Abra Siap Melantai di Nasdaq Dengan Pendanaan $750 Juta, Akankah Perusahaan Crypto Ini Bangkit Dari Kontroversi Regulasi?

Abra, perusahaan platform manajemen kekayaan cryptocurrency, berencana mencatatkan sahamnya ke publik melalui merger dengan perusahaan cek kosong New Providence Acquisition Corp III. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya minat investor terhadap perusahaan aset digital.

Setelah penyelesaian transaksi, perusahaan gabungan akan beroperasi dengan nama Abra Financial Holdings, Inc. dan berencana untuk terdaftar di bursa Nasdaq. Transaksi ini memberikan valuasi pra-pendanaan sebesar 750 juta dolar AS untuk Abra.

Detail Transaksi dan Investor Utama

Abra akan menggulirkan ulang 100% kepemilikan para investornya, termasuk Pantera Capital dan Adams Street, ke dalam perusahaan gabungan. Bill Barhydt, pendiri sekaligus CEO Abra, menyatakan bahwa langkah ini merupakan perkembangan alami yang sejalan dengan prospek pertumbuhan besar di masa depan.

Abra menyediakan layanan kustodi, perdagangan, dan pinjaman kripto yang ditujukan untuk penasihat investasi terdaftar, klien pribadi, kantor keluarga, dan dana lindung nilai. Perusahaan ini juga memiliki status sebagai penasihat investasi terdaftar.

Regulasi dan Penyelesaian Sengketa

Pada tahun ini, Abra mencapai penyelesaian dengan Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat terkait produk pinjaman mereka, Abra Earn, yang dianggap semestinya terdaftar sebagai sekuritas sebelum akhirnya produk tersebut dihentikan. Selain itu, Abra juga menyelesaikan sengketa dengan 25 regulator keuangan negara bagian di AS karena beroperasi tanpa lisensi yang diperlukan di beberapa yurisdiksi.

Merger ini mencerminkan upaya Abra untuk memperkuat posisi dan legalitasnya dalam pasar aset digital yang terus berkembang. Integrasi dengan New Providence Acquisition Corp III diyakini dapat membuka akses modal luas dan mendorong ekspansi bisnis secara signifikan ke depan.

Dengan langkah strategis ini, Abra siap menjawab kebutuhan investor institusional dan individu yang makin tertarik pada inovasi di bidang keuangan digital dan aset kripto, sekaligus beradaptasi dengan kerangka peraturan yang semakin ketat di Amerika Serikat.

Berita Terkait

Back to top button