Microsoft mengonfirmasi adanya bug kritis pada Windows 11 yang menyebabkan sebagian pengguna laptop Samsung terkunci dari akses ke drive C:. Masalah ini dilaporkan muncul setelah pembaruan keamanan terbaru dan secara langsung terkait dengan aplikasi Samsung Galaxy Connect yang terpasang pada perangkat tersebut. Microsoft pun mengambil langkah cepat dengan menarik sementara aplikasi ini dari Microsoft Store untuk mencegah meluasnya dampak.
Kondisi yang dialami pengguna berupa pesan kesalahan "C:\ is not accessible – Access denied" yang menghalangi akses ke file, serta memblokir peluncuran beberapa aplikasi penting seperti Outlook, Office, dan browser. Microsoft menjelaskan bahwa masalah ini muncul tanpa memerlukan tindakan khusus dari pengguna, hanya melalui kegiatan rutin. Bahkan, dalam beberapa kasus terjadi kegagalan saat mencoba meningkatkan hak akses, menghapus pembaruan, atau mengumpulkan log sistem.
Penyebab dan Penanganan Sementara
Setelah menyelidiki bersama Samsung, Microsoft memastikan bahwa penyebab utama permasalahan bukan dari update Windows itu sendiri, melainkan dari versi aplikasi Samsung Galaxy Connect yang baru-baru ini dirilis. Aplikasi ini rupanya mengubah konfigurasi izin akses di drive C:\ sehingga menyebabkan akses ditolak secara tidak sengaja atau disengaja. Saat ini, Samsung telah menerbitkan versi aplikasi yang lebih stabil untuk mengatasi masalah tersebut.
Sementara itu, Microsoft menyediakan panduan pengaturan ulang akses drive C:\ secara manual bagi pengguna yang terdampak. Langkah utama yang harus dilakukan adalah mencopot pemasangan Samsung Galaxy Connect dari perangkat dan kemudian mengubah kepemilikan serta izin akses pada drive C:\ secara temporer.
Panduan Pengaturan Ulang Akses Drive C:
- Klik kanan pada drive C:\, lalu pilih Properties.
- Buka tab Security dan klik Advanced.
- Tekan tombol Change yang ada di bagian Owner.
- Ketik "Everyone" dan klik OK.
Setelah itu, pengguna perlu menambahkan izin sementara:
- Kembali ke Properties > Security > Advanced dan klik Edit.
- Klik Add lalu masukkan "Everyone".
- Saat muncul peringatan, pilih Yes. Jika muncul beberapa kali, tekan kombinasi Alt + C.
Selanjutnya, untuk mengembalikan pengaturan izin ke default yang aman, pengguna diminta membuat dan menjalankan file batch sebagai administrator dengan isi perintah berikut melalui Notepad:
icacls c:\ /grant BUILTIN\Administrators:(OI)(CI)(F)
icacls c:\ /grant "NT AUTHORITY\SYSTEM:(OI)(CI)(F)"
icacls c:\ /grant BUILTIN\Users:(OI)(CI)(RX)
icacls c:\ /grant "NT AUTHORITY\Authenticated Users:(OI)(CI)(IO)(M)"
icacls c:\ /grant "NT AUTHORITY\Authenticated Users:(AD)"
icacls c:\ /setowner "NT Service\TrustedInstaller"
icacls c:\ /remove everyone
pause
File tersebut disimpan dengan ekstensi .bat, kemudian dijalankan dengan hak administrator. Setelah proses selesai, perangkat dapat di-restart agar perubahan diterapkan dan akses ke drive C:\ kembali normal.
Kenapa Masalah Ini Penting?
Bug ini mengekspos masalah mendasar terkait bagaimana aplikasi pihak ketiga dapat mengubah pengaturan sistem Windows secara tidak tepat. Akses drive C:\ merupakan hal vital untuk operasi OS dan aplikasi. Ketika akses ini dibatasi tanpa sebab yang jelas, pengguna bisa kehilangan data atau tidak dapat menjalankan perangkat secara normal. Microsoft dan Samsung menunjukkan kerja sama erat untuk mengatasi isu ini, yang terjadi di sejumlah negara termasuk Brasil, Portugal, Korea Selatan, dan India, khususnya pada model Samsung Galaxy Book 4 dan perangkat konsumer Samsung lainnya.
Pengguna Windows 11 yang memakai laptop Samsung disarankan untuk menghapus aplikasi Galaxy Connect sampai versi terbaru yang stabil dirilis. Sementara itu, mengikuti panduan dari Microsoft menjadi langkah penting agar perangkat tetap bisa diakses dan digunakan dengan baik.
Bug ini juga mengingatkan pentingnya memantau pembaruan sistem dan aplikasi secara rutin serta selalu memastikan adanya backup data sebelum melakukan update. Kejadian ini menjadi catatan kritikal bagi produsen dan penyedia perangkat lunak untuk menghindari konflik yang dapat mengganggu akses pengguna ke sistem penting perangkat.
Dengan langkah mitigasi yang tepat dan kerja sama antara Microsoft dan Samsung, diharapkan masalah ini akan selesai tuntas. Pengguna disarankan mengikuti terus informasi resmi dari kedua pihak untuk update perbaikan dan memastikan keamanan serta fungsionalitas perangkat tetap optimal.









