Crypto Melonjak, Minyak Tumpah Setelah Gencatan Senjata Dua Pekan Iran

Perdagangan aset digital bergerak tajam setelah pasar merespons kabar gencatan senjata dua minggu antara Iran dan Israel. Bitcoin melonjak dari bawah $68.000 ke $72.700, sementara minyak justru anjlok lebih dari 20% karena pelaku pasar membaca berkurangnya risiko gangguan pasokan di Timur Tengah.

Reaksi cepat itu juga mendorong kontrak berjangka saham AS naik serempak. Nasdaq tercatat menguat 3,5%, S&P 500 naik 2,6%, dan Dow Jones melonjak lebih dari 1.000 poin, menandakan investor langsung beralih ke aset berisiko saat gejolak geopolitik mereda.

Lonjakan Crypto Dipicu Pelonggaran Risiko Geopolitik

Katalis utama datang dari pernyataan Donald Trump di Truth Social yang mengumumkan “double sided CEASEFIRE” menjelang tenggat serangan lanjutan terhadap Iran. Ia menyebut penangguhan serangan selama dua minggu bergantung pada pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi ekspor energi global.

Iran kemudian menyatakan menerima jeda operasi tersebut melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, sementara Israel juga disebut menyetujui kesepakatan itu menurut dua pejabat Gedung Putih yang dikutip Reuters. Pasar langsung merespons karena skenario penutupan Hormuz sempat menjadi sumber utama kekhawatiran bagi energi, inflasi, dan aset berisiko.

Bitcoin menjadi aset yang paling disorot karena sering diperlakukan sebagai indikator selera risiko. Dalam laporan tersebut, BTC sempat diperdagangkan di sekitar $71.700 dan bergerak menuju $72.700 setelah pengumuman, membalikkan tekanan jual yang muncul sebelumnya pada hari yang sama.

Aset Crypto Lain Ikut Menguat

Penguatan tidak berhenti pada Bitcoin. Ethereum naik 8% ke $2.250, Solana menguat 7% ke $84, dan HYPE naik 8% ke $39,20 saat sentimen pasar membaik.

Di kelompok pergerakan terbesar, ZEC memimpin dengan lonjakan 25%, disusul ZRO yang naik 18% dan ENA yang menguat 15%. Kenaikan serentak di banyak token menunjukkan arus beli meluas, bukan hanya berpusat pada Bitcoin.

Berikut ringkasan pergerakan yang tercatat dalam laporan:

Aset Pergerakan Level
Bitcoin (BTC) +5% $71.7k
Ethereum (ETH) +8% $2.250
Solana (SOL) +7% $84
HYPE +8% $39,20
ZEC +25%
ZRO +18%
ENA +15%

Minyak Terkoreksi, Saham Berjangka Menguat

Di sisi lain, minyak menjadi aset yang paling terpukul oleh kabar gencatan senjata. Laporan menyebut harga minyak turun lebih dari 20%, meski pada pembaruan lanjutan di bagian lain artikel masih tercatat naik 4% di $114, yang menunjukkan pasar sedang sangat volatil dan bereaksi cepat terhadap setiap perkembangan berita.

Tekanan pada minyak penting karena konflik di kawasan itu sempat mengangkat premi risiko energi global. Jika Selat Hormuz benar-benar terbuka lebih luas dan stabil, pelaku pasar melihat peluang pelemahan harga minyak berlanjut, yang pada gilirannya dapat memberi ruang lebih besar bagi bank sentral untuk menjaga kebijakan tidak terlalu ketat.

Pasar saham juga membaca skenario tersebut sebagai kabar positif. Nasdaq naik 3,5% dan Dow melonjak lebih dari 1.000 poin, mencerminkan rotasi cepat investor ke saham teknologi dan siklikal setelah ketegangan geopolitik sedikit menurun.

Implikasi untuk Bitcoin dan Pasar Lebih Luas

Sejumlah analis memandang pembukaan kembali Hormuz sebagai katalis yang paling kuat untuk mendorong Bitcoin menuju $90.000 atau lebih. Logikanya sederhana: bila minyak turun dan tekanan inflasi mereda, ruang gerak kebijakan moneter ikut membaik, sehingga aset berisiko seperti crypto bisa mendapat dukungan tambahan.

Meski begitu, pasar belum berada dalam fase damai penuh. Gencatan senjata dua minggu hanya memberi jeda, bukan kepastian jangka panjang, sehingga setiap pernyataan lanjutan dari Washington, Tehran, dan Tel Aviv masih berpotensi mengubah arah harga secara tajam.

Poin penting yang ikut membentuk sentimen pasar

  1. Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dan mengaitkannya dengan pembukaan Selat Hormuz.
  2. Iran menyatakan menerima penghentian operasi, dan Israel juga disebut menyetujui kesepakatan itu.
  3. Bitcoin melonjak dari bawah $68.000 ke $72.700, lalu stabil di sekitar $71.500.
  4. Ether, Solana, dan beberapa altcoin besar ikut menguat dengan persentase yang kuat.
  5. Minyak turun tajam karena investor menilai risiko gangguan pasokan mereda.

Di saat bersamaan, berita lain dari sektor crypto ikut menambah warna pasar, termasuk peluncuran Morgan Stanley Bitcoin Trust dengan biaya 0,14%, panduan FDIC soal stablecoin, dan rencana SEC merilis kerangka “Reg Crypto” untuk penerbitan token. Kombinasi faktor geopolitik dan regulasi ini membuat sentimen pasar crypto tetap sensitif, tetapi juga semakin didorong oleh masuknya institusi besar dan kepastian aturan yang makin jelas.

Berita Terkait

Back to top button