Krisis ketersediaan RAM di AS mencapai titik kritis saat demam AI menyebabkan semua paket DDR5 32GB dengan harga di bawah $359 hilang dari rak toko dalam hitungan detik. Permintaan tinggi yang didorong oleh teknologi kecerdasan buatan membuat stok RAM kelas menengah ini cepat habis begitu tersedia secara online. Hal ini memicu lonjakan harga yang signifikan dan membuat konsumen harus bersaing ketat untuk mendapatkan RAM dengan spesifikasi layak.
Saat ini, harga dasar untuk paket RAM DDR5 32GB di pasar AS telah melonjak hingga $359.99. Sebelumnya, dua merek populer yakni Silicon Power XPower Storm DDR5-6000 C36 dan Crucial Pro DDR5-6400 C38 bisa didapat dengan harga di bawah $300, namun kenaikan sekitar 20-33% terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Sementara Corsair Vengeance DDR5-6000 C36 yang semula dijual lebih mahal kini mengalami sedikit penurunan harga, masih tetap berada di level premium.
Faktor penyebab utama krisis RAM
Lonjakan kebutuhan RAM DDR5 ini berakar pada ledakan adopsi teknologi AI yang membutuhkan performa komputasi sangat tinggi dengan kapasitas memori besar dan bandwidth cepat. Industri chip memori belum mampu memenuhi kenaikan pesanan secara instan sehingga terjadi defisit pasokan. Ditambah lagi, praktik scalping menggunakan bot berbasis AI memperparah kelangkaan dengan memborong stok memori secara cepat dan menjualnya kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Beberapa contoh harga ekstrem akibat scalping antara lain: paket G.Skill Aegis 5 DDR5-6000 C36 yang biasanya kurang dari $120 kini dipatok hingga $1.236,75. Sementara Patriot Viper Xtreme 5 RGB DDR5-7800 C38 mencapai $1.133,25 dari harga normal di bawah $120. Situasi ini membuat upgrader PC biasa kesulitan mendapatkan RAM yang terjangkau.
Pilihan RAM dengan harga premium namun performa terjamin
Meski pilihan RAM di bawah $359 hampir hilang, ada beberapa paket yang masih menawarkan keseimbangan antara harga dan performa:
- Silicon Power XPower Storm DDR5-6000 C36
- Crucial Pro DDR5-6400 C38
- Corsair Vengeance DDR5-6000 C36
Ketiga paket ini cocok untuk pengguna yang mengutamakan kestabilan dan performa baik pada sistem AMD maupun Intel. Perubahan harga dari sekitar $270 menjadi $360 menunjukkan betapa volatilnya pasar RAM DDR5 saat ini.
Dampak jangka pendek dan tren ke depan
Krisis RAM ini menimbulkan tekanan besar bagi konsumen yang ingin meningkatkan performa komputernya. Harga yang terus meningkat dan kelangkaan barang diperkirakan akan bertahan selama tekanan permintaan dari sektor AI tetap tinggi. Bot AI yang digunakan scalper mempercepat pembelian stok secara tidak adil, sehingga konsumen manusia semakin sulit bersaing.
Para ahli memperkirakan harga RAM tidak akan kembali stabil dalam waktu dekat karena rantai pasokan memori memerlukan waktu untuk menyesuaikan produksi dengan permintaan. Jika tren ini berlanjut, pengguna PC dan builder custom harus siap menghadapi biaya upgrade yang semakin mahal.
Situasi pasar RAM AS yang sedang panas ini menjadi pengingat pentingnya memperhitungkan kelangkaan teknologi baru dalam perencanaan upgrade perangkat keras. Meski pilihan RAM murah semakin sulit dicari, maka fokus kini beralih ke opsi kelas menengah atas yang meskipun mahal tetap menyediakan performa optimal dengan dukungan teknologi terkini DDR5.
