Bitcoin Melaju Tajam Saat Perang Iran Dimulai, Melampaui Emas dan Saham Dengan Keunggulan 24/7 yang Tak Terbendung

Sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, Bitcoin menunjukkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan emas dan saham. Dalam waktu kurang dari dua minggu, harga Bitcoin naik sekitar 7% dan sempat diperdagangkan di kisaran $71.000, menurut data dari Binance. Pada periode yang sama, harga emas relatif stabil di sekitar $5.240, sedangkan indeks S&P 500 justru mengalami penurunan sekitar 1%.

Kinerja positif Bitcoin menjadi sinyal kuat bagi pasar aset digital yang sebelumnya menghadapi masa sulit. Beberapa bulan sebelum konflik, harga Bitcoin sempat turun hingga menyentuh angka $63.000, yaitu penurunan sebesar 50% dari puncak tertingginya di Oktober lalu. Aset kripto seperti ini mendapatkan keuntungan dari jam operasional pasar yang tidak terbatas, berbeda dengan saham tradisional yang bergantung pada jam kerja perbankan.

Keunggulan Pasar Kripto 24/7

Menurut Gabe Selby, kepala riset di CF Benchmarks, struktur pasar kripto yang beroperasi selama 24 jam sehari menjadi keuntungan signifikan. “Ketika konflik Iran meningkat selama akhir pekan, pasar kripto adalah satu-satunya tempat yang tetap buka untuk aktivitas perdagangan risiko global,” ujarnya. Hal ini menunjukkan keunggulan fundamental pasar kripto yang tidak bisa ditandingi oleh pasar tradisional.

Pengaruh komentar politik juga turut memperkuat harga Bitcoin. Pernyataan mantan Presiden Amerika Serikat yang menyatakan bahwa konflik hampir berakhir memberikan sentimen positif kepada para investor. Sejak pernyataan tersebut, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 4%.

Pergerakan Mata Uang Kripto Lainnya

Selain Bitcoin, beberapa mata uang kripto lain juga menunjukkan kenaikan yang tidak kalah signifikan. Ethereum, misalnya, meningkat sekitar 7% sejak awal konflik, mencapai harga sekitar $2.070. Solana juga mengalami kenaikan serupa sekitar 7%, diperdagangkan di kisaran $87 saat ini, data tersebut juga berasal dari Binance.

Potensi Pergerakan Selanjutnya

Dari perspektif teknikal, Bitcoin sedang mengincar level resistensi lokal di kisaran $72.000 hingga $73.000. Gabe Selby menambahkan, “Jika Bitcoin mampu menutup perdagangan di atas level tersebut secara berkelanjutan dengan volume yang meningkat, narasi pasar akan berubah dari sekadar tekanan beli jangka pendek menjadi pemulihan momentum yang nyata.”

Ringkasan Kinerja Sejak Awal Konflik

  1. Bitcoin naik sekitar 7%, dengan harga terakhir di $71.000.
  2. Emas stabil sekitar $5.240.
  3. Indeks saham S&P 500 turun sekitar 1%.
  4. Ethereum naik sekitar 7% ke harga $2.070.
  5. Solana naik sekitar 7% ke harga $87.

Dengan berbagai faktor pendukung, Bitcoin dan mata uang kripto lainnya menunjukkan daya tahan dan potensi pertumbuhan meski kondisi geopolitik tidak menentu. Struktur pasar yang fleksibel dan kemampuan merespons sentimen global menjadi alasan utama di balik kinerja unggul aset digital dibandingkan instrumen investasi tradisional selama periode konflik.

Terkait