Inggris Tutup Bursa Crypto Terkait Dana IRGC, Identitas Palsu dan Sanksi Menguak Skema Iran Mengelak Hukuman

Perusahaan pendaftaran Inggris, Companies House, mengambil langkah untuk membubarkan Zedxion Exchange Ltd., sebuah platform cryptocurrency yang dituduh memproses dana bagi Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC). Langkah tersebut dipublikasikan melalui pemberitahuan resmi di situs Companies House.

Tindakan ini merupakan respons atas sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat pada Januari lalu melalui Kantor Pengawas Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS. Zedxion dan entitas terkait, Zedcex, diduga berperan dalam membantu Iran menghindari sanksi serta memiliki kaitan dengan Babak Zanjani, seorang financier yang telah masuk daftar sanksi.

Fakta Penyelidikan dan Identitas Palsu
Companies House menyatakan pembubaran terkait dengan adanya “informasi atau pernyataan yang menyesatkan, palsu, atau menipu” dalam aplikasi pendirian perusahaan. Investigasi oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project mengungkap bahwa direktur dan pemegang kendali signifikan Zedxion, Elizabeth Newman, diduga merupakan identitas fiktif.

Newman, yang secara resmi tercatat sebagai warga Dominika, bahkan menggunakan foto stok sebagai gambar promosi perusahaan. Hal ini menunjukkan adanya upaya menyembunyikan identitas asli pengendali platform cryptocurrency tersebut dalam menjalankan operasinya.

Volume Transaksi dan Keterkaitan dengan IRGC
Analisis dari TRM Labs, perusahaan analitik blockchain, menunjukkan Zedxion dan Zedcex memproses dana sekitar $1 miliar yang terkait dengan IRGC. Dana tersebut mencakup sekitar 56% dari total volume transaksi platform ini. Proporsi tersebut naik hingga 87% pada awal 2024 dengan nilai dana mencapai $619,1 juta, sebelum turun menjadi 48% di 2025 karena peningkatan aktivitas lainnya.

Peran Babak Zanjani dan Jejak Korporasi
Zedxion didirikan pada Mei 2021 dengan “Babak Morteza” tercatat sebagai direktur serta pengendali signifikan sejak Oktober tahun yang sama. Data dari Companies House memperlihatkan bahwa identitas tersebut cocok dengan Babak Zanjani, seorang pengusaha Iran yang lama diduga terlibat penghindaran sanksi.

Zanjani sebelumnya diberi sanksi oleh AS dan Uni Eropa pada 2013 akibat pencucian miliaran dolar hasil minyak untuk entitas negara Iran, termasuk IRGC. Meskipun divonis mati pada 2016 atas kasus penggelapan dana minyak negara, hukuman tersebut dikurangi pada 2024 setelah ia melakukan pengembalian dana.

Pada 2025, Zanjani kembali muncul secara publik dengan keterlibatan dalam proyek ekonomi yang selaras dengan rezim Iran. Ia menjalankan DotOne Holding Group, sebuah konglomerat yang beroperasi di sektor cryptocurrency, valuta asing, logistik, penerbangan, dan telekomunikasi. Sektor-sektor ini mirip dengan infrastruktur yang digunakan untuk jaringan penghindaran sanksi.

Penggunaan Cryptocurrency untuk Menghindari Sanksi
Iran telah membangun infrastruktur luas yang memanfaatkan cryptocurrency untuk menghindari sanksi internasional. Chainalysis, perusahaan analitik blockchain lainnya, melaporkan bahwa alamat crypto ilegal yang terkait IRGC menerima setidaknya $154 miliar dalam aset digital pada tahun lalu. Angka ini meningkat 162% dibandingkan tahun sebelumnya.

Serangkaian serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran juga memicu aliran keluar crypto sebesar $10,3 juta dalam periode akhir Februari hingga awal Maret. Namun, Chainalysis tidak dapat memastikan seberapa besar aktivitas ini terkait dengan aktor yang selaras dengan pemerintah Iran.

Perkuatan Regulasi dan Pengawasan Korporasi di Inggris
Companies House kini menggerakkan kewenangan yang diperluas berdasarkan Economic Crime and Corporate Transparency Act 2023. Undang-undang ini memfasilitasi pemeriksaan dan penghapusan data yang mencurigakan dari daftar perusahaan Inggris, termasuk kewajiban verifikasi identitas bagi direktur dan pemilik manfaat yang berlaku sejak akhir 2025.

Beberapa kebijakan baru yang diterapkan sejak Maret 2024 meliputi:

  1. Penghapusan informasi mencurigakan dari daftar perusahaan
  2. Kewajiban penyediaan alamat email resmi terdaftar
  3. Verifikasi identitas semua direktur dan pemegang kendali signifikan sejak November 2025
  4. Konfirmasi bahwa perusahaan dibentuk untuk tujuan yang sah

Upaya ini menjadi bagian dari langkah lebih luas untuk mencegah penyalahgunaan daftar korporasi Inggris, terutama oleh entitas yang terkait dengan aktivitas ilegal seperti penghindaran sanksi internasional.

Dengan pembubaran Zedxion Exchange Ltd., Inggris memperkuat komitmen untuk menjaga integritas sistem keuangan dan pencegahan penyalahgunaan cryptocurrency dalam mendukung aktivitas terlarang. Tindakan ini juga menjadi sinyal bagi platform lain agar mematuhi aturan transparansi dan regulasi yang semakin ketat di sektor kripto.

Berita Terkait

Back to top button