MicroStrategy Siap Habiskan $22 Miliar Demi 1 Juta Bitcoin, Strategi Paling Gila di Dunia Korporasi?

MicroStrategy menargetkan kepemilikan 1 juta Bitcoin pada akhir 2026. Saat ini, perusahaan memegang 628.900 BTC dengan nilai sekitar $76 miliar, yang setara dengan hampir 3% dari total pasokan Bitcoin global.

Untuk mencapai target tersebut, MicroStrategy harus mengumpulkan modal segar sebesar $22 miliar dalam dua tahun ke depan. Ini berarti perusahaan perlu membeli sekitar 6.158 BTC setiap minggu dengan harga pasar saat ini.

Strategi ini bukanlah akumulasi Bitcoin biasa di kalangan ritel. Strategi treasury perusahaan ini merupakan yang paling agresif dalam sejarah dunia korporat. Langkah ini dijalankan berdasarkan rencana Michael Saylor yang dikenal dengan ’21/21 Plan’.

Rincian Strategi dan Modal yang Diperlukan

Rencana 21/21 Plan menargetkan pengumpulan dana sebesar $42 miliar, yang terdiri dari dua bagian utama: $21 miliar dari penerbitan saham dan $21 miliar melalui instrumen pendapatan tetap dan obligasi konvertibel. Strategi tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga tahun, dimulai sejak akhir tahun lalu.

MicroStrategy telah berhasil membeli 234.509 BTC pada tahun sebelumnya, menyumbang sekitar 60% dari total kepemilikan saat ini. Harga rata-rata pembelian Bitcoin mereka adalah $49.874 per unit, namun pembelian terakhir dilakukan dengan harga sekitar $88.000 per BTC.

Mekanisme dan Risiko Keuangan

Keberlangsungan strategi ini bergantung pada premi harga saham MicroStrategy (MSTR) dibandingkan nilai aset bersih perusahaan yang berbasis Bitcoin. Selama saham MSTR diperdagangkan di atas nilai aset bersih, perusahaan bisa mengeluarkan saham baru dan mendapatkan dana lebih besar daripada harga pasar Bitcoin yang dibeli.

Michael Saylor menggunakan metrik yang disebut Bitcoin Yield untuk memantau efektivitas pendekatan ini. Pada kuartal terakhir, Bitcoin Yield tercatat sebesar 20,4%, mencerminkan nilai tambah yang diperoleh dari premis saham tersebut.

Pembelian Bitcoin dilakukan secara konsisten tiap minggu dengan volume bervariasi, antara 100 hingga lebih dari 2.400 BTC. Pada Juli 2025, harga Bitcoin bahkan sempat mencapai angka $122.000.

Namun, strategi ini memiliki risiko signifikan. Jika harga saham MSTR jatuh di bawah nilai aset bersihnya, rangkaian penerbitan saham yang menopang pembelian Bitcoin akan terganggu. Hal ini berpotensi membalikkan efek akumulasi dan meningkatkan risiko selama siklus pasar bearish, terutama karena beban utang perusahaan tidak berubah.

Dampak dan Signifikansi Strategi MicroStrategy

Sebagai pelopor dalam akumulasi Bitcoin secara perusahaan, Michael Saylor mengubah pandangannya dari skeptis menjadi pendukung penuh sejak 2020. Keberhasilan strategi ini akan menetapkan standar baru dalam investasi institusional pada aset kripto.

Jika target 1 juta Bitcoin tercapai, MicroStrategy akan memegang sekitar 5% dari total pasokan Bitcoin dan menetapkan rekam jejak sebagai salah satu investor korporat Bitcoin terbesar di dunia. Jika gagal, ini bisa menjadi salah satu eksperimen korporasi paling mahal dalam sejarah pengelolaan keuangan.

Strategi ini menunjukkan bagaimana perusahaan memanfaatkan kombinasi pasar ekuitas dan instrumen keuangan untuk mendorong akumulasi aset kripto pada skala besar. Ke depan, kecepatan dan kelangsungan akumulasi serta kondisi pasar akan menentukan kelangsungan rencana ambisius ini.

Berita Terkait

Back to top button