Bitcoin turun di bawah level $70.000 seiring International Energy Agency (IEA) mempertimbangkan rencana pelepasan cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarah. Keputusan ini diambil untuk menekan harga minyak mentah yang melonjak dan meredakan tekanan ekonomi global.
IEA mengusulkan intervensi pasar yang melebihi pelepasan 182 juta barel minyak dari negara-negara anggotanya pada tahun lalu, setelah invasi Rusia ke Ukraina. Rapat khusus digelar pada hari Selasa untuk membahas rencana tersebut dan kemungkinan akan diadopsi pada hari berikutnya jika tidak ada yang keberatan.
Dampak Terhadap Harga Bitcoin dan Pasar
Meskipun Bitcoin selama ini menunjukkan korelasi yang sangat kecil dengan harga minyak, ketegangan geopolitik yang melebar dapat memicu gejolak di pasar finansial secara umum. Markus Levin, co-founder XYO Network, menjelaskan bahwa sentimen pasar cenderung dipengaruhi lebih oleh risiko global daripada fluktuasi minyak itu sendiri.
Kondisi makroekonomi yang rapuh membuat para pelaku pasar cryptocurrency berada dalam posisi defensif. Sentimen pasar tetap berada dalam zona “ketakutan ekstrem” selama lebih dari sebulan terakhir, mencerminkan kekhawatiran berkelanjutan terhadap inflasi dan kenaikan suku bunga yang berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.
Data Pergerakan Harga dan Sentimen Pasar
Pergerakan Bitcoin saat ini berada di kisaran $69.240, turun sekitar 1,9% dalam sehari dan telah mengalami penurunan sekitar 5,9% sejak puncak $73.645 pekan lalu. Data dari CoinGecko mencatat adanya permintaan yang kuat untuk opsi jual (puts) dibandingkan opsi beli (calls), dengan indikator delta skew tujuh hari dan 30 hari berada pada angka negatif 6%.
Menurut data dari platform Deribit, kondisi ini mengindikasikan bahwa para trader secara aktif mencari perlindungan terhadap kemungkinan penurunan harga lebih lanjut. Di pasar prediksi Myriad, yang dimiliki oleh perusahaan induk Decrypt, probabilitas Bitcoin turun ke $55.000 kini lebih besar, yakni 53%, dibandingkan kemungkinan mencapai $84.000.
Proyeksi dan Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Bitcoin
Sammi Li, CEO dari JU.COM, menyatakan pasar masih berhati-hati dengan adanya skew negatif di pasar derivatif sebagai tanda bahwa para pelaku pasar bersiap menghadapi risiko penurunan. Namun, jika rilis cadangan minyak oleh IEA berhasil menekan harga energi, hal ini berpotensi mengurangi ketegangan makroekonomi dan memperbaiki sentimen pasar secara umum.
Untuk mengukuhkan pemulihan harga Bitcoin, perlu terjadi peningkatan permintaan di pasar spot dan posisi derivatif harus kembali seimbang. Jika ketidakpastian makro tetap tinggi dan setiap rally harga dijual kembali, kemungkinan penurunan menuju kisaran $54.000 hingga $55.000 menjadi skenario yang realistis.
Faktor-faktor berikut menjadi perhatian trader dan pengamat pasar saat ini:
- Progres rencana pelepasan cadangan minyak strategis dari IEA dan dampaknya terhadap harga energi global.
- Respons pasar terhadap ketegangan geopolitik yang dapat mempengaruhi sentimen investasi secara luas.
- Pergerakan tingkat suku bunga dan kebijakan moneter yang terus memperkeras biaya modal.
- Permintaan dan aktivitas perdagangan di pasar spot serta keseimbangan posisi di pasar derivatif Bitcoin.
Kondisi pasar Bitcoin saat ini mencerminkan ketidakpastian yang masih membayangi akibat faktor eksternal, terutama terkait harga energi dan kebijakan global. Perkembangan keputusan IEA dan respons pasar terhadap kebijakan tersebut akan menjadi kunci utama yang menentukan arah berikutnya bagi aset kripto ini.







