Bitcoin mengalami kenaikan signifikan setelah Presiden AS Donald Trump memberikan waktu lima hari untuk negosiasi dengan Iran. Pernyataan ini meningkatkan harapan pasar akan kemungkinan kesepakatan yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Pada sesi perdagangan di New York, Bitcoin melonjak lebih dari 5% mencapai harga tertinggi sekitar $71.794 sebelum mengalami koreksi kecil. Selain Bitcoin, aset kripto lain seperti Ether dan Solana juga menunjukkan kenaikan nilai. Sebelumnya pada hari yang sama, harga Bitcoin sempat turun ke level terendah dua minggu yaitu di kisaran $67.371, level terendah sejak awal Maret.
Sejak konflik di Iran merebak akhir Februari, harga Bitcoin sangat fluktuatif. Pada titik tertentu, harga Bitcoin sempat menyentuh hampir $76.000 sebelum kembali mengalami penurunan akibat eskalasi ketegangan regional. Analis pasar utama di FxPro, Alex Kuptsikevich, menyatakan situasi pasar kripto saat ini tidak separah kondisi pada akhir Februari meskipun sentimen tetap waspada.
Kenaikan harga Bitcoin juga dipicu oleh pengumuman Trump bahwa serangan ke fasilitas energi Iran akan ditunda selama lima hari. Hal ini memicu reli terhadap aset berisiko lainnya, termasuk indeks saham S&P 500 yang naik 1,5%. Sebaliknya, imbal hasil obligasi AS dan nilai dolar turun karena pelaku pasar mengurangi spekulasi ketat terkait kebijakan moneter Federal Reserve.
Namun, data menunjukkan adanya pelemahan aliran dana masuk ke dalam dana yang diperdagangkan (ETFs) berbasis Bitcoin di AS selama beberapa hari terakhir. Hal ini menandakan bahwa dukungan pasar terhadap harga Bitcoin mulai menurun sebelum lonjakan ini terjadi.
Para analis di Laser Digital menyebutkan potensi pengurangan ketegangan di Timur Tengah sebagai katalis utama yang dapat menstabilkan pasar saat ini. Mereka menambahkan, stabilisasi harga minyak yang diikuti konsolidasi suku bunga dapat memperbaiki sentimen risiko investor secara keseluruhan. Tanpa adanya dinamika tersebut, pasar kripto diperkirakan akan tetap mengalami tekanan.
Meskipun Trump menyatakan bahwa pejabat Iran menghubungi AS untuk memulai pembicaraan meredakan konflik, pernyataan ini dibantah oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Ghalibaf menilai klaim Trump sebagai berita palsu yang bertujuan memanipulasi pasar keuangan dan minyak dunia.
Situasi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi dinamika harga Bitcoin. Pasar akan terus memantau perkembangan negosiasi AS-Iran dan dampaknya terhadap stabilitas pasar minyak dan aset kripto global. Fluktuasi nilai Bitcoin yang tajam mencerminkan respon pasar terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi yang tengah berlangsung.
