6 Cara Ampuh Amankan Akun WhatsApp di Hari Lebaran, Hindari Penipuan yang Mengintai!

WhatsApp menjadi salah satu platform komunikasi paling populer selama momen Lebaran. Pengguna kerap memanfaatkan aplikasi ini untuk saling mengirim ucapan dan mempererat silaturahmi. Namun, momen tersebut juga dimanfaatkan oleh pelaku penipuan untuk menjalankan aksinya.

Akun WhatsApp yang tidak terlindungi dengan baik rentan disadap dan diretas. Akibatnya, pengguna bisa kehilangan akses akun atau menjadi korban penipuan yang merugikan. Oleh sebab itu, penting memahami cara mengamankan akun WhatsApp secara efektif agar tetap terlindungi dari ancaman selama Lebaran.

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Verifikasi dua langkah adalah lapisan tambahan yang wajib diaktifkan. Fitur ini mengharuskan pengguna memasukkan PIN khusus setiap kali mengakses akun WhatsApp. PIN tersebut berfungsi sebagai kunci kedua selain kode OTP dari SMS. Jangan pernah memberikan PIN ini kepada siapapun, termasuk orang tidak dikenal.

Untuk mengaktifkannya, buka aplikasi WhatsApp, masuk ke Pengaturan, pilih Akun, lalu klik Verifikasi Dua Langkah. Buat PIN enam digit dan lengkapi dengan alamat email sebagai cadangan pemulihan.

2. Gunakan Fitur Kunci Aplikasi (App Lock)

Mengunci WhatsApp dengan sidik jari, wajah, atau pola memungkinkan hanya pemilik yang dapat membuka aplikasi. App Lock mencegah pengguna lain mengintip isi pesan ketika ponsel dipinjam atau hilang. Pengaturan ini memperketat pengamanan agar tidak sembarangan pihak bisa mengakses chat pribadi.

Caranya dengan membuka Pengaturan, pilih Privacy, klik App Lock dan aktifkan fitur tersebut. Pengguna juga dapat menentukan jeda waktu penguncian otomatis.

3. Sembunyikan Informasi Terakhir Dilihat dan Status Online

Informasi terakhir dilihat dan status online sering dimanfaatkan penipu untuk mendeteksi aktivitas pengguna. Mematikan fitur ini bisa menjaga privasi dan menghalangi pelaku jahat memantau kapan akun sedang aktif.

Pengguna dapat mengubahnya melalui Pengaturan > Privacy > Last Seen & Online. Pilih opsi untuk membatasi siapa saja yang bisa melihat informasi tersebut, mulai dari kontak hingga tidak ada yang diperbolehkan.

4. Batasi Undangan Grup

Selama Lebaran, grup WhatsApp sering digunakan untuk menyebarkan informasi. Namun, ada risiko mendapat undangan grup dari orang asing atau yang tidak dikenal. Hal ini membuka peluang penyebaran hoaks atau penipuan.

Batasi siapa yang dapat mengundang Anda ke grup lewat Pengaturan > Privacy > Groups. Pilih hanya kontak terpercaya atau nonaktifkan akses jika perlu.

5. Pantau Perangkat Terhubung (Linked Devices)

Penjahat siber bisa mengakses akun WhatsApp tanpa sepengetahuan pemilik melalui fitur WhatsApp Web. Penting secara rutin memeriksa Linked Devices pada pengaturan untuk mengetahui perangkat apa saja yang sedang terhubung.

Masuk ke Pengaturan > Linked Devices, kemudian lihat daftar perangkat yang aktif. Segera logout perangkat yang tidak dikenal agar akun tetap aman.

6. Aktifkan Notifikasi Keamanan

Fitur notifikasi keamanan akan memberi tahu jika ada perubahan kode enkripsi pada percakapan. Ini menandakan potensi penyadapan atau tindakan tidak sah pada akun.

Untuk mengaktifkannya, buka Pengaturan > Akun > Security Notifications, kemudian aktifkan Show Security Notifications. Dengan notifikasi ini, pengguna dapat segera melakukan langkah pengamanan bila ada aktivitas mencurigakan.


Langkah-langkah proteksi ini sangat penting diterapkan agar akun WhatsApp aman dari ancaman penipuan selama hari Lebaran. Keamanan ekstra diperlukan mengingat banyaknya aktivitas dan komunikasi digital yang meningkat saat momen tersebut. Melindungi akun sejak dini dapat mencegah kerugian dan memastikan pengalaman berkomunikasi tetap nyaman dan aman.

Pengguna juga disarankan untuk terus memperbarui aplikasi WhatsApp ke versi terbaru. Hal ini guna memastikan seluruh fitur keamanan berjalan optimal dan terhindar dari celah yang mungkin dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Dengan membiasakan pengamanan seperti di atas, pengguna dapat menikmati momen Lebaran dengan tenang tanpa khawatir dibobol atau ditipu melalui WhatsApp.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version