260 Jam Dalam 22 Hari, Satu Pemain Pokopia Bikin Kota Cyberpunk Bawah Tanah Yang Mustahil Dilupakan

Seorang pemain Pokopia menarik perhatian komunitas karena berhasil membangun ulang sebuah kota bawah tanah bergaya Cyberpunk dengan detail yang mencolok. Proyek itu terlihat begitu kompleks sampai banyak pemain lain mengira ada mode kreatif tersembunyi di dalam game, padahal semua itu lahir dari kerja panjang dan pemanfaatan mekanik game secara cermat.

Pemain tersebut dikenal dengan nama No-Communication7040 di Reddit. Berdasarkan pengakuannya, ia sudah menghabiskan 260 jam bermain Pokopia sejak gim itu diluncurkan pada 5 Maret, dan waktu itu dipakai untuk menyusun kota dystopia bawah tanah yang dipenuhi lampu neon, layar TV, serta nuansa futuristis yang kuat.

Kota bawah tanah yang membuat pemain lain tercengang

Karya itu dimulai dari sebuah elevator. Saat pintu terbuka, pemain langsung disuguhi area bawah tanah besar yang terasa seperti potongan Night City, lengkap dengan atmosfer gelap dan warna neon yang kontras.

Banyak pemain lain menilai hasilnya sangat meyakinkan karena tata ruangnya rapi dan visualnya padat detail. Salah satu pengamat bahkan menyebut kota itu seperti perpaduan antara Cyberpunk dan Sanabi, dua referensi yang sama-sama identik dengan gaya futuristis dan dunia urban yang intens.

No-Communication7040 tidak menjelaskan bahwa ada trik instan dalam proses pembangunannya. Sebaliknya, hasil tersebut tampaknya bergantung pada ketekunan, penempatan elemen yang presisi, dan bantuan kemampuan Magnemite’s Magnet Rise yang memudahkan penataan bagian tertentu.

Reaksi komunitas: kagum, bingung, dan sedikit tak percaya

Respons di Reddit datang cepat karena banyak pemain merasa hasil itu terlalu rumit untuk dibuat sendirian. Salah satu komentar menyebut penciptaan seperti itu membuat dirinya sadar bahwa dirinya mungkin termasuk “salah satu orang paling tidak kreatif di planet ini”, sementara komentar lain menulis, “I swear to god you people aren’t human! This is absurd even if it ends just beyond what we see in the video.”

Reaksi semacam ini menunjukkan betapa tinggi standar kreativitas yang mulai muncul di komunitas Pokopia. Bagi sebagian pemain, membangun area fungsional saja sudah cukup menantang, namun ada juga yang sudah bergerak ke proyek skala besar dengan identitas visual yang kuat.

Mengapa proyek ini begitu menonjol

Ada beberapa hal yang membuat kota Cyberpunk itu menonjol dibanding kreasi lain di Pokopia. Pertama, desainnya tidak hanya besar, tetapi juga punya tema yang konsisten dari awal sampai akhir.

Kedua, penggunaan cahaya neon dan layar TV membuat area tersebut terasa hidup. Ketiga, penempatan elemen bawah tanah memberi kesan ruang sempit yang dipadatkan menjadi distrik futuristis, sesuatu yang jarang terlihat bila pemain hanya fokus pada pembangunan dasar.

Berikut unsur yang paling sering disorot pemain lain:

  1. Tata ruang bawah tanah yang luas dan rapi.
  2. Pencahayaan neon yang kuat dan kontras.
  3. Layar TV sebagai elemen visual tambahan.
  4. Nuansa dystopia yang terasa mirip kota fiksi bergaya Cyberpunk.
  5. Pemanfaatan kemampuan Magnemite’s Magnet Rise untuk membantu konstruksi.

Bukan satu-satunya kreasi besar di Pokopia

Kreasi No-Communication7040 bukan satu-satunya yang menarik perhatian. Ada juga pemain lain yang mengubah Rocky Ridges menjadi Raccoon City, termasuk menghadirkan kantor polisi Raccoon City Police Department dan menambahkan detail unik berupa Machamp yang tertidur di sudut bangunan.

Contoh-contoh ini memperlihatkan bahwa Pokopia mulai diperlakukan bukan hanya sebagai permainan biasa, melainkan sebagai ruang ekspresi yang memberi kebebasan tinggi kepada pemain. Selama batas kreativitas itu masih terbuka, komunitas kemungkinan akan terus mendorong skala proyek yang lebih besar dan lebih ambisius.

Bagi banyak pemain, daya tarik utama Pokopia justru muncul dari kebebasan tersebut. Dari kota bawah tanah ala Cyberpunk hingga interpretasi ulang lokasi ikonik dari gim lain, komunitas Pokopia terus membuktikan bahwa kreativitas pemain bisa mengubah sebuah game menjadi panggung pamer ide yang hampir tak ada habisnya.

Terkait