Jonathan, kura-kura raksasa berusia 194 tahun yang hidup di Pulau Saint Helena, kembali menjadi sorotan setelah namanya terseret dalam skema penipuan kripto yang aneh. Satwa yang disebut sebagai hewan darat tertua yang masih hidup itu sempat “dikabarkan mati” lewat akun palsu di X, lalu berita bohong tersebut menyebar cepat dan menipu sejumlah media besar.
Kisah ini menunjukkan bagaimana penipu digital kini memakai tokoh yang dikenal dan dipercaya publik untuk memancing perhatian. Dalam kasus Jonathan, kebohongan itu sempat membuat BBC, Daily Mail, dan USA Today ikut melaporkan kabar duka sebelum verifikasi lanjutan membongkar bahwa informasi tersebut palsu.
Kronologi kabar palsu yang memicu kepanikan
Kejadian bermula saat sebuah akun di X yang mengaku sebagai Joe Hollins, dokter hewan lama Jonathan, mengunggah bahwa kura-kura itu telah mati. Unggahan tersebut dibumbui detail sentimental, termasuk pernyataan bahwa merawat Jonathan adalah sebuah kehormatan dan kebiasaan memberi makan pisang dengan tangan.
Kabar palsu itu langsung menarik perhatian besar dan menembus dua juta tayangan. Karena sumbernya tampak meyakinkan, beberapa media arus utama lalu menerbitkan laporan duka sebelum menyadari adanya kejanggalan.
Identitas palsu dan jejak yang terbongkar
Pemeriksaan berikutnya menunjukkan akun yang menyebarkan kabar itu bukan berasal dari Saint Helena. Jejak digitalnya justru mengarah ke Brasil, jauh dari lokasi asli Jonathan yang berada di bawah yurisdiksi Wilayah Seberang Laut Britania di Samudra Atlantik Selatan.
Joe Hollins yang asli kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak menggunakan X. Ia juga memastikan bahwa cerita kematian Jonathan sepenuhnya palsu dan menyebut akun itu tengah meminta donasi kripto, sehingga skema tersebut masuk kategori penipuan.
Jonathan ternyata masih hidup dan sehat
Gubernur Saint Helena, Nigel Phillips, ikut turun tangan setelah menerima pesan panik dari berbagai negara. Ia bahkan pergi keluar pada malam hari untuk memeriksa area kediamannya sebelum akhirnya menemukan Jonathan di tempat biasa ia berada.
Phillips mengatakan Jonathan sedang tidur di bawah pohon di paddock dan menegaskan bahwa hewan itu “sangat hidup”. Ia kemudian menambahkan dengan nada ringan bahwa Jonathan seolah telah mengeluarkan pernyataan pers sendiri.
Fakta penting tentang Jonathan
- Jonathan sudah berusia 194 tahun dan diperkirakan lahir pada abad ke-19.
- Ia disebut telah melewati delapan pemerintahan raja atau ratu Inggris.
- Penglihatannya mulai terganggu akibat katarak dan penciumannya telah hilang.
- Meski begitu, nafsu makannya masih kuat, terutama untuk pisang.
- Ia masih berinteraksi dengan dua kura-kura muda yang berbagi paddock dengannya.
Kondisi itu membuat Jonathan tetap dikenal sebagai simbol ketahanan hidup yang langka. Usianya bahkan membuatnya telah menyaksikan perubahan besar dunia, dari kemunculan bola lampu hingga era internet yang juga membawanya ke dalam pusaran hoaks digital.
Mengapa kasus ini cepat menyebar
Kasus Jonathan memperlihatkan bahwa penipu memanfaatkan figur yang disukai publik untuk membangun emosi dan urgensi. Saat sebuah kabar memakai nama tokoh terkenal, banyak pengguna dan bahkan media dapat tergesa-gesa mempercayainya sebelum ada verifikasi independen.
Modus seperti ini juga sejalan dengan pola penipuan kripto yang makin sering memanfaatkan impersonasi berbasis akun palsu. Laporan Chainalysis menyebut tahun 2025 sebagai tahun terburuk bagi fraud kripto, dengan kerugian mencapai rekor 17 miliar dolar AS.
Angka yang menggambarkan skala bahaya penipuan kripto
| Temuan | Data |
|---|---|
| Kerugian scam kripto | 17 miliar dolar AS |
| Kenaikan rata-rata pembayaran scam | 253% |
| Rata-rata pembayaran scam | 2.764 dolar AS |
Chainalysis juga menilai meningkatnya taktik impersonasi berbasis AI ikut memperburuk situasi. Karena itu, laporan palsu yang menimpa Jonathan bukan sekadar kisah lucu di internet, tetapi contoh nyata bagaimana kepercayaan publik bisa dimanipulasi untuk kepentingan finansial.
Pelajaran dari kasus Jonathan
Verifikasi sumber menjadi langkah paling penting sebelum membagikan kabar sensitif, terutama jika menyangkut kematian tokoh, selebritas, atau hewan ikonik. Jika sebuah akun mencurigakan tiba-tiba meminta donasi kripto sambil memakai nama pihak yang dipercaya, peluang penipuan biasanya sangat tinggi.
Kasus ini juga memperlihatkan bahwa bahkan kura-kura berusia 194 tahun pun bisa menjadi target operasi digital yang memanfaatkan emosi massal. Jonathan selamat dari kabar palsu itu, tetapi kejadian tersebut meninggalkan pengingat keras bahwa di era media sosial, berita yang tampak menyentuh bisa saja hanyalah pintu masuk menuju scam.
