Bitcoin Sentuh Level Tertinggi Enam Minggu, ETF Mengalir Deras ke Aset Ini, Apakah Bullish Berlanjut?

Bitcoin mencapai level tertinggi dalam enam minggu terakhir seiring sentimen positif investor yang kembali tertarik pada aset berisiko seperti ETF Bitcoin. Mata uang kripto terbesar ini mengalami kenaikan sekitar 4% hingga mencapai harga $74.512, level tertinggi sejak awal Februari sebelum mengalami koreksi kecil.

Meski demikian, harga Bitcoin masih berada sekitar 40% di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Oktober. Kenaikan ini menunjukkan optimisme pasar bahwa gejolak di Timur Tengah mulai mereda, sehingga memicu minat beli kembali terhadap aset digital.

Dinamika Harga Aset Kripto Lain

Selain Bitcoin, sejumlah aset kripto lain yang lebih volatil juga mengalami kenaikan signifikan. Solana dan XRP naik masing-masing sekitar 8% dan 9%, sedangkan Ether, sebagai mata uang kripto terbesar kedua, melonjak hingga 10%. Kenaikan Ether tersebut merupakan yang terbesar sejak awal Maret dan mengantarkan harganya ke titik tertinggi sejak awal Februari.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa investor mulai memburu peluang keuntungan di berbagai aset digital, tidak hanya Bitcoin. Lonjakan harga Ether bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan kenaikan Bitcoin, menandai pertumbuhan permintaan yang kuat di pasar altcoin.

Bitcoin Bertahan Lebih Baik Dibandingkan Aset Tradisional

Performa Bitcoin selama konflik geopolitik yang melibatkan Iran terbilang lebih tangguh dibandingkan aset tradisional. Harga emas turun sekitar 5% pada bulan ini, sementara Bitcoin justru naik lebih dari 12%. Penurunan harga minyak mentah turut menjadi katalis positif bagi pasar saham dan obligasi, terutama setelah adanya harapan lebih banyak kapal tanker dapat melintasi Selat Hormuz dan isu pelepasan cadangan minyak oleh negara kaya ikut membaik suasana pasar.

Menurut Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, pasar kripto menunjukkan mood bullish meski ada ketidakpastian geopolitik. Ia menilai, kemungkinan menembus level $75.000 kini sangat terbuka karena pembeli ritel dan strategis merasa fase terburuk dari penurunan harga Bitcoin sudah lewat.

Peran Market Maker dan Aktivitas Likuidasi

Data dari Glassnode mengindikasikan bahwa market maker secara struktural memiliki posisi pendek pada level harga $75.000. Hal ini menimbulkan potensi intensifikasi arus lindung nilai (hedging flows) ketika harga mendekati level tersebut, yang bisa memicu pergerakan harga ke atas semakin besar. Dalam 24 jam terakhir, liquidasi mencapai angka sekitar $530 juta, menurut data dari Coinglass.

Analis pasar FxPro, Alex Kuptsikevich, memperingatkan bahwa sekitar harga $75.000, tekanan penjual bisa kembali menguasai pasar sehingga Bitcoin mungkin kembali masuk dalam pola korektif setelah lonjakan sementara. Walau demikian, Bitcoin kerap bergerak lebih dulu dibandingkan pasar lainnya sebagai indikator perubahan sentimen mendasar.

Masuknya Modal Institusional lewat ETF

Aliran dana ke ETF Bitcoin menunjukkan tanda kembalinya kepercayaan dari investor institusional. Dalam tiga pekan berturut-turut, arus masuk bersih ke 12 ETF Bitcoin berbasis spot di AS mencapai total lebih dari $763 juta pada pekan lalu. Pada bulan ini, total arus masuk bersih telah mencapai $1,3 miliar.

Rachael Lucas, analis di BTC Markets, mencatat bahwa produk BlackRock IBIT menyumbang sekitar 78% dari aliran modal tersebut. Ini menandakan pembelian yang didorong oleh keyakinan investasi jangka panjang, bukan sekadar rotasi spekulatif antar aset.

Kegiatan Pembelian Besar oleh Perusahaan Kripto

Strategi Investasi Michael Saylor juga mencatat aksi beli besar-besaran dengan akuisisi Bitcoin senilai hampir $1,6 miliar dalam satu pekan terakhir. Ini merupakan pembelian terbesar perusahaan itu sejak Januari. Selain Bitcoin, perusahaan BitMine Immersion Technology Inc. mempercepat pembelian Ether, dengan hampir 61.000 token dibeli dalam pekan lalu, menurut Ketua Tom Lee.

Kenaikan harga saham sejumlah perusahaan terkait kripto seperti Strategy Inc., Coinbase Global, Riot Platforms, dan BitMine pun mengiringi tren penguatan pasar ini.

Prospek Bitcoin di Tengah Ketidakpastian Geopolitik

Komentar dari pejabat Iran menunjukkan bahwa Selat Hormuz hanya ditutup untuk kapal dari negara “musuh,” yang kemungkinan besar mengancam kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel saja. Menurut Jeff Mei, COO BTSE, jika konflik tampak mereda, Bitcoin berpotensi kembali naik cepat dan mendekati level $100.000. Namun, jika ketegangan berkepanjangan, harga Bitcoin mungkin turun ke kisaran $60.000.

Faktor geopolitik tetap menjadi variabel utama yang mempengaruhi volatilitas pasar aset kripto. Meski begitu, sentimen positif dari investor institusional dan penguatan pasar ETF Bitcoin menunjukkan adanya fondasi kuat bagi kenaikan harga Bitcoin dalam jangka pendek hingga menengah.

Exit mobile version