Mobil Listrik China Ngebut 1.000 Km Sekali Ngecas, Amerika Tertinggal? Teknologi Baterai Solid-State Mengguncang Dunia!

Author: Qoo Media

Peneliti dari Nankai University, China, berhasil menciptakan baterai solid-state berteknologi tinggi yang memungkinkan mobil listrik melaju lebih dari 1.000 km dalam sekali pengisian daya. Ini merupakan terobosan signifikan di tengah dominasi teknologi baterai lithium-ion saat ini yang rata-rata hanya mampu menempuh jarak sekitar 455 km.

Teknologi baterai baru ini memiliki kepadatan energi lebih dari 500 watt-jam per kilogram (Wh/kg). Angka ini sekitar 30% lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion terbaik yang ada sekarang dengan kemampuan sekitar 300 Wh/kg. Kepadatan energi yang lebih tinggi berarti baterai dapat menyimpan lebih banyak energi dalam bobot dan ukuran yang lebih kecil.

Baterai solid-state menggunakan elektrolit padat yang jauh lebih aman dibandingkan elektrolit cair pada baterai lithium-ion. Elektrolit cair rentan terbakar dan menyebabkan kegagalan fatal. Sementara elektrolit padat memiliki risiko kebakaran dan kegagalan yang jauh lebih rendah.

Selain aman, baterai solid-state juga berpotensi memiliki umur pakai lebih panjang. Hal ini karena teknologi ini dapat mengurangi pertumbuhan dendrit, yakni tonjolan logam mikro yang sering mengakibatkan korsleting dan kerusakan baterai pada baterai konvensional.

Baterai tersebut menggunakan katoda berbasis mangan kaya lithium dan sistem elektrolit hibrida padat-cair dengan teknologi super-wetting. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan konduktivitas ion sekaligus menjaga keamanan baterai dalam berbagai kondisi pemakaian.

Saat ini, paket baterai prototipe yang diuji memiliki kapasitas total 142 kWh dengan kepadatan energi 288 Wh/kg pada tingkat sistem. Perhitungan ini sudah memperhitungkan komponen pendukung seperti sistem pendingin, kabel, dan struktur pelindung.

China Automotive New Energy Battery (CANEB), anak usaha China FAW Group, mengembangkan dan menguji baterai pada kendaraan prototipe untuk perjalanan jarak jauh. Meskipun detail lengkap mobil belum dipublikasikan, pengujian menunjukkan performa mengesankan dalam penggunaan nyata.

Pengembang menargetkan kepadatan energi baterai mencapai 340 Wh/kg dan kapasitas paket hingga 200 kWh di masa depan. Jika target ini tercapai, maka mobil listrik dapat menempuh jarak lebih dari 1.600 km dalam sekali pengisian daya.

Sebagai pembanding, kendaraan listrik produksi tahun ini memiliki jarak tempuh rata-rata sekitar 455 km. Model dengan jarak tempuh terjauh saat ini, yaitu Lucid Air, mampu mencapai 825 km dalam sekali pengisian daya.

Baterai solid-state yang dikembangkan secara kolaboratif oleh universitas dan industri ini belum diverifikasi melalui penelitian peer-review independen. Namun, kemajuan ini menandai pergeseran teknologi penting dari tahap laboratorium menuju uji coba dunia nyata.

Teknologi ini diperkirakan dapat mengubah lanskap kendaraan listrik dengan meningkatkan keamanan, jarak tempuh, dan performa pengisian daya. Implikasi teknologi ini bahkan berpotensi menggeser dominasi industri mobil listrik Amerika Serikat.

Dengan kemampuan menempuh jarak ekstrem dalam sekali pengisian baterai, mobil listrik China mampu menawarkan pengalaman berkendara yang lebih efisien dan praktis. Hal ini menjadi langkah penting dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan secara global.

Pengembangan baterai solid-state berkapasitas tinggi ini juga mengindikasikan bagaimana China semakin mengungguli negara lain dalam inovasi teknologi kendaraan listrik. Peluang komersialisasi teknologi ini berpotensi merevolusi pasar EV dunia.

Ke depan, jika teknologi ini berhasil diproduksi massal dengan biaya yang kompetitif, maka mobil listrik yang mampu melaju jauh tanpa perlu sering mengisi ulang akan menjadi standar baru. Ini juga memperkuat posisi China dalam perang teknologi EV global.

Industri otomotif internasional harus mencermati kemajuan China ini sebagai ancaman sekaligus kesempatan untuk mempercepat pengembangan teknologi sejenis. Persaingan teknologi baterai EV semakin ketat dengan berbagai inovasi baru yang muncul.

Teknologi baterai solid-state tidak hanya meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik, tetapi juga menghadirkan solusi keamanan yang telah lama menjadi perhatian industri otomotif. Ini menjadi alasan kuat bagi produsen di seluruh dunia untuk beralih ke teknologi baterai solid-state.

Dengan segala keunggulan dan potensi yang dimiliki, perkembangan baterai solid-state di China menunjukkan arah masa depan kendaraan listrik yang lebih andal, efisien, dan aman. Ini adalah inovasi penting yang layak mendapat perhatian global.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com
Terbaru