China Temukan Ladang Emas Raksasa di Hunan, Mengintai Hingga 3 Kilometer Bawah Tanah

China kembali menarik perhatian dunia setelah menemukan ladang emas raksasa di Provinsi Hunan. Temuan ini berasal dari area perbukitan Kabupaten Pingjiang dan disebut berada sangat dalam, bahkan berpotensi mencapai tiga kilometer di bawah tanah.

Biro Geologi Hunan menyebut ada 40 urat emas yang teridentifikasi dalam proyek eksplorasi tersebut. Salah satu temuan paling mencolok datang dari inti batuan bor, yang menunjukkan emas terlihat jelas dalam bentuk serpihan dan konsentrasi padat, bukan sekadar jejak mikroskopis.

Temuan yang Mencuri Perhatian Industri Tambang

Chen Rulin dari Biro Geologi Hunan mengatakan banyak sampel pengeboran memperlihatkan emas yang tampak langsung di permukaan inti batuan. Temuan seperti ini dianggap tidak biasa karena emas sering kali hadir dalam kadar sangat kecil atau terikat dalam mineral lain.

Hingga kini, pengeboran sudah menembus lebih dari 65 kilometer di 55 titik lokasi. Dari dua kilometer pertama, estimasi awal cadangan mencapai sekitar 300 ton emas, dan angka ini membuat proyek Wangu langsung masuk radar industri pertambangan global.

Potensi Tembus 1.000 Ton di Kedalaman Tiga Kilometer

Estimasi terbaru menyebut total deposit bisa mencapai 1.000 ton emas jika seluruh lapisan hingga kedalaman tiga kilometer dikonfirmasi. Nilai ekonominya diperkirakan mencapai 600 miliar yuan atau sekitar Rp1.400 triliun, berdasarkan data yang beredar dari laporan referensi.

Kadar emasnya juga tergolong tinggi untuk ukuran tambang komersial. Dalam satu sampel dari kedalaman 2.000 meter, kadar emas dilaporkan mencapai 138 gram per ton, sementara banyak tambang komersial beroperasi dengan kadar di bawah 10 gram per ton.

Berikut ringkasan data penting dari temuan itu:

  1. Lokasi: Kabupaten Pingjiang, Provinsi Hunan
  2. Jumlah urat emas: 40 urat
  3. Kedalaman potensial: hingga 3 kilometer
  4. Cadangan awal: sekitar 300 ton
  5. Potensi total: hingga 1.000 ton
  6. Kadar tertinggi sampel: 138 gram per ton

Teknologi dan Sinyal Geologi di Balik Penemuan

Tim eksplorasi memakai pemodelan geologi tiga dimensi untuk memetakan struktur bawah tanah secara lebih presisi. Pendekatan ini penting karena deposit emas besar sering tersembunyi pada zona patahan, rekahan, dan batuan yang tidak mudah dibaca dengan metode biasa.

Temuan emas di area sekitar lokasi utama juga membuat para geolog menduga deposit itu bisa lebih luas dari perkiraan awal. Dalam konteks eksplorasi tambang, temuan berlapis seperti ini biasanya menjadi sinyal bahwa sistem mineralisasi masih terus berkembang di bawah permukaan.

Sejumlah ilmuwan juga menyoroti kemungkinan kaitan antara aktivitas geologi ekstrem dan pembentukan emas. Studi dalam jurnal Nature Geoscience menyebut tekanan gempa dapat menghasilkan muatan listrik di batuan, yang kemudian dapat memicu pengendapan emas secara cepat.

China Kian Dominan di Peta Emas Dunia

Penemuan di Hunan menambah daftar panjang temuan emas besar di China dalam beberapa waktu terakhir. Negara itu juga melaporkan deposit emas bawah laut besar di lepas pantai Laizhou, Yantai, di Semenanjung Jiaodong, Provinsi Shandong.

Pihak berwenang percaya cadangan emas Laizhou kini melampaui 3.900 ton, yang disebut mencakup sekitar 26 persen dari sumber daya emas China yang diketahui. Selain itu, pada November lalu, China juga mengumumkan temuan lebih dari 1.444,49 ton emas di Provinsi Liaoning, yang disebut sebagai penemuan tunggal terbesar di negara itu sejak 1949.

Pada periode yang sama, otoritas China melaporkan deposit emas lain dengan perkiraan cadangan lebih dari 1.000 ton di Pegunungan Kunlun, dekat perbatasan barat Xinjiang Uygur. Data itu menunjukkan intensitas eksplorasi China tetap tinggi dan terpusat di sejumlah wilayah dengan prospek geologi besar.

Menurut Dewan Emas Dunia, sekitar 216.265 ton emas telah ditambang sepanjang sejarah, dan sekitar dua pertiganya diekstraksi sejak 1950. Dengan skala cadangan baru yang terus muncul, China kini makin menegaskan posisinya sebagai salah satu negara dengan pengaruh besar dalam pasokan emas global.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.cnbcindonesia.com
Exit mobile version