Bitcoin Akhirnya Hijau Lagi Setelah Lima Bulan, April Jadi Ujian Momentum Naik?

Bitcoin menutup perdagangan dengan sinyal hijau pertama setelah rangkaian penurunan berbulan-bulan, tetapi kenaikannya masih tipis dan belum cukup untuk menyebut pasar sudah pulih. Pada akhir periode terakhir, BTC berada di sekitar $68,000 dengan kenaikan 1.8%, sekaligus mengakhiri tren turun bulanan terpanjang sejak 2018.

Pertanyaan utama sekarang adalah apakah April bisa melanjutkan dorongan ini atau justru kembali menahan harga di area yang rapuh. Jawabannya bergantung pada arus dana ETF, arah kebijakan The Fed, dan respons pasar terhadap risiko geopolitik yang masih mudah mengguncang sentimen aset berisiko.

Sinyal hijau yang datang setelah tekanan panjang

Bitcoin kehilangan tenaga sejak mencapai rekor sekitar $126,000, lalu turun bertahap selama lima bulan beruntun. Dalam periode itu, Oktober turun 4.2%, November jatuh 7.1%, Desember melemah 2.8%, Januari terkoreksi 10.1%, dan Februari menjadi bulan terburuk dengan penurunan 14.9%.

Tekanan tersebut ikut menghapus sekitar $1.57 triliun dari total pasar kripto. Saat Fear and Greed Index sempat menyentuh level 5 pada awal Februari, pasar berada dalam kondisi ketakutan ekstrem dan minat beli ritel melemah tajam.

ETF kembali jadi penopang pasar

Pemulihan Bitcoin di akhir bulan tidak lepas dari masuknya kembali dana institusional ke ETF spot Bitcoin. Pada Maret, ETF Bitcoin mencatat arus masuk bersih $1.32 miliar, menjadi bulan positif pertama sejak Oktober setelah empat bulan arus keluar yang totalnya lebih dari $6.5 miliar.

Salah satu aksi paling menonjol datang dari BlackRock yang disebut menambah sekitar $98 juta pada 31 Maret, dengan pembelian sekitar 1,450 BTC dalam sehari. Aliran dana seperti ini penting karena menunjukkan bahwa investor besar masih melihat ruang pemulihan meski harga masih jauh di bawah puncaknya.

Mengapa angka hijau ini belum cukup kuat

Kenaikan 1.8% pada bulan lalu memang memutus tren merah, tetapi secara skala belum terlihat sebagai pembalikan yang solid. Bitcoin sempat naik hingga $76,000 di pertengahan bulan, lalu kembali turun di bawah $65,000 setelah pertemuan FOMC dan meningkatnya ketegangan Iran menekan aset berisiko.

Penutupan di sekitar $68,000 terjadi di hari-hari terakhir, sehingga reli tersebut masih tampak rapuh. Pada saat yang sama, Bitcoin masih sekitar 46% di bawah rekor Oktober, dan Fear and Greed Index tetap bertahan di zona takut dengan angka 12.

Apa yang bisa menggerakkan Bitcoin di April

April biasanya termasuk bulan yang cukup kuat bagi Bitcoin, dengan rata-rata imbal hasil 12.1% dan median 5%. Namun, pola historis bukan jaminan, terutama setelah dua bulan terakhir tetap melemah di tengah ketidakpastian makro.

Sejumlah pemicu dapat menentukan arah harga dalam waktu dekat, termasuk:

  1. Perkembangan regulasi aset digital
    CLARITY Act menjadi salah satu faktor struktural paling penting. Pembahasan di Komite Perbankan Senat ditargetkan pada paruh kedua April setelah masa jeda Paskah berakhir pada 13 April.

  2. Keputusan The Fed pada akhir bulan
    FOMC dijadwalkan bertemu pada 28-29 April, dan pasar hampir pasti mengantisipasi keputusan tetap menahan suku bunga. Meski begitu, Bitcoin tercatat kerap tertekan setelah banyak pertemuan FOMC sebelumnya.

  3. Perubahan sentimen geopolitik
    Sinyal menuju gencatan senjata Iran berpotensi menurunkan harga minyak dan mengangkat selera risiko. Reaksi pasar pada 1 April, saat kripto naik 2.1% karena rumor tersebut, menunjukkan betapa cepat sentimen bisa berubah.

Posisi institusi memberi petunjuk yang menarik

Data ETF juga menunjukkan bahwa investor institusi belum benar-benar meninggalkan Bitcoin. Kepemilikan gabungan di seluruh spot Bitcoin fund turun dari 1.38 juta BTC pada Oktober menjadi 1.28 juta BTC di titik terendah, atau sekitar 7.2%, meski harga BTC sempat anjlok 46%.

Hal ini penting karena rata-rata basis biaya investor ETF diperkirakan sekitar $84,000. Artinya, banyak pembeli ETF masih berada dalam posisi rugi besar, tetapi arus masuk baru menunjukkan sebagian pelaku pasar besar justru menambah eksposur saat harga melemah.

Tingkat harga yang menjadi perhatian pasar

Agar pemulihan lebih meyakinkan, BTC perlu menembus dan bertahan di atas $75,000. Jika tekanan beli berlanjut dan arus masuk ETF tetap positif sepanjang April, peluang menuju area $80,000 atau lebih terbuka lebih lebar.

Sebaliknya, jika momentum gagal bertahan, pasar masih bisa kembali ke bawah $60,000. Kondisi itu akan menghidupkan lagi skenario pelemahan yang belum sepenuhnya hilang, terutama jika data makro dan arus dana institusional tidak mendukung.

Poin penting yang dipantau pelaku pasar Faktor Sinyal saat ini Dampak potensial
Penutupan bulanan Bitcoin $68,000, naik 1.8% Memutus tren merah, tetapi belum mengonfirmasi pembalikan
Arus masuk ETF $1.32 miliar net inflow Menunjukkan minat institusi kembali pulih
Sentimen pasar Fear and Greed Index 12 Masih di zona takut
Level harga kunci $75,000 dan $80,000 Menjadi penentu kekuatan reli berikutnya
Risiko utama FOMC dan geopolitik Bisa memicu volatilitas baru

Dengan kombinasi arus dana ETF yang membaik, prospek regulasi yang masih terbuka, dan jadwal makro yang padat, April menjadi bulan yang penting bagi Bitcoin. Jika momentum dari penutupan hijau itu bertahan, BTC punya peluang membangun basis baru, tetapi jika tekanan jual kembali dominan, pasar masih harus menghadapi ujian berat sebelum berbicara soal pemulihan yang lebih meyakinkan.

Berita Terkait

Back to top button