Bitcoin Diperkirakan Naik Lebih dari $100K pada 2026, Tapi AI Claude Menolak Ekspektasi Itu!

Bitcoin memulai tahun ini dengan harga di atas $93.000, namun sempat turun drastis ke angka $60.000 akibat ketegangan geopolitik antara AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran. Setelah itu, harga Bitcoin bangkit kembali ke sekitar $70.000, masih 25% lebih rendah dari posisi awal tahun dan jauh dari target $100.000 yang diharapkan bisa menjadi titik awal pemulihan menuju harga tertinggi sepanjang masa sebesar $126.000.

Dengan target $100.000 yang terasa jauh, lima model AI utama diminta memproyeksikan apakah Bitcoin akan mencapai angka tersebut kembali pada akhir tahun ini. ChatGPT, Grok, DeepSeek, dan Gemini seluruhnya memberikan prediksi optimis di atas $100.000, dengan perkiraan harga berkisar antara $100.000 hingga $250.000. Sementara itu, hanya model Claude yang meragukan pencapaian harga $100.000 pada tahun ini, dengan proyeksi harga berada di kisaran $75.000 sampai $95.000.

Proyeksi Optimis dari Berbagai Model AI

  1. ChatGPT memperkirakan Bitcoin akan berada di rentang $110.000 hingga $150.000 pada akhir tahun, dengan skenario paling optimistis mencapai $180.000. Prediksi ini didasarkan pada potensi aliran dana institusional yang terus masuk melalui produk ETF Bitcoin spot, meskipun awal tahun terjadi penarikan dana besar sebesar $3,6 miliar. Namun, baru-baru ini BlackRock menarik dana masuk sebesar $1,47 miliar selama dua minggu terakhir dengan satu hari inflow mencapai $263 juta, menandakan minat yang masih aktif dari investor institusional.

  2. Gemini tidak terlalu fokus pada aliran dana ETF, melainkan memantau neraca bank sentral dan tren pelemahan nilai mata uang global. Gemini memperkirakan harga Bitcoin antara $100.000 hingga $220.000, tergantung pada kebijakan suku bunga oleh The Fed dan kebijakan pelonggaran bank sentral lainnya. Apabila likuiditas global masih meningkat dari posisi rekor $130 triliun, investor institusional cenderung beralih ke aset yang terbatas jumlahnya seperti Bitcoin.

  3. DeepSeek memproyeksikan harga Bitcoin akan menembus $100.000, tetapi memperingatkan potensi penurunan harga lebih dalam terlebih dulu hingga $41.000 sebelum akhirnya rebound. Model ini menyoroti dampak halving Bitcoin pada April sebelumnya yang memangkas pasokan baru Bitcoin, sehingga meski harga turun terlebih dulu, tekanan suplai yang berkurang bisa mendorong kenaikan harga setelahnya.

  4. Grok memberikan target paling tinggi, yakni $250.000, dengan mengandalkan analisis sentimen real-time dari platform X. Model ini mencatat adanya resistensi kuat di level $75.000 yang belum mampu ditembus selama tahun ini. Namun, jika harga berhasil melewati level ini, posisi short trader yang besar senilai $4,34 miliar bisa melancarkan aksi likuidasi paksa yang mendongkrak harga Bitcoin ke level $100.000 bahkan lebih tinggi.

Satu Model yang Meragukan Kenaikan ke $100.000

Model Claude satu-satunya yang tidak percaya Bitcoin akan mencapai $100.000 dalam tahun ini. Proyeksinya menempatkan harga Bitcoin di kisaran $75.000 sampai $95.000, dengan skenario paling optimistis sedikit di atas $100.000. Argumen utamanya adalah bahwa puncak siklus pasar Bitcoin kemungkinan sudah terjadi pada Oktober lalu ketika harga mencapai $126.000, artinya siklus koreksi panjang sedang berlangsung dan harga sulit naik lebih tinggi secara signifikan dalam waktu dekat.

Claude juga mengkritisi optimisme terhadap aliran dana ETF yang dipandang terlalu berlebihan. Meski ada lonjakan dana masuk belakangan, penarikan dana besar di awal tahun menunjukkan pola perdagangan yang lebih reaktif dan kurang stabil. Hal ini membuat harga Bitcoin tetap terkunci dalam kisaran sedang, kecuali ada koordinasi beberapa faktor eksternal yang sangat mendukung.

Faktor-faktor yang Menentukan Arah Harga Bitcoin

Beberapa faktor eksternal penting yang akan memengaruhi harga Bitcoin antara lain:

Masa depan harga Bitcoin pada tahun ini tampak penuh ketidakpastian, tetapi potensi kenaikan ke angka $100.000 atau lebih tetap dipertahankan oleh sebagian besar model AI. Namun, adanya risiko penurunan lebih dalam juga diingatkan oleh model DeepSeek dan keraguan model Claude yang berorientasi pada pola siklus pasar.

Pergerakan harga Bitcoin selama beberapa bulan ke depan akan menjadi indikator penting dalam menilai model mana yang lebih akurat dalam membaca tren pasar. Sementara itu, investor dan pengamat pasar perlu memperhatikan perkembangan kebijakan moneter dan dinamika geopolitik yang memengaruhi sentimen risiko global serta aliran dana institusional ke aset digital ini.

Exit mobile version