diakses melalui AI Mode yang tersedia di laman pencarian Google. Pengguna tinggal menekan ikon plus yang terletak di sisi kiri kotak pengetikan untuk membuka opsi Canvas. Setelah itu, proyek yang diinginkan akan terbuka di panel samping layar. Pengguna dapat memperhalus proyek tersebut dengan perintah chat standar, bahkan dapat melihat kode dasar dari Canvas dan mengubah tampilan antarmuka, misalnya mengaktifkan mode gelap (dark mode).
Menurut Dave McCarthy, wakil presiden riset IDC Worldwide Infrastructure Research, "Peluncuran Canvas di AI Mode menandai pergeseran strategis Google, dari mesin pencari biasa menjadi ruang kerja produktivitas penuh." Ia juga menambahkan, proyek yang dibuat di Canvas secara otomatis tersimpan di riwayat AI Mode pengguna. Namun, penting bagi pengguna untuk berhati-hati dengan data yang mereka masukkan ke dalam workspace tersebut, mengingat data tersebut merupakan bagian dari aktivitas pencarian dan AI yang lebih luas.
Pengembangan dan Masa Depan Canvas
Rose Yao, wakil presiden produk Google Search, membagikan sebuah video tentang proyek Canvas yang dibuat untuk kegiatan musim panas anak-anaknya. Canvas berhasil menciptakan dashboard interaktif yang dapat mengurutkan pilihan kegiatan berdasarkan biaya, jarak, dan fokus program. Yao juga mengumumkan bahwa Google sedang menambahkan dukungan untuk tugas pemrograman dan penulisan kreatif, sehingga pengguna dapat menciptakan lebih banyak ide dengan dashboard kustom atau alat interaktif.
Google pertama kali mengenalkan Canvas pada AI Mode pada bulan Juli, dan memperluas fitur perjalanan akhir tahun itu. Namun sampai saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai peluncuran Canvas dalam bahasa lain atau ekspansi ke negara lain.
Panduan Singkat Menggunakan Canvas
- Masuk ke Google Search dan aktifkan AI Mode.
- Klik ikon plus di sisi kiri kotak chat untuk membuka opsi Canvas.
- Pilih Canvas dan buka proyek baru di panel samping layar.
- Gunakan chat prompt untuk menyesuaikan dan memperhalus rencana proyek Anda.
- Simpan proyek secara otomatis di riwayat AI Mode untuk akses berikutnya.
Dengan peluncuran Canvas, Google semakin memperkuat posisinya sebagai pengembang teknologi AI yang tidak hanya mendukung pencarian, tapi juga meningkatkan produktivitas sehari-hari. Pengguna di Amerika Serikat kini dapat memanfaatkan alat ini untuk merencanakan berbagai hal secara lebih terstruktur dan interaktif. Pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat menjangkau pengguna global dan menambahkan fungsi-fungsi baru yang lebih inovatif di masa depan.
