Bitcoin terjun ke bawah angka $69.000 pada perdagangan Jumat setelah Amerika Serikat melaporkan kehilangan 92.000 lapangan kerja. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%, menurut data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
Penurunan harga Bitcoin juga mengikuti pelemahan pasar tenaga kerja yang menimbulkan kekhawatiran ekonomi. Bitcoin sebelumnya sempat menyentuh $72.000 sebelum jatuh sekitar 5,6% ke level $68.282 menurut data CoinGecko.
Dampak Pasar Tenaga Kerja Amerika Serikat
Jumlah pengangguran yang terus bertambah memicu reaksi dari politisi. Wakil Rakyat Darren Soto dari Florida menyalahkan kebijakan Presiden Donald Trump atas kondisi pasar tenaga kerja yang melemah. Soto menyatakan bahwa "kehilangan pekerjaan ini merupakan dampak berkelanjutan dari ekonomi yang buruk akibat kebijakan tarif, korupsi, dan ketidakmampuan pemerintahan saat ini."
Sementara itu, Presiden Trump belum memberikan komentar resmi terkait laporan pekerjaan tersebut. Ia masih fokus pada isu lain, seperti pernyataannya tentang sikap keras terhadap Iran.
Pergerakan Harga dan Aktivitas Pasar Bitcoin
Volume likuidasi aset kripto dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $370 juta. Sebagian besar berasal dari posisi beli (long), dengan hampir setengahnya berkaitan dengan Bitcoin menurut platform analytics CoinGlass. Ini menunjukkan adanya tekanan jual yang beredar di pasar.
Meskipun sempat menembus puncak $74.000 beberapa hari lalu, analis Nexo, Iliya Kalchev, menilai bahwa penurunan harga saat ini tidak seharusnya menimbulkan kepanikan. Dia menyatakan, "Pasar perlu stabil di atas level yang sudah direbut, bukan percepatan harga. Stabilitas di atas $70.000 akan memperkuat keyakinan bahwa tekanan jual berkurang."
Sentimen Investor Institusional
Investor institusional masih menunjukkan tanda berhati-hati. Bitcoin Exchange-Traded Funds (ETF) mengalami penurunan kepemilikan sebesar $228 juta pada hari Kamis. Data ini mengindikasikan bahwa permintaan dari institusi belum sepenuhnya pulih, sehingga menambah volatilitas pasar Bitcoin jangka pendek.
Indikator Makroekonomi Mendatang
Pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi oleh sejumlah data makroekonomi yang akan dirilis dalam waktu dekat. Menurut Kalchev, beberapa indikator penting yang dinantikan adalah:
- Data Produk Domestik Bruto Jepang.
- Indeks Harga Konsumen Jerman dan Amerika Serikat.
- Lelang obligasi AS bertenor 10 tahun yang akan menguji permintaan investor.
- Klaim pengangguran awal AS dan data konsumsi utama.
- Data lowongan pekerjaan JOLTs yang akan memengaruhi narasi inflasi dan ketenagakerjaan.
Fokus pasar saat ini berada pada bagaimana data-data tersebut akan membentuk persepsi investor terhadap stabilitas ekonomi global dan implikasinya terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Pemantauan terhadap sentimen makroekonomi dan perkembangan pasar tenaga kerja tetap krusial dalam menilai arah harga Bitcoin ke depan. Semua faktor ini menjadi bagian dari gambaran besar yang menentukan dinamika aset digital di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.
