Foto-foto awal dari misi Artemis II langsung ramai di media sosial karena menampilkan Bumi dari luar angkasa dengan warna biru yang tajam dan awan yang berputar halus. Namun, detail paling menarik justru tersembunyi di tepi gambar, dan banyak orang bisa melewatkannya jika hanya melihat versi kecil di layar ponsel.
Gambar itu diambil oleh Komandan Artemis II, Reid Wiseman, pada 2 April dari dalam wahana Orion. Sekilas, foto tersebut tampak seperti potret klasik Bumi dari orbit, tetapi pengamatan lebih dekat memperlihatkan pita cahaya hijau di dekat kedua kutub planet.
Aurora Utara dan Aurora Selatan dalam Satu Bingkai
Temuan visual itu membuat foto Artemis II istimewa karena menangkap dua fenomena aurora sekaligus. Di satu sisi terlihat aurora borealis, sementara di sisi lain tampak aurora australis, sesuatu yang jarang tertangkap dalam satu foto dari sudut pandang jauh di luar atmosfer Bumi.
NASA menyebut pandangan dari Orion memang memungkinkan kru melihat kondisi langit yang berbeda dari yang biasa terlihat dari permukaan. Dalam konteks ini, foto viral bukan hanya indah, tetapi juga bernilai ilmiah karena menunjukkan bagaimana fenomena aurora dapat terlihat serempak saat kondisi pengamatan sangat spesifik.
Keunikan itu juga menjelaskan mengapa gambar tersebut cepat menarik perhatian warganet. Di layar kecil, foto itu tampak seperti potret Bumi biasa, padahal pada resolusi yang lebih besar, garis hijau tipis di dekat kutub menjadi elemen paling menonjol.
Ada Cahaya Zodiakal di Sudut Foto
Selain aurora, foto itu juga memuat lapisan fenomena langit lain yang tak kalah menarik. NASA menjelaskan bahwa ada strip cahaya zodiakal di bagian kanan bawah gambar, yang muncul karena Bumi menghalangi cahaya Matahari dari sudut pandang Orion.
Cahaya zodiakal sering kali luput dari perhatian karena tampak redup dan mudah tertutup oleh elemen lain di foto. Dalam gambar Artemis II, efek itu hadir sebagai detail tambahan yang memperkaya komposisi visual dan menunjukkan betapa kompleksnya pemandangan ruang angkasa dari luar orbit Bumi.
Kru Artemis II Mulai Latihan Fotografi
Empat astronot di dalam Orion, yakni Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen, tidak hanya mengamati Bumi dalam perjalanan ini. Mereka juga menjalani latihan fotografi untuk persiapan pengamatan permukaan Bulan yang dijadwalkan berlangsung selama sekitar enam jam pada hari Senin, 6 April.
NASA menyebut kru telah berlatih menggunakan kamera Artemis II, termasuk Nikon D5 dan mirrorless Z9. Mereka juga akan memakai lensa 80-400mm dan 14-24mm untuk memotret Bulan dalam kondisi mikrogravitasi di ruang kabin yang ukurannya hanya sekitar gabungan dua minivan.
Fakta Kunci dari Foto Artemis II
- Foto diambil oleh Reid Wiseman dari dalam Orion.
- Objek utama adalah Bumi dengan awan dan warna biru yang jelas.
- Detail tersembunyi menunjukkan aurora utara dan aurora selatan sekaligus.
- Ada juga strip cahaya zodiakal di bagian kanan bawah gambar.
- Kru Artemis II sedang berlatih fotografi untuk pengamatan Bulan berikutnya.
Misi ini menjadi penting karena para astronot Artemis II adalah manusia pertama yang meninggalkan orbit Bumi sejak 1972. NASA memperkirakan mereka akan melihat sekitar 20 persen permukaan sisi jauh Bulan, yakni sisi yang tidak bisa dilihat langsung dari Bumi.
Dari satu foto yang viral, Artemis II memperlihatkan bahwa misi ini bukan hanya soal perjalanan luar angkasa, tetapi juga soal cara baru melihat Bumi, atmosfernya, dan fenomena langit yang muncul bersamaan dalam satu bingkai. Selain memperkuat antusiasme publik, gambar ini menegaskan bahwa misi berawak ke Bulan masih menyimpan banyak momen observasi yang bernilai tinggi bagi sains dan fotografi antariksa.
