Zero Parades Tinggalkan Jejak Disco Elysium, Polisi Tak Lagi Jadi Pusat Cerita

ZA/UM memilih arah baru untuk Zero Parades setelah menyadari bahwa mereka tidak ingin membuat game polisi lagi seperti Disco Elysium. Menurut penulis utama Siim Sinamäe, cerita awal Zero Parades sempat berputar di sekitar entitas fiksi yang mirip Dana Moneter Internasional, tetapi alurnya terasa terlalu dekat dengan “cerita polisi”.

Keputusan itu lahir bukan hanya dari pertimbangan kreatif, tetapi juga dari perubahan suasana sosial yang mengiringi tema penegakan hukum. Sinamäe menegaskan bahwa cara publik memandang polisi “sedikit berbeda” dibanding saat Disco Elysium dirilis, sehingga tim merasa perlu mencari sudut pandang baru.

Dari kriminalitas ke spionase

Disco Elysium menempatkan pemain sebagai detektif Harrier Du Bois yang kehilangan ingatan dan harus memecahkan kasus pembunuhan sambil menyusun kembali identitas dirinya. Struktur seperti itu membuat elemen investigasi, kekuasaan, dan penegakan hukum menjadi pusat pengalaman bermain.

Dalam Zero Parades, ZA/UM tetap bermain di wilayah naratif yang padat politik, tetapi mereka menggeser fokus ke cerita spionase. Perubahan ini memberi ruang untuk konflik ideologis yang lebih luas tanpa harus mengulang pola yang sudah sangat lekat dengan proyek sebelumnya.

Pilihan genre itu juga sejalan dengan ambisi tim untuk menantang diri sendiri melalui penulisan, bukan sekadar mengganti lapisan aksi di permukaan. Sinamäe menilai thriller dan espionase sangat subur untuk dieksplorasi karena keduanya memungkinkan permainan karakter, intrik, dan tekanan moral yang kompleks.

Mengapa tema polisi dianggap kurang tepat

Pernyataan Sinamäe menyinggung realitas budaya yang lebih luas, yaitu berubahnya cara publik membaca figur polisi dalam beberapa tahun terakhir. That shift matters because game bertema aparat kini lebih mudah dipersepsikan secara politis, terutama jika narasinya membawa nuansa satir atau kritik sosial.

Perubahan itu membuat ZA/UM memilih berhati-hati agar Zero Parades tidak terjebak pada pengulangan tema yang sudah mereka bahas dalam Disco Elysium. Bagi studio, tantangannya bukan sekadar menghindari kemiripan, tetapi juga menjaga agar cerita baru terasa relevan dengan iklim saat ini.

Pandangan kreator terhadap politik ikut bergeser

Sinamäe juga mengakui bahwa pandangannya sendiri terhadap polisi dan politik berubah sejak mengerjakan Disco Elysium. Ia menyebut dirinya kini “sedikit lebih sinis” dibanding sebelumnya, dan pernyataan itu mencerminkan bagaimana karya fiksi sering dipengaruhi oleh konteks sosial yang sedang berlangsung.

Writer Honey Watson menambahkan bahwa rasa urgensi politik saat ini terasa lebih kuat, terutama di Amerika Serikat, tempat sebagian penulis tim berbasis. Namun urgensi itu tidak hanya terasa di satu negara, karena pada banyak tempat muncul kesan bahwa momen sekarang bisa menentukan arah politik ke depan.

Watson melihat kondisi tersebut sebagai bahan yang menarik untuk cerita mata-mata. Menurutnya, seorang spy adalah sosok yang berusaha membentuk dunia sesuai citra ideologis tertentu dari balik layar, sehingga genre itu cocok untuk membahas kekuasaan tanpa harus menempatkan polisi sebagai pusat narasi.

Poin penting dari penjelasan ZA/UM

  1. Zero Parades awalnya punya konsep yang lebih dekat ke cerita polisi.
  2. Tim merasa ide itu terlalu mirip dengan Disco Elysium.
  3. Perubahan pandangan publik terhadap polisi ikut memengaruhi keputusan kreatif.
  4. ZA/UM lalu memilih genre spionase dan thriller untuk memberi jarak tematik.
  5. Penulis tim melihat kondisi politik saat ini sebagai latar yang subur untuk cerita ideologis.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Zero Parades tidak sekadar menjadi penerus Disco Elysium, melainkan upaya ZA/UM membangun identitas baru tanpa melepaskan kekuatan utama mereka pada penulisan karakter, atmosfer politik, dan konflik moral. Dengan bergeser ke spionase, studio itu tetap bermain di wilayah tema yang serius, tetapi dengan cara yang lebih sesuai dengan lanskap sosial dan budaya saat ini.

Berita Terkait

Back to top button